Cuaca Hari Ini Minggu 29 Mei 2022: Jakarta Cerah Berawan hingga Malam Nanti

Oleh Maria Flora pada 29 Mei 2022, 06:36 WIB
Diperbarui 29 Mei 2022, 06:37 WIB
Gunung Gede Pangrango Terlihat dari Kawasan Kemayoran
Perbesar
Langit biru menghiasi kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (18/2/2021). Jika cuaca cerah, kawasan Monumen Nasional, Jakarta seringkali dihiasi langit yang membiru. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca di sebagian besar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi (Jabodetabek) cerah berawan pada pagi ini, Minggu (29/5/2022).

Untuk daerah DKI Jakarta, cuaca cerah tersebut terjadi hingga malam nanti. Namun, patut diwaspadai adaya potensi hujan angin di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara. 

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Kepulauan Seribu dan Jakut pada dini hari hingga menjelang pagi hari," jelas BMKG di peringatan dini cuaca hari ini, Minggu. 

Sementara di daerah penyangga Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi hujan angin siang hingga sore hari. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Bogor.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga menjelang malam hari di Kabupaten Bogor," kata BMKG.

Sedangkan siang hari, hujan intensitas ringan turun merata di ketiga kota penyangga, terkecuali Tangerang.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Jakarta Barat  Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Cerah   Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Cerah   Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Cerah  Cerah Berawan
 Bekasi  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Depok  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Bogor  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan  Berawan  Berawan

Sensor Fleksibel dan Ekonomis untuk Pelaporan Cuaca Dikembangkan

Ilustrasi Cuaca Jakarta
Perbesar
Cuaca Jakarta Cerah Berawan (Istimewa)

Semetara itu, tim peneliti dari Osaka Metropolitan University dan University of Tokyo tengah  mengembangkan lembaran sensor yang dapat disisipkan dan ringan guna mengantisipasi kejadian cuaca buruk.

Lembaran itu menampilkan sensor resistif fleksibel dan analisis komputasi reservoir.

Sebagai perangkat tunggal, ia memungkinkan pengukuran volume rintik hujan dan kecepatan angin secara real-time. Selain itu, ia juga dapat melaporkan informasi cuaca saat ia dipasang misalnya pada payung, mobil, atau rumah.

"Temuan ini membuka pendekatan ekonomis untuk pelaporan cuaca, yang berkontribusi pada kesiapsiagaan bencana dan keselamatan masyarakat yang lebih besar," ujar Kuniharu Take, profesor di Osaka Metropolitan University dan peneliti utama di riset ini dikutip dari Eurekalert pada Selasa (17/5/2022).

Untuk menentukan volume hujan, sensor mengukur hambatan listrik yang dihasilkan ketika tetesan air hujan mengenai permukaannya. Sensor dilapisi oleh lembaran silikon superhidrofobik yang terbuat dari polydimethylsiloxane (PDMS), yang diresapi dengan graphene dan diproses lebih lanjut dengan laser.

Silikon superhidrofobik menolak tetesan air, yang memastikan daya tahan dan stabilitas sensor. Sementara tekstur laser memungkinkan kontrol dan pengukuran konstan terhadap perilaku tetesan air, baik itu statis (diam), meluncur, memantul, atau membelah pada permukaan sensor. 


Smartphone Bisa Bantu Tingkatkan Prakiraan Cuaca

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi Sepekan ke Depan
Perbesar
Awan mendung menggelayut di langit Jakarta, Kamis (1/2). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan dari sedang hingga tinggi akan terjadi hingga 1 minggu ke depan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sejumlah besar data GPS dari smartphone dan perangkat navigasi satelit dapat membantu meningkatkan pemahaman umum tentang fenomena cuaca dan membuat model prakiraan ini lebih presisi. Untuk tujuan ini, proyek CAMALIOT diluncurkan.

CAMALIOT

Mengutip Eurekalert, CAMALIOT adalah aplikasi smartphone berbasis Machine Learning yang bertujuan membangun infrastruktur untuk pengumpulan observasi dalam skala besar dari berbagai jenis dan kualitas penerima berkemampuan GPS.

Infrastruktur ini sedang dikembangkan oleh kelompok peneliti dari Benedikt Soja, profesor Geodesi Luar Angkasa di Departemen Teknik Sipil, Lingkungan, dan Geomatika di ETH Zurich, Swiss.

Aplikasi CAMALIOT memungkinkan pengguna mengakses dan mengumpulkan data satelit GPS mentah dari masing-masing smartphone, memanfaatkan frekuensi ganda dan chipset mult-konstelasi yang sekarang tersedia di smartphone Android modern.

Aplikasi ini dirancang oleh IIASA, di mana Linda See, seorang peneliti di Novel Data Ecosystems for Sustainability Research Group, melakukan supervisi atas proyek tersebut.

Infografis Cuaca Ekstrem Ancam 17 Wilayah Indonesia
Perbesar
Infografis Cuaca Ekstrem Ancam 17 Wilayah Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya