JK Prediksi Partai Menengah Bakal Jadi Penentu Capres 2024

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2022, 10:20 WIB
Diperbarui 17 Jun 2022, 10:21 WIB
Jusuf Kalla
Perbesar
Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla berharap Indonesia tidak selalu tergantung industri rokok sebagai andalan saat meresmikan JK Arenatorium, Universitas Hasanuddin, Makassar Sulawesi Selatan, Kamis, 12 November 2020. (Tim Media Jusuf Kalla/JK)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai jika politik tahun ini adalah memiliki nuansa romantis. Karena, banyak sosok kandidat yang memiliki elektabilitas baik namun tak punya partai politik hal itu berlaku sebaliknya.

Menurut Jusuf Kalla yang akrab disapa JK, itu melihat bahwa para partai politik sedang gencar di tahun ini mencari kandidat calon presiden yang akan diusung pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.

"Jadi kalau kita bisa bagi tahun ini romantis, tahun 2023 pemantapan, dan 2024 memilih. Kenapa romantis karena sama dengan orang pacaran semua cari pasangan yang cocok memenuhi syarat lobi cari pasangan, jadi ini tahun cari pasangan," tutur JK saat berpidato dalam acara seminar kebangsaan Rakernas Partai NasDem di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Dengan itu, JK melihat kalau saat ini sosok kandidat yang akan terpilih pastinya yang terbaik. Karena banyak hal yang jadi faktor pasangan, faktor partai dan juga faktor elektabilitas, tiga faktor yang bakal menjadi penentu.

"Inilah suasana paling sulit keadaan ini, bukan kampanyenya yang sulit tapi tahun ini yang rumit, itu karena threshold terlalu tinggi 20 persen. Jadi pencari menjadi 20 persen partai yang sama dan agak khas tahun ini, partai-partai yang katakanlah menengah ke atas itu memenuhi syarat tetapi calon yang diajukan elektabilitas rendah," tuturnya.

"Yang punya elektabilitas tinggi tapi tidak ada partainya. Jadi bagaimana menggabungkan dua hal ini elektabilitasnya tinggi, partainya cukup. Inilah justru karena itu saya katakan yang mengambil peranan nanti bukan partai besar tapi partai menengah," tambahnya. 

Pasalnya, dengan adanya presidential threshold atau ambang batas 20 persen, membuat setiap partai mengharuskan kerjasama atau koalisi untuk memenangkan kandidat.

"Karena itulah maka peranan partai menengah sangat penting dalam kondisi ini, akan menentukan siapa yg menjadi calon justru bukan partai besar tapi partai menengah," tuturnya.

 


Tak Mudah Jalani Tahun Romantis

Jusuf Kalla
Perbesar
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, menggelar syukuran ulang tahunnya ke-80 di The Opus Grand Ballroom The Tribrata Darmawangsa, Jakarta pada Rabu 25 Mei 2022. (Dok Tim Komunikasi Jusuf Kalla/JK)

JK menambahkan, menjelang 2024 masih menyisakan kurang lebih dua tahun lagi. Maka dari itu, pada tahun depan dinilainya sebagai tahun pemantapan dan di tahun selanjutnya adalah tahun untuk memilih.

“Jadi begitulah suasana politik kita, tapi tentunya siapa terbaik akan terpilih. Memang tidak mudah untuk jadi tahun romantis karena banyak hal yang menjadi faktor, pasangan, faktor partai dan juga faktor elektabilitas, tiga faktor jadi satu,” JK memungkasi.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya