Makna Mendalam Kenaikan Isa Almasih yang Diperingati Kamis Besok 26 Mei 2022

Oleh Liputan6.com pada 25 Mei 2022, 16:55 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 16:55 WIB
Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Berlangsung Khidmat
Perbesar
Umat Kristiani berdoa memperingati Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (14/5/2015). Peringatan Kenaikan Isa Almasih dijadwalkan akan berjalan hingga pukul 19.00 WIB. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Besok Kamis 26 Mei 2022 merupakan hari libur nasional dalam rangka memperingati Kenaikan Isa Almasih. Hari libur nasional pastinya dinantikan oleh masyarakat Indonesia, mulai dari anak sekolah hingga pekerja.

Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu hari raya umat kritiani untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Dalam tradisi Kristen, perayaan Kenaikan Isa Almasih ini selalu berpindah karena selalu jatuh pada hari ke-40 setelah Hari Raya Paskah.

Dalam Kisah Para Rasul, kepada murid-murid-Nya, Yesus berpesan "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi..". Dan Yesus pun terangkat ke surga, sambil disaksikan oleh murid-muridNya dalam keadaan tercengang.

Injil juga mencatat bahwa setelah itu, rasul-rasul Yesus kembali ke Yerusalem dari bukit Zaitun. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Pentakosta, melansir Antara, Rabu (25/5/2022).

Kisah Kenaikan tersebut sering menjadi subjek seni Kristen sejak abad ke-9, di mana adegannya digambarkan menjadi dua bagian pada kubah-kubah gereja, yakni bagian atas untuk pemandangan surgawi dan bagian bawah untuk pemandangan duniawi.

Gerakan pemberkatan oleh Kristus dengan tangan kanan ini ditujukan kepada kelompok di dunia di bawah-Nya dan memberi makna bahwa Ia sedang memberkati seluruh gereja.

Di tangan kiri-Nya, Ia membawa sebuah kitab Injil atau gulungan, yang memberi makna tentang pengajaran dan pemberitaan Injil ke seluruh dunia.

Dengan kenaikan Kristus ke surga, orang-orang Kristen percaya akan mendapat jaminan menjadi warga kerajaan surga, sehingga pikiran dan perasaan orang hanya tertuju ke surga sebagai tempat persinggahan yang terakhir.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peneguhan Keyakinan

Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Berlangsung Khidmat
Perbesar
Sejumlah jemaat mengambil teks misa sebelum melakukan ibadah memperingati Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (14/5/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kenaikan Yesus ke surga meneguhkan keyakinan orang Kristen bahwa Tuhan Yesus hidup, sehingga tidak perlu gelisah dan tawar hati dalam menghadapi segala pergumulan hidup sebagai orang yang beriman di bumi ini.

Kegelisahan hati yang membuat muka muram, iri hati, dendam, anakis, cemberut dan marah-marah, suatu tanda hati yang kosong, tiada damai sejahtera, dan tiada suka cita.

Tetapi, kenaikan Yesus ke surga meniadakan kegelisahan hati orang Kristen, melenyapkan kemarahan, kedengkian dan kejahatan, sehingga orang percaya diliputi dengan sukacita yang tidak terkatakan, walaupun masih hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan penderitaan.

Makna Kenaikan Yesus ke surga mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak hidup dalam kenikmatan duniawi saja, tetapi lebih memperhatikan kehidupan spiritual mereka.

Laurens Darmani, salah seorang penulis Kristen mengatakan kenaikan Yesus ke surga secara umum mengingatkan semua umat beragama di dunia ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, karena kenaikan tersebut memberi bukti konkrit kehidupan setelah kematian.

Semua agama di dunia ini pun menyadari bahwa bumi tempat tinggal ini hanyalah sementara, karena suatu saat nanti semua manusia juga akan meninggalkan dunia ini dan menghadap tahta pengadilan agung di alam baka nanti dimana setiap perbuatan manusia di dunia akan diperhitungkan.

 


Pemimpin yang Melayani

Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Berlangsung Khidmat
Perbesar
Sejumlah umat Kristiani melakukan ibadah misa kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (14/5/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dalam komunitas tradisional di Afrika, misalnya, pergantian kepemimpinan merupakan keputusan yang serius setelah seorang raja mangkat, dan pemilihan penerusnya dilakukan dengan sangat hati-hati, karena harus berasal dari keluarga kerajaan, penerus tersebut harus kuat, berani, dan bijaksana.

Putra Salomo, Rehabeam, akhirnya menjadi penerus takhta Salomo. Ternyata Rehabeam menunjukkan bahwa ia tidak cukup bijak sebagai raja dan akhirnya membuktikan kekhawatiran ayahnya.

Ketika rakyat meminta kondisi kerja yang lebih manusiawi, itulah kesempatan bagi Rehabeam untuk menunjukkan kepemimpinan yang melayani.

Infografis Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021
Perbesar
Infografis Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya