Gelar Lebaran Depok Selama 3 Hari, Pemkot Gelontorkan Dana Rp186 Juta

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 05 Jun 2022, 08:33 WIB
Diperbarui 05 Jun 2022, 08:33 WIB
Pemkot Depok bersama KOOD saat membuka festival kebudayaan Lebaran Depok di Perumahan Shila at Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Perbesar
Pemkot Depok bersama KOOD saat membuka festival kebudayaan Lebaran Depok di Perumahan Shila at Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota atau Pemkot Depok bersama Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) menggelar festival kebudayaan yakni Lebaran Depok. Untuk penyelenggaraan Lebaran Depok selama tiga hari, Pemerintah Kota Depok memberikan anggaran sebesar Rp186 juta.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, mengatakan, Lebaran Depok menjadi pelestarian budaya yang terus dilaksanakan bersama KOOD. Hal itu untuk membantu pelaksanaan Lebaran Depok, Pemerintah Kota Depok memberikan bantuan anggaran melalui APBD Kota Depok.

"Total keseluruhannya Rp186 juta kalau bantuan dari masyarakat yang berpartisipasi total keseluruhan sekitar Rp200 juta," ujar Imam saat ditemui Liputan6, Sabtu (4/6/2022).

Imam menjelaskan, Lebaran Depok merupakan kegiatan yang pengenalan dan pelestarian budaya Kota depok. Setiap tahunnya Pemerintah Kota Depok bersama KOOD melaksanakan kegiatan Lebaran Depok. "Ini merupakan kegiatan yang sudah ketiga kalinya dan sangat luar biasa," katanya.

Seni dan kebudayaan Kota Depok perlu ditingkatkan sehingga warga Kota Depok mengenal warisan seni dan budaya Kota Depok. Pemerintah Kota Depok bersama KOOD berusaha mengangkat festival Lebaran Depok menjadi skala nasional bahkan internasional.

"Festival Lebaran Depok apabila partisipasi dari seluruh nasional keren banget kalau itu bisa terjadi," ucap Imam.

Imam mengungkapkan, Lebaran Depok jangan hanya menjadi sekedar mewariskan budaya namun menjadi bisnis, salah satunya UMKM. Dengan memperkenalkan UMKM Kota Depok melalui Lebaran Depok dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. "UMKM Kota Depok akan maju dan dikenal bahkan kalau bisa mendunia, itu keren banget nanti arahnya ke sana," ungkapnya.

Imam menuturkan, Pemkot Depok bersama KOOD sedang menyosialisasikan bahasa Depok melalui kamus. Nantinya, bahasa tersebut dapat digunakan seluruh warga Kota Depok selayaknya bahasa daerah lainnya, seperti jawa, minang, dan beberapa bahasa daerah lainnya.

"Karena bahasa merupakan suatu kekayaan dari budaya Indonesia," ujar Imam.

 


Rangkaian Budaya Warga Depok

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono. ©2021 Merdeka.com
Perbesar
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono. ©2021 Merdeka.com

Sementara itu, Ketua Panitia Lebaran Depok, Sudadih mengatakan, Lebaran Depok diselenggarakan pada 3 hingga 5 Juni 2022. Dalam acara Lebaran Depok ditampilkan sejumlah rangkaian budaya warga Kota Depok saat memasuki hari raya Idul Fitri, seperti motong kerbau Andilan, rantangan, pasar penghabisan, hingga menganyam ketupat.

"Jangan sampai kebudayaan Depok hilang karena perkembangan teknologi dan perubahan peradaban dunia, ini yang ingin kami kenalkan kembali," ujar Sudadih.

Selain memperkenalkan kembali seni dan kebudayaan, KOOD bersama Pemerintah Kota Depok berusaha mengangkat UMKM Kota Depok. Sebanyak 210 stand UMKM disediakan untuk memperkenalkan berbagai jenis UMKM Kota Depok mulai dari kuliner, pakaian, hingga handycraft.

"Jadi Lebaran Depok secara tidak langsung membangkitkan ekonomi warga melalui UMKM setelah pandemi Covid-19," kata Sudadih.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya