Kembangkan MRT Jakarta, Pemprov DKI Kerja Sama dengan Perusahaan Prancis

Oleh Liputan6.com pada 26 Mei 2022, 15:01 WIB
Diperbarui 26 Mei 2022, 15:01 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Dwi Aditya Putra/Merdeka.com)
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Dwi Aditya Putra/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka pengembangan jaringan dan layanan MRT, Pemerintah Provinsi Jakarta menjalin kerja sama dengan perusahaan perkeretaapian asal Prancis. Tujuannya demi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 30 persen pada 2030 sesuai komitmen pada Paris Agreement.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerangkan, demi mewujudkan masa depan transportasi perkotaan lewat pengembangan jaringan MRT Jakarta, kerja sama ini pun dilakukan.

"Kita semua menghadapi krisis iklim yang sama, perlu kerja kolaborasi dalam menyikapinya. Kita harus berpikir jauh ke depan, mendorong perubahan yang lestari dan berkelanjutan," ujar Anies dalam siaran persnya, dikutip Kamis (26/5).

"Dalam hal ini, MRT Jakarta akan menjadi tulang punggung dari perubahan mobilitas di Jakarta," tambahnya.

Dalam forum Investing in Urban Regeneration Forum 2022 (Forum Investasi Pembangunan Kota), kesepakatan kerja sama terjadi. PT MRT Jakarta menginisiasi kegiatan itu dengan melibatkan pelaku industri besar perkeretaapian di Prancis.

Pemprov DKI bertujuan menjawab tantangan terbesar dalam mengubah paradigma bermobilitas dari car oriented development, menjadi transit oriented development yakni memakai fasilitas transportasi umum di sebuah kota yang hampir berusia 500 tahun ini.

"Sebagai kota yang baru memulai MRT dibanding kota-kota metropolis dunia lainnya, di mana dari 240 kilometer jaringan MRT yang direncanakan, sekarang baru kita mulai dengan 16 kilometer, untuk itu kerja sama dibutuhkan," ucap mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan juga dua penandatanganan nota kesepahaman dengan dua perusahaan industri perkeretaapian ternama milik Prancis. Pertama, bersama Alstom terkait kerja sama Solusi Sistem Perkeretaapian yang mencakup skema pengadaan rolling stock, sinyal, infrastruktur serta layanan MRT Jakarta.

"Kita ingin bertukar pengalaman dan gagasan dari kota-kota dunia yang sudah lebih dulu mengadopsi sistem mobilitas lestari, seperti Paris," katanya.

 


Wajah Baru Jakarta

FOTO: Libur Lebaran di Tengah Pandemi, MRT Sepi Penumpang
Perbesar
Suasana sepi saat Lebaran di salah satu stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Minggu (24/5/2020). Di tengah pandemi virus corona COVID-19, pengguna MRT terpantau sepi dan tak seperti libur Lebaran sebelumnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Upaya MRT Jakarta menghadirkan masa depan transportasi di Indonesia yakni dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama dua perusahaan besar di bidang industri perkeretaapian Prancis.

Dengan kerja sama ini, Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, berharap pihaknya dapat menghadirkan wajah baru Jakarta sebagai masa depan pusat ekonomi baru dan terbarukan di Indonesia.

"Dengan Alstom, kita akan melihat kerja sama untuk membangun sistem perkeretaapian perkotaan yang paling tepat untuk Jakarta, baik dari aspek kereta, persinyalan, infrastruktur serta layanan MRT Jakarta," tuturnya.

"Sedangkan dengan Thales, kita akan menjajaki aspek teknologi dan solusi teknis terkait sistem tiket dan pembayarannya untuk pengembangan MRT Jakarta selanjutnya," jelas William.

Alstom merupakan perusahaan Prancis yang membuat TGV, kereta cepat pertama di Eropa. Sementara, Thales merupakan perusahaan teknologi yang terlibat dalam modernisasi sistem persinyalan kereta bawah tanah London Underground dan kereta cepat Turki.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya