PAN Akan Umumkan 6 Nama Capres-Cawapres di Rakernas

Oleh Liputan6.com pada 14 Jun 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 14 Jun 2022, 20:00 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno melapor ke Polda Metro Jaya, Senin (25/4/2022).
Perbesar
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno melapor ke Polda Metro Jaya, Senin (25/4/2022).

Liputan6.com, Jakarta Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 26 Agustus 2022. Rakernas ini akan menyampaikan enam calon presiden dan calon wakil presiden.

"Pada Rakernas nanti PAN akan mengumumkan 6 nama yang akan terdiri dari capres dan cawapres yang akan diusung oleh PAN pada Pilpres 2024 akan datang," ujar Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno saat konferensi pers di kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Nama yang dihasilkan Rakernas akan disampaikan dengan kolega Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB yaitu Golkar dan PPP. Untuk dipertimbangkan oleh koalisi sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024.

"Keenam nama tersebut kemudian akan dikomunikasikan dengan partai-partai koalisi kita sudah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) agar bisa didaftarkan menuju Pemilu pada tanggal 14 Februari tahun 2024 mendatang," kata Eddy.

Mulai 14 Juni 2022 hingga 26 Agustus PAN melakukan penjaringan nama capres dan cawapres dari pengurus daerah PAN dan akar rumput untuk digodok di Rakernas.

DPD tingkat kabupaten/kota mengusulkan 10 nama ke DPW tingkat provinsi. Usulan DPD ini akan dibahas dalam Rakerda yang diberikan tenggat waktu maksimal 30 Juni. Kemudian DPW akan mengusulkan delapan nama untuk dibawa ke Rakernas. DPP PAN akan mengerucut nama yang diusulkan menjadi enam nama.

"Nanti di perhelatan Rakernas, DPP PAN akan mengerucutnya kembali nama-nama yang diusulkan, setiap DPW menjadi enam nama yang terdiri atas capres dan cawapres," jelas Eddy.

 


Tokoh Populer

Mesin-mesin partai politik pada bulan ini mulai dipanaskan. Partai NasDem dan PDI Perjuangan memulainya dengan mengadakan Rakernas. Ada juga yang berkoalisi seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Sementara, partai lain mulai lincah melobi dan melakukan pendekatan untuk berkoalisi.

Lembaga-lembaga survei pun kian sering menyampaikan hasil survei mereka. Nama-nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan kerap menjadi top-3 sebagi calon presiden (capres) pilihan masyarakat versi berbagai survei.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) angkat bicara soal elektabilitas Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto yang belum masih tiga besar capres.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengaku tak ambil pusing mengenai hasil sejumlah survei tersebut. Ia menyebut saat ini KIB belum memutuskan tokoh yang akan diusung menjadi capres di Pilpres 2024.

Ia mengingatkan, nama-nama populer yang memiliki elektabilitas tinggi tidak menjamin tokoh itu dapat maju sebagai capres dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Pada akhirnya calon-calon populer kalau mereka tidak dicalonkan oleh partai politik sebagaimana ketentuan konstitusi kita. Maka pada akhirnya mereka tidak bisa untuk mencalonkan diri menjadi presiden," kata Ace kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

 


Membuka Pintu

Ace menyatakan, saat ini KIB masih membuka pintu ke semua partai politik lain untuk bergabung dan menaikkan elektabilitas Airlangga.

"Masih ada waktu beberapa bulan untuk terus menaikan elektabilitas dan bersosialisasi kepada masyarakat," kata dia.

Ace lantas mengibaratkan pembahasan capres oleh KIB layaknya kesimpulan dari sebuah buku. Ace menyebut untuk awalan KIB akan dilakukan pendahuluan atau pembahasan mengenai kerangka kerja strategi pemenangan, visi-misi, hingga berbagai isu-isu nasional.

"Saya kira kita di dalam membangun koalisi ini enggak bisa dilakukan dalam konteks tergesa-gesa. Tidak bisa kita membangun koalisi ini karena keterpaksaan banyak dari pengalaman Pilpres pasca reformasi sebagian besar koalisi itu di ujung ujung menjelang pendaftaran baru dibentuk koalisi. Kami ingin menghindari itu," ucap dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya