Jemaah Haji Indonesia Diminta Mengikuti Aturan Saat Berada di Masjid Nabawi

Oleh Liputan6.com pada 11 Jun 2022, 07:15 WIB
Diperbarui 11 Jun 2022, 07:15 WIB
Jemaah haji Indonesia  di Masjid Nabawi, usai melaksanakan sholat subuh. Foto: Darmawan/MCH
Perbesar
Jemaah haji Indonesia di Masjid Nabawi, usai melaksanakan sholat subuh. Foto: Darmawan/MCH

Liputan6.com, Jakarta Jemaah haji Indonesia mayoritas menghabiskan banyak waktunya di Masjid Nabawi saat berada di Madinah, Arab Saudi.

Adapun para jemaah akan berada di Madinah selama lebih kurang sembilan hari sebelum nantinya diberangkatkan ke Mekkah sambil menunggu puncak haji.

Saat beraktivitas di Madinah, ada sejumlah hal yang harus diketahui jemaah haji Indonesia. Ketentuan itu harus dipatuhi jika tidak akan mendapat teguran hingga sanksi dari pengawas keamanan di Kompleks Masjid Nabawi.

"Jemaah harus betul-betul mentaati aturan yang berlaku di Masjid Nabawi," kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) Daerah Kerja (Daker) Madinah, Harun Al Rasyid, Jumat (10/6/2022).

Harun menambahkan, aturan-aturan itu mengemuka saat pihaknya melakukan silaturahim dengan pihak keamanan Masjid Nabawi. Dalam pertemuan itu, PPIH Arab Saudi juga memberi tahukan selama musim haji akan banyak banyak petugas di Madinah termasuk di Kompleks Masjid Nabawi.

Aturan yang disinggung dalam pertemuan itu lebih kurang lima poin. Yakni, jemaah dilarang berkumpul lebih dari tiga sampai lima orang di satu titik. Jemaah juga diingatkan tidak membentangkan spanduk dengan tulisan tertentu seperti nama KBIH atau bendera. Khusus aturan ini, juga berlaku di tempat ziarah yang didatangi jemaah saat berada di Madinah.

"Pihak keamanan melarangnya," katanya.

Jemaah juga diminta selalu berhati-hati ketika menemukan barang tercecer. Lebih baik melaporkan pada petugas dari pada berinisiatif mengambil. Jangan sampai niat baik malah berujung dugaan pencurian yang sanksinya cukup berat.

"Di sana itu banyak CCTV, jadi yang terekam kita ngambil padahal bisa jadi kita ambil mau kasih ke orangnya atau petugas. Jadi lebih baik laporkan saja ke," jelas Harun.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Menjaga Kebersihan

Selain itu, sambung Harun, jemaah haji Indonesia yang dipuji sangat tertib diminta selalu menjaga kebersihan di Kompleks Masjid Nabawi.

Termasuk tidak merokok sembarangan, apalagi sambil berjalan.

"Apalagi merokok sambil berjalan. Karena masih banyak jemaah yang merokok sambil jalan. Layaknya di Indonesia," katanya.

 


Barang Jemaah Haji Tertinggal Disimpan di Tempat Aman

Harun menambahkan, jemaah haji yang barangnya tertinggal atau terjatuh di area Kompleks Masjid Nabawi tidak perlu khawatir. Sebab, petugas kebersihan Masjid Nabawi akan menyimpan barang tersebut di Mahfudzot, sebuah tempat penyimpanan di kawasan Masjid Nabawi.

"Jemaah cukup melaporkan ke petugas di posko jaga, apa barang yang tertinggal, terus dari kloter mana, menginap di mana dan tentunya detil barang yang tertinggal. Nanti petugas akan cek secara berkala 2 kali sehari," tegas Harun.

Dia sangat berharap jemaah haji Indonesia benar-benar mengikuti semua ketentuan yang disampaikan. Sehingga tidak terjadi pelanggaran dan pelaksanaan ibadah selama di Madinah benar-benar bisa berjalan dengan baik dan lancar.

 

Reporter: Lia Harahap/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya