Update Covid-19 Senin 23 Mei 2022: Positif 6.052.764, Sembuh 5.893.340, Meninggal 156.534

Oleh Maria Flora pada 23 Mei 2022, 16:09 WIB
Diperbarui 23 Mei 2022, 16:10 WIB
Pemindahan Pasien Terinfeksi COVID-19
Perbesar
Petugas membawa pasien terindikasi terinfeksi COVID-19 dari ruang rawat Gedung Anton Soedjarwo Rumah Sakit Bhayangkara RS Sukanto menuju ruang rawat khusus COVID-19, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Kasus Covid-19 sudah ditemukan di 34 Provinsi di Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 hari ini, Senin (23/5/2022) kembali bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan terjadi peningkatan 174 pasien. 

Total kasus positif virus Corona terhitung sejak Maret 2020, kini menjadi 6.052.764 orang.

Seiring kenaikan jumlah pasien positif, mereka yang telah sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 juga ikut mengalami penambahan.   

Naik sebanyak 929 , sehingga angka kumulatif kasus sembuh dari paparan virus Corona di Indonesia hingga saat ini menyentuh angka 5.893.340 jiwa.   

Satgas Covid-19 juga mengungkap masih ada kasus meninggal dunia akibat Covid-19 pada hari ini. Jumlah keseluruhan warga yang berpulang akibat terpapar dilaporkan mencapai 156.534, setelah terjadi penambahan 12 orang.   

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Minggu, 22 Mei 2022, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Senin (23/5/2022) pada jam yang sama.

Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) mengintensifkan vaksinasi Covid-19 di lima kabupaten/ kota di Kalimantan Timur untuk mengejar rasio capaian, terutama untuk dosis kedua dan ketiga. Lima kabupaten/ kota itu adalah Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

Intensifikasi vaksinasi digelar BIN sepekan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menggelar layanan vaksinasi di rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun tempat-tempat umum yang mudah dijangkau masyarakat.

Menurut Kepala BIN Daerah Kalimantan Timur Brigjen TNI Danny Koswara, capaian vaksinasi di Kaltim tergolong baik untuk dosis pertama, yaitu sudah mencapai 100,95% dari target menurut data per 20 Mei. Sementara untuk dosis kedua tercatat 88,11%, dan dosis ketiga 25,99%.

  

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua


Gencarkan Vaksinasi

Tes Swab Massal untuk Melacak Covid-19 di Depok
Perbesar
Seorang perempuan mengikuti tes swab PCR massal di Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Selasa (5/1/2021). Puskesmas Pancoran Mas melakukan tes Swab PCR kepada warga yang pernah memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kabinda Kaltim melanjutkan, pemenuhan target vaksinasi sangat penting untuk mengawal fenomena melandainya kasus Covid-19 di Tanah Air, termasuk di Kaltim.

Dengan pelandaian kasus yang stabil, kini Pemerintah sudah bisa lebih melonggarkan pembatasan sosial agar masyarakat dapat lebih leluasa menjalankan aktivitas di berbagai bidang, baik ekonomi, pendidikan, sosial keagamaan, hingga budaya.

"Berkat vaksinasi yang kita gencarkan selama dua tahun terakhir, pandemi sudah semakin terkendali; dan pelonggaran aktivitas sosial sudah semakin luas. Hal ini harus kita syukuri dengan cara melanjutkan vaksinasi hingga tuntas ke dosis ketiga atau booster. Dengan demikian kekebalan komunal masyarakat semakin meningkat kualitasnya dan semakin bertahan lama," ujar Danny Koswara.

Pemerintah kini membolehkan masyarakat melepas masker saat berada di ruang terbuka yang tidak ramai. Demikian pula, Pemerintah menghilangkan keharusan menunjukkan hasil tes antigen atau PCR bagi mereka yang sudah vaksin booster.

"Pemerintah akan memberikan pelonggaran sesuai dengan hasil asesmen berbagai parameter pandemi. Karena Pemerintah juga menginginkan pemulihan perekonomian masyarakat berlangsung dengan baik. Karena itu kita dukung dengan perluasan cakupan dan peningkatan capaian vaksinasi ini," pungkas Danny Koswara.


Achmad Yurianto, Dari Dokter Militer Hingga Jadi Jubir Pertama Covid-19

Achmad Yurianto
Perbesar
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/7/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Dr. Achmad Yurianto meninggal dunia , Sabtu 21 Mei pada pukul 18.58 di Malang. Kabar tersebut dikonfirmasi humas Kementerian Kesehatan.

Sosok juru bicara Covid 19 Achmad Yurianto, tidak hanya dikenal sebagai wakil pemerintah dalam menyampaikan data-data selama awal pandemi covid-19, melainkan juga dikenal sosok yang humanis, humoris dan pekerja keras.

Salah satu catatan kenangan disampaikan Egy Massadiah, seorang jurnalis senior yang kerap bekerja bersama Yuri sejak awal pandemi.

"Yuri adalah sosok yang humanis,” kata Edy dari catatannya dalam buku Titik Nol Corona, yang dikutip Minggu (22/5/2022).

Egy mengenang sosok Yurianto yang meninggal dunia pada Sabtu 21 Mei 2022 itu sebagai sosok yang menyenangi seni. Meski sekilas nampak selalu serius dan kaku, Efy menyebut Yuri memiliki jiwa seni yang tinggi.

"Di luar yang Anda ketahui, sosok Yuri, sejatinya juga seorang seniman. Ia melukis sendiri motif batik baju yang dikenakan. Termasuk motif burung elang, flora-fauna, dan motif-motif lain. Di rumahnya, juga berjajar koleksi patung karyanya," tulis Egy.

Selama bekerja sebagai jubir dan melakukan prescon di Graha BNPB, tercatat 140 hari Yuri manggung. Egy menyebut Yuri tak pernah absen sekalipun. Bukan saja tak pernah absen, tapi juga tidak pernah terlambat sedetik pun.

Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya