2 Pernyataan Jokowi Terkait Indonesia yang Sudah Tak Lagi Impor Beras

Oleh Devira Prastiwi pada 25 Mei 2022, 13:31 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 13:31 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan, Indonesia sudah tidak mengimpor beras selama tiga tahun terakhir. Padahal sebelumnya, kata Jokowi, Indonesia mengimpor 1,5 hingga 2 juta ton beras setiap tahunnya.

Jokowi pun berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan dengan menggenjot produktivitas petani beras di dalam negeri.

"Yang biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional V Projo, dikutip dari akun YouTube Palti West, Sabtu 21 Mei 2022.

Meski begitu, Jokowi mengakui, Indonesia memang masih mengimpor beras-beras khusus dari luar negeri, misalnya beras khas Jepang, Korea, dan India untuk konsumsi warga negara tersebut di Indonesia.

"Meskipun ada impor, kecil, tapi itu beras-beras khusus," papar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Selain itu, Jokowi mengklaim harga beras di Indonesia dijual lebih murah dibanding negara lain. Ia melakukan komparasi harga beras di Indonesia dengan negara lain seperti Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat.

"Saya cek harga beras dua hari ini rata-rata Rp 10.700. Coba kita liat negara lain, di Korea Selatan Rp 53 ribu, di Amerika Rp 52 ribu, dan di Filipina Rp 18 ribu. Ini yang harus kita syukuri," terang Jokowi.

Berikut sederet pernyataan Presiden Jokowi terkait Indonesia yang sudah tidak lagi mengimpor beras dihimpun Liputan6.com:

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Sama Sekali Tak Impor Beras Selama 3 Tahun Terakhir

Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat meninjau Gudang Beras Bulog , Jakarta, Rabu (25/2/2015). Pada kunjungan itu, presiden meresmikan penyaluran serentak beras miskin (raskin) dan operasi pasar beras tahun 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir, Indonesia sudah tidak mengimpor beras. Padahal sebelumnya, kata Jokowi, Indonesia mengimpor 1,5-2 juta ton beras setiap tahunnya.

Ia berharap, capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan menggenjot produktivitas petani beras di dalam negeri.

"Yang biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional V Projo, dikutip dari akun YouTube Palti West, Sabtu 21 Mei 2022.

Kendati demikian, Jokowi mengakui, Indonesia memang masih mengimpor beras-beras khusus dari luar negeri, misalnya beras khas Jepang, Korea, dan India untuk konsumsi warga negara tersebut di Indonesia.

"Meskipun ada impor, kecil, tapi itu beras-beras khusus," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

 


2. Klaim Harga Beras di Indonesia Lebih Murah Ketimbang Negara Lain

20170214-Indonesia Kirim Bantuan Beras ke Sri Langka-Jakarta
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengecekan saat melepas bantuan hibah 5.000 metrik ton (mt) beras kepada Pemerintah Sri Lanka di gudang Bulog, Jakarta, Selasa (14/2). Bantuan beras untuk korban kelaparan di Sri Lanka. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian Presiden Jokowi mengklaim harga beras di Indonesia dijual lebih murah dibanding negara lain. Ia melakukan komparasi harga beras di Indonesia dengan negara lain seperti Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat.

"Saya cek harga beras dua hari ini rata-rata Rp 10.700. Coba kita liat negara lain di Korea Selatan Rp 53 ribu, di Amerika Rp 52 ribu, dan di Filipina Rp 18 ribu. Ini yang harus kita syukuri," tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali selama tiga tahun terakhir. Biasanya Indonesia impor beras berkisar 1,5 juta hingga 2 juta ton per tahun.

Paling tidak, kata Jokowi, Indonesia impor beras khusus yang dikonsumsi oleh warga negara luar.

Infografis Pemilu Serentak 2024 dan Arahan Tegas Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Pemilu Serentak 2024 dan Arahan Tegas Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya