Erick Thohir Dukung Potensi Majalengka Berkembang, Terkenang Tanah Kelahiran Ibunda

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2022, 00:30 WIB
Diperbarui 12 Jun 2022, 23:45 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Indonesian Young Leaders Forum HIPMI, Sabtu (11/6/2022).
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Indonesian Young Leaders Forum HIPMI, Sabtu (11/6/2022).

Liputan6.com, Jakarta - Kota Majalengka, Jawa Barat, bagi Menteri BUMN, Erick Thohir, menjadi daerah yang tak akan dilupakan. Nostalgia masa kecil akan tanah kelahiran sang ibunda itu terus membekas.

Dia pun memiliki amanah supaya berperan memajukan potensi kabupaten yang terletak di timur bumi Pasundan tersebut. Erick Thohir mengaku tidak akan luka kota kelahiran sang ibu dan ingin Majalengka menjadi maju.

"Hingga kini, Majalengka selalu di hati. Bukan hanya karena ibu saya, Edna Thohir masih sering memasak makanan khas kota itu, seperti katel atau ampas di rumah, tapi saya selalu ingat momen-momen pulang kampung waktu kecil saat melewati wilayah cadas pangeran," ungkap Erick Thohir di depan warga Majalengka pada acara silaturahmi dan halal bihalal Paguyuban Warga Kabupaten Majalengka di Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022).

Perhatian besar yang diberikan Erick Thohir kepada Majalengka cukup beralasan. Dengan posisi geografis sebagai salah satu pintu masuk ke Jawa Barat, banyak potensi yang bisa dikembangkan.

"Majalengka harus berkembang. Karena itu, kita harus memikirkan ulang potensi yang di miliki sektor pariwisata, dan UMKM. Berbagai program BUMN juga sudah berjalan di Majalengka, seperti program Mekaar dan Makmur," ucapnya. 

"Di kesempatan ini, saya ingin ajak seluruh warga Majalengka untuk lebih terbuka dalam mengoptimalkan sinergi, bagi kemajuan daerahnya dan negara," tutur Erick.

 


Program Makmur

Erick Thohir
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir saat acara silaturahmi dan halal bihalal Paguyuban Warga Kabupaten Majalengka di Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022). (Ist)

Program Makmur di Majalengka saat ini total meliputi 4.340 Ha, dan melibatkan 1.408 petani. Sedangkan di seluruh Jawa Barat terdapat 15.473 Ha, dengan 7.130 petani dengan fokus pada komoditas tebu dan padi.

Sedangkan program Mekaar yang mendorong pemberdayaan ekonomi untuk Ibu-ibu yang ingin menjadi pengusaha di Majalengka, sudah menyalurkan Rp 341 Miliar untuk 96.268 nasabah di tahun 2021 dan Rp157 Miliar serta 38.680 nasabah pada 2022.

"Saya ingin warga Majalengka menjadi motor bagi daerahnya sendiri untuk berperan lebih jauh dan berani mengambil resiko, namun tetap dalam perhitungan, agar kota ini menjadi modern dan mencapai kemajuan di berbagai sektor, terutama kemajuan ekonomi," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya