Jakarta Transisi Disebut Transisi Menuju Endemi, Anies: Saya Tidak Mainkan Perannya Pakar

Oleh Liputan6.com pada 24 Mei 2022, 17:17 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 17:54 WIB
Anies Baswedan meninjau vaksinasi Covid-19
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau vaksinasi Covid-19 yang digelar GP NasDem. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tidak bisa mengklaim kondisi Jakarta saat ini telah masuk ke tahap endemi, karena hak itu ranah dari para ahli. Meski, saat ini kelonggaran telah diberlakukan Pemprov DKI.

"I don't play expert I (saya bukan ahlinya), saya tidak akan memainkan perannya para pakar," kata Anies kepada wartawan, Selasa (24/5).

Menurutnya, terkait tahapan istilah kata pandemi atau endemi. Anies meminta hal terpenting kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

"Apalah arti sebuah terminologi karena faktanya kita harus disiplin kesehatan disiplin mengikuti semua protokol dan itu yang harus kita kerjakan. Apapun namanya itu tetap prinsipnya pada prinsip-prinsip prokes," jelasnya.

Disisi lain, Anies pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi penyebaran virus tetap terkendali. Agar Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta tetap bisa dipertahankan di level 1, bahkan bebas dari PPKM.

"Kita tentu mensyukuri kondisi stabilnya pandemi di Jakarta makin menurun dan kita berharap kondisi ini akan terus dan mudah mudahan nantinya kita tidak perlu lagi berada di dalam status PPKM," kata Anies.

Lanjut Anies, status PPKM level 1 yang dicapai oleh DKI Jakarta merupakan usaha dari setiap jajaran, seperti masyarakat, dinas kesehatan maupun aparat keamanan. 

"Ini adalah kerja kolosal tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja,tapi ini kerja bersama sehingga Jakarta makin stabil. Kepada Dinas Kesehatan dan aparat keamanan," ujarnya.

Tahap Masuk Endemi

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Indonesia sudah berada di fase pandemi Covid-19 terkendali dan masih membutuhkan sejumlah capaian lanjutan hingga dinyatakan sebagai endemi.

"Apakah kita bisa masuk fase endemi? Ada beberapa tahap yang harus dilewati, dari mulai pandemi, deseralasi, terkendali, eliminasi dan eradikasi," kata Dante saat menyampaikan pemaparan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (23/5).

Menurut Dante, Indonesia saat ini telah masuk periode pandemi Covid-19 yang telah terkendali. Alasannya, pandemi saat ini tidak menyebabkan gangguan pada aktivitas sosial masyarakat, kasus yang terus menurun secara konsisten dan angka kasus konfirmasi per hari dapat diprediksi.

"Kami tidak bisa bilang sudah masuk dalam fase endemi, tapi pandemi yang terkendali," kata dia, dikutip Antara.

 


Laju Penambahan Kasus Cenderung Rendah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kepulauan Seribu. (Liputan6.com/Winda Nelfira)
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keterangan pers usai meresmikan acara Jakarta Hajatan ke-495 di Kepulauan Seribu, Selasa (24/5/2022). Anies mengganti istilah Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta menjadi hajatan. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Dante mengatakan, saat ini perkembangan kasus Covid-19 di beberapa negara didominasi varian Omicron.

"Ada varian baru BA.4 dan BA.5, ini belum terlalu dominan dan belum ditemukan di Indonesia. Kami masih pantau Whole Genome Sequencing (WGS) kalau ada varian baru," kata Dante.

Dante menambahkan varian baru BA.4 dan BA.5 adalah turunan varian Omicron yang diperkirakan pakar kesehatan memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibanding Omicron. Namun secara hospitalisasi, kata Dante, tidak ada perbedaan dengan Omicron. Artinya, gejala yang dialami pasien tertular cenderung ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

"Varian baru ini memiliki kemampuan netralisasi pada orang yang sudah divaksinasi. Artinya, orang yang sudah divaksinasi masih bisa kena atau immune escape," ujar dia.

Dante menyatakan, laju kasus Covid-19 di Indonesia cenderung rendah berdasarkan hasil pengamatan selama periode setelah Lebaran 2022.

"Saat ini sekitar 250 kasus baru setiap hari dan yang meninggal rendah, hanya ada tiga orang, dalam beberapa hari ini, dan hospitalisasi kebanyakan atas permintaan pasien, tapi tidak ada kasus berat yang kelihatan," kata dia.

Sekitar 230 kasus berat yang dilaporkan dari sejumlah rumah sakit, kata Dante, umumnydialami pasien lansia yang belum menerima vaksinasi lengkap. "Ini jumlahnya sedikit. Umumnya pada pasien lansia dan belum vaksinasi lengkap," tandasnya.

Infografis 4 Indikator Cegah Penularan Covid-19
Perbesar
Infografis 4 Indikator Cegah Penularan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya