Cak Imin: PKB Siap Gabung Koalisi Indonesia Bersatu, Asal Capresnya Saya

Oleh Delvira Hutabarat pada 22 Mei 2022, 18:39 WIB
Diperbarui 22 Mei 2022, 18:39 WIB
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin.
Perbesar
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin saat menyampaikan pidato awal tahun 2022. (Foto: Dokumentasi PKB).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan siap bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu. Koalisi tersebut digagas oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun, ada syarat PKB bergabung Koalisi Indonesia Bersatu. Dia ingin diusung jadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 nanti.

"Saya siap bergabung asal capresnya saya," ujar Gus Muhaimin dalam keterangannya, Minggu (22/5/2022).

Wakil Ketua DPR RI ini menyambut baik gagasan koalisi tersebut sebagai ikhtiar untuk menyamakan kekuatan. "Saya menyambut baik itu, moga-moga nanti calonnya sama. Nggak tahu capresnya siapa," kata Cak Imin.

Dia menyatakan, PKB sangat terbuka untuk menjalin komunikasi dengan partai manapun dalam menyongsong Pemilu 2024. Dia mengaku di DPR pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Namun, belum ada yang dibidik secara khusus.

"Kita terbuka," ucap Gus Imin.

Dia kembali menegaskan bakal maju sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang.

Safari politik untuk menyatukan langkah dan mendapatkan dukungan sudah dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, PKB memiliki modal sekitar 10 persen, sehingga untuk bisa maju sebagai capres diperlukan tambahan sekitar 10 persen lagi kursi di parlemen.

 


Sebut Banyak yang Tanya

Cak Imin mengklaim, banyak dorongan dari berbagai kalangan, terutama warga nahdliyin yang menginginkannya maju sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang.

"Insyaallah kita siap bersama-sama menyukseskan pemilu dan maju sebagai capres. Itu keinginan sebagian besar warga kita, terutama nahdliyin dan nahdliyat supaya kita punya presiden yang mewakili warga nahdliyin," tutur Cak Imin.

Oleh karena itu, sebagai Ketum PKB, dia akan terus berikhtiar agar harapan masyarakat tersebut bisa terwujud. 

“Dalam survei-survei terakhir kita sudah di posisi 2, bersaing dengan Gerindra. Kita berharap pada 2024 nanti, kita minimal bisa merebut juara dua, syukur bisa terus melaju,” harap dia.


Koalisi Buka Pintu

Wakil Ketua Umum PPP, Zainut Tauhid Sa'adi, menyebut, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terbuka untuk mengusung capres-cawapres dari kalangan kader partai maupun non parpol. KIB tidak mematok figur tertentu untuk dijadikan capres-cawapres.

"Koalisi Indomesia Bersatu juga koalisi tanpa syarat untuk mendukung calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) dari partai koalisi, sehingga masih terbuka untuk dibicarakan bersama dalam memilih figur capres/cawapres yang tepat, memiliki elektabilitas tinggi dan yang pasti diterima oleh masyarakat. Baik itu dari kalangan kader partai maupun non partai," kata Zainut, Kamis (19/5).

"Berbeda dengan partai lain yang sudah mematok capres/cawapresnya, sehingga menutup dan mengunci kemungkinan adanya capres/cawapres dari yang lain," sambungnya.

Menurutnya, koalisi dengan berbasis kesetaraan ini yang memungkinkan semua pihak terlibat dan ikut menjadi penentu dalam memutuskan arah dan kebijakan strategis bersama dalam kedudukan yang sama dan sederajat. Baik itu dalam Pemilu Presiden maupun Pemilu legislatif.

"Hal itu menjadi modal dasar untuk membangun sebuah koalisi yang kokoh, rasional dan bermartabat. Bukan koalisi transaksional pragmatis yang hanya untuk kepentingan jangka pendek," ujarnya.


Sejarah Terbentuknya Koalisi

Golkar, PAN dan PPP mengumumkan nama koalisi Pemilu 2024 yang telah dideklarasikan Kamis (12/5). Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengungkap nama koalisi ini adalah Koalisi Indonesia Bersatu.

"Ketiga partai politik telah memiliki pengalaman dalam pemerintah dan dalam dinamika politik bangsa. Dengan visi partai yang dimilikinya dan berbagai pengalaman politik, kesemuanya bersepakat untuk menyatukan diri membangun koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Bersatu," kata Ace dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

Koalisi ini terbentuk juga karena melihat Pemilu 2014 dan 2019 yang menyisakan polarisasi yang kuat meski pemilu telah usai. Maka itu, Golkar, PAN dan PPP membentuk koalisi lebih awal agar Pemilu 2024 tidak terjebak hal yang sama.

Ace mengatakan, koalisi ingin pemilu tarung gagasan, ide dan prestasi. Sebab tujuannya hanya satu, menjadikan Indonesia yang lebih Makmur dan lebih maju di masa depan.

"Kalaupun ada persaingan, maka bentuknya harus friendly competition. Persaingan yang akan segera usai setelah pemilu juga usai. Karena kita butuh bersatu agar bisa bersama-sama membangun Indonesia," ujar Ace.

Maka itu, semangat tersebut dibawa dalam nama Koalisi Indonesia Bersatu. Nama ini juga merupakan gabungan simbol tiga partai

"Kalau dilihat-lihat sepintas lalu, kata bersatu itu juga merupakan gabungan dari simbol-simbol kami bertiga. BERingin lambangnya Golkar, SuryA (Matahari) Lambangnya PAN, dan BaiTUllah (Kakbah) Lambangnya PPP," ucap Ace.

"Jadilah kalau digabung menjadi Indonesia Bersatu. Filosofinya, sebuah harapan, menjadi sebuah koalisi yang berdiri kokoh, tumbuh kuat dan besar berkat sinar matahari, dan mendapatkan ridlo Allah SWT," pungkasnya.

Infografis Arah Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Koalisi Indonesia Bersatu. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Arah Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Koalisi Indonesia Bersatu. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya