Polisi Pulangkan 26 Orang yang Ditangkap Saat Demo 20 Mei 2022

Oleh Ady Anugrahadi pada 24 Mei 2022, 15:35 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 15:35 WIB
Buruh dan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa
Perbesar
Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) bersama mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (21/5/2022). Aksi yang bertepatan dengan peringatan 24 tahun reformasi menyampaikan 14 tuntutan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Polisi memulangkan 26 orang yang sempat ditangkap saat demo di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Jumat 20 Mei 2022.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan berdalih, penyidik tak mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan ke-26 orang perserta unjuk rasa.

"Tidak diproses lebih lanjut karena tidak cukup kuat dengan bukti-bukti kejahatan kriminal," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Selasa (24/5/2022).

Zulpan menerangkan, ke-26 orang dipulangkan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Dia mengingatkan kepada semua pihak patuh terhadap undang-undang berlaku manakala menyampaikan pendapat di muka umum.

"Tentunya ini jadi pelajaran imbauan dari kami agar semua elemen yang ingin sampaikan pendapat dimuka umum agar menghormati ketentuan dan aturan," kata Zulpan.

Sebelumnya, Sebanyak 26 orang diamankan polisi usai demo buruh yang berlangsung ricuh di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jumat (20/5/2022) kemarin. Polisi sebut mereka adalah massa dari kelompok perusuh.

"Untuk pendemo dari Patung Kuda diamankan sebanyak 26 orang, di antaranya orator, termasuk provokator dan juga kelompok-kelompok yang juga ternyata mereka bukan kelompok mahasiswa," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

 

"Sehingga terjadi insiden itu (kericuhan)," ujar dia.


Diduga Disusupi Perusuh

Komarudin menerangkan, unjuk rasa di Patung Kuda kemarin diduga disusupi kelompok perusuh. Aksi yang awalnya berjalan damai seketika berakhir ricuh akibat adanya sekelompok massa yang mencoba merangsek barikade petugas.

"Aksi disusupi oleh kelompok-kelompok yang justru memprovokasi memaksakan diri ke barisan petugas yang membatasi, antara ruang gerak masyarakat umum dengan aksi," ujar dia.

Komarudin mengakui sempat terjadi gesekkan antara petugas dan massa perusuh. Akibat kejadian itu, Kapolsek dan Wakapolsek Gambir terluka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kormarudin menyebut, saat ini kondisi Kapolsek Gambir sedikit jauh lebih baik namun Wakapolsek Gambir masih dalam pemantauan dokter.

"Alhamdulillah (Kapolsek Gambir) sudah berangsur pulih, hanya satu (Wakapolsek Gambir) yang saat ini memang harus mendapatkan tindakan lebih lanjut menunggu hasil rontgen," ucap dia.

 


Diperiksa Intensif

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menambahkan, 26 orang sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

"Nanti kita lihat perkembangannya sampai siang nanti yah karena ini belum 1x24 jam. Nanti apabila tidak terpenuhi unsur-unsur pidananya kita akan pulang," ujar dia.

Zulpan menerangkan 26 orang dari kelompok aksi diamankan karena mencoba menerobos barisan kepolisian.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya