GPDRR 2022 Dimulai, Diharapkan Jadi Ajang Cari Solusi Terhadap Penanganan Bencana

Oleh Liputan6.com pada 23 Mei 2022, 14:06 WIB
Diperbarui 23 Mei 2022, 14:06 WIB
Ajang Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR)
Perbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, bersama Perwakilan khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mami Mizutori menghadiri upacara pengibaran Bendera Sebagai Tanda Dimulainya GPDRR. (Sumber Foto: Komunikasi Kebencanaan BNPB).

Liputan6.com, Jakarta Ajang Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) telah dimulai pada Minggu 22 Mei 2022. Berkibarnya Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua Bali menjadi penanda solidaritas dan kerja sama global.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengajak kepada seluruh yang hadir dalam perhelatan GPDRR 2022 untuk memberikan upaya terbaik demi suksesnya kegiatan tersebut.

Menurut dia, GPDRR ini penting untuk bangkit bersama menuju ketangguhan bangsa dan dunia dalam menghadapi bencana melalui resiliensi yang berkelanjutan.

"Saya mengajak kita semua yang hadir pagi ini untuk memberikan upaya yang terbaik untuk suksesnya kegiatan ini. Mari kita bangkit bersama, bangkit menjadi lebih kuat, menuju ketangguhan bangsa dan dunia dalam menghadapi bencana melalui resiliensi yang berkelanjutan," kata Suharyanto dalam keterangannya seperti dikutip pada Senin (23/5/2022).

Sementara, Perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori dalam sambutan singkat mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah memfasilitasi kegiatan GPDRR yang ke-7 di Bali.

Dia berharap semoga melalui kegiatan ini didapatkan solusi yang telah dirumuskan sebagai implementasi Sendai Framework sehinggga terjadi ketangguhan bangsa-bangsa dalam menghadapi bencana melalui resiliensi yang berkelanjutan.

"Semoga melalui kegiatan ini didapatkan solusi dan pencapaian praktik-praktik dari implementasi Sendai Framework untuk pengurangan risiko bencana dan lebih meningkatkan ketangguhan secara menyeluruh melalui sustainable resilience," kata Mami Mizutori.

 


Rumah Resiliensi Indonesia Ajang Pamer Tangguh

Rumah Resiliensi Indonesia (RR-I) menjadi etalase Indonesia dalam menghadapi bencana. RR-I juga menjadi ruang pamer terhadap kemajuan pengurangan risiko bencana. RR-I menjadi bagian penyelenggaraan atau side event GPDRR ke-7.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pengalaman peristiwa bencana yang kita alami akan memperkuat modal sosial masyarakat Indonesia.

"Bisa juga menjadi pelajaran berharga bagi negara-negara lain," kata Muhadjir saat meresmikan Rumah Risiliensi Indonesia (RRI), di Bali Collection, Komplek BNDCC, Nusa Dua, Bali, Senin (23/5/2022).

RR-I merupakan prakarsa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama organisasi-organisasi masyarakat sipil dan lembaga-lembaga donor dan internasional di Indonesia serta lembaga usaha dan komunitas dengan dukungan penuh dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Bali (FPRB Bali).

Hadir juga pada peresmian RRI antara lain Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Sukawati, Sekretaris BNPB Lilik Kurniawan, utusan dari Kedubes Australia, USAID dan UNDP serta penggiat kebencanaan dari berbagai organisasi.

Dalam sambutan singkat, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas terlaksananya kegiatan RRI di Pulau Dewata Bali. Wagub Oka Artha Ardana mengatakan bahwa kegiatan pengurangan risiko bencana yang dikemas melalui wadah RRI sudah selayaknya dilaksanakan, mengingat Bali memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

 


Tiga Tema Besar

Pertemuan awal atau prepatory day Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) menggabungkan elemen pertemuan tatap muka dan jarak jauh. Ada tiga tema besar dalam pertemuan awal, yaitu Stakeholder Forum, World Reconstruction Conference 5 (WRC5) dan Multi-Hazard Early Warning Conference III (MHEWC-III) yang akan menghadirkan pembicara dari tingkat nasional dan internasional.

Pertemuan awal merupakan kegiatan yang menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor sebelum dibukanya GPDRR secara resmi pada Rabu nanti, 25 Mei 2022.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati mengatakan, ketiga pertemuan tersebut akan berbentuk 28 forum diskusi yang diselenggarakan 23-24 Mei 2022 di Bali International Convention Center (BICC).

“Pertemuan ini bisa dihadiri jurnalis maupun tamu yang sudah mendaftar sebelumnya,” ujar Raditya yang juga Ketua Sekretariat Panitia Nasional Penyelenggara GPDRR pada Senin (23/5/2022).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyediakan ruang kepada para pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dan bertukar praktik terbaik seputar pelibatan yang inklusif, kolaborasi, dan persiapan untuk sesi resmi Platform Global.

“Setiap harinya acara akan dimulai pukul 08.00 - 20.30 waktu setempat (WITA),” lanjutnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya