Kebakaran di Manado Dekat Kantor Ditlantas Polda Sulut Hanguskan 2 Rumah Warga

Oleh Liputan6.com pada 16 Jun 2022, 10:49 WIB
Diperbarui 16 Jun 2022, 10:51 WIB
Pria Ini Bakar Rumah karena Tak Tahan Kena Omel Sang Ibu
Perbesar
ilustrasi (sumber: pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran menghanguskan dua rumah warga di di Jalan Cempaka dan Dahlia, Sario Lingkungan I, Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada sekitar pukul 16.20 WITA, Rabu 15 Juni 2022.

"Kebakaran menghanguskan rumah milik Keluarga Karongkong - Paath dan Keluarga Poluan, yang bersebelahan," ujar Kepala Lingkungan I Sario, Alfi Kontu melansir Antara, Kamis (16/6/2022).

Menurut Kontu, berdasarkan informasi dari masyarakat, api diduga bersumber dari bakaran sampah dekat pagar yang merembet ke rumah keluarga Karongkong-Paath.

"Dari rumah itu kemudian merembet ke rumah keluarga Poluan, yang membuat rumah keluarga itu juga ikut dilalap api," ucap dia.

Kontu mengatakan, terdapat enam mobil pemadam kebakaran dibantu mobil tangki dari PT Air Manado berusaha memadamkan api yang berkobar.

Hingga pukul 18.10 Wita, api belum bisa dipadamkan karena api kembali berkobar, sehingga mobil pemadam harus bolak-balik mengambil air.

Selain petugas pemadam kebakaran, polisi dan TNI AD juga membantu memadamkan api dan warga yang menjadi korban.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak empat Kepala Keluarga (KK) menjadi korban. Meskipun tidak memakan korban jiwa, tetapi barang milik warga tak bisa diselamatkan.

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno pun turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. Ia mendampingi Kapolda saat ke lokasi.

"Pak Kapolda begitu mendapat informasi, langsung meninjau lokasi kejadian yang berada tepat di belakang kantor Ditlantas Polda Sulut," ujar Abast.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Lakukan Evakuasi

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/Rawpixel.com)
Perbesar
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/Rawpixel.com)

Abast menceritakan, pada saat peninjauan tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengarahkan untuk menambah armada pemadam kebakaran.

"Mengingat saat itu api cepat membesar, Pak Kapolda kemudian mengarahkan untuk menambah jumlah mobil pemadam kebakaran dan memerintahkan para personel yang masih di kantor untuk turut membantu memadamkan api," kata Abast.

Selain itu, lanjut dia, Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno juga memerintahkan personel lainnya untuk mengevakuasi sejumlah kendaraan dinas Ditlantas ke tempat yang lebih aman.

"Evakuasi kendaraan dinas dilakukan untuk mengantisipasi merambatnya api ke area kantor Ditlantas Polda Sulut karena letaknya berdekatan dengan lokasi kebakaran," ucap Abast.

Dalam upaya memadamkan kebakaran, Polda Sulut turut mengerahkan mobil AWC (Armoured Water Cannon) milik Direktorat Samapta (Ditsamapta).

"Jadi tidak hanya menurunkan personel, Polda Sulut juga mengerahkan mobil AWC untuk membantu memadamkan api," terang dia.

Hingga beberapa saat usai kejadian, proses pemadaman masih dilakukan petugas damkar bersama personel Polda Sulut dan juga warga sekitar.

"Kejadian ini dalam penanganan lebih lanjut. Untuk penyebab kebakaran maupun kronologi kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," jelas Abast.


Kebakaran Melalap Gedung Studio TVRI Kalteng

Kebakaran TVRI
Perbesar
Kebakaran hebat melalap gedung studio Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kalteng yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya, Rabu (15/6/2022). (Liputan6.com/ Istimewa)

Sebelumnya, kebakaran hebat melalap gedung studio Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kalimantan Tengah yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya, Rabu 15 Juni 2022.

Subandi, saksi mata yang juga karyawan TVRI Kalteng mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti sumber api yang melalap gedung studio baru itu. Namun yang pasti api sudah membakar gedung yang belum difungsikan itu sekitar pukul 14.30 WIB.

Subandi mengatakan, saat ini di dalam gedung sedang ada aktivitas pengelasan lampu penerapan di bagian atas bangunan.

"Diduga yang terbakar di dalam bangunan studio baru itu seperti alat peredam suara dan berbagai alat lainnya. Karena studio tersebut sama sekali belum dioperasionalkan," katanya.

Dalam lokasi kejadian, puluhan anggota damkar, baik dari Pemerintah Kota Palangka Raya mauuun swakarsa yang mendapatkan informasi tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian.

Mereka bahu-membahu berupaya menguasai kobaran api yang membakar gedung studio baru milik TVRI Kalteng tersebut.

Bahkan, petugas juga bergerak cepat dengan menyemprotkan air ke bangunan tersebut, agar api tidak merembet ke gedung perkantoran atau administrasi TVRI Kalteng.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran itu, namun kobaran api sudah berhasil dikendalikan puluhan anggota damkar di lokasi kebakaran gedung TVRI Kalteng.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya