Longsor di Bogor, Korban Terakhir Ditemukan Tewas Tertimbun Motor dan Bangunan

Oleh Achmad Sudarno pada 22 Mei 2022, 15:21 WIB
Diperbarui 22 Mei 2022, 15:21 WIB
Longsor di Bogor
Perbesar
Korban longsor di Bogor kembali ditemukan. Dengan demikian, jumlah total korban longsor di Bogor sebanyak 4 orang. (Liputan6.com/Achamd Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Operasi SAR pencarian korban yang tertimbun longsor di Kampung Pasirpogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor resmi ditutup. Penghentian operasi dilakukan setelah tim berhasil menemukan korban terakhir.

Korban longsor di Bogor ini ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB Minggu (22/5/2022), dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban diketahui atas nama Eneng (30).

"Siang ini satu korban sudah ditemukan. Jasad korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, di lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan sempat mengalami kesulitan untuk mengevakuasi korban terakhir ini. Sebab, tubuhnya tertimbun sepeda motor dan material turap serta atap bangunan.

"Jadi kesulitannya karena korban atas nama Eneng ini langsung tertimpa longsoran berlapis. Tergencet sepeda motor, bangunan rumah lalu turap. Kedalaman timbunan sekitar 2 meteran," ungkap Hamdan.

Menurutnya, dengan ditemukannya jasad Eneng maka total korban meninggal akibat tertimbun longsor sebanyak empat orang.

"Jadi total ada empat orang yang meninggal. Tiga orang jasadnya ditemukan Sabtu malam dan satu lagi siang hari ini," ujarnya.

Menurutnya, jasad Eneng kini sudah dievakuasi dan rencananya akan dibawa ke RS Kramatjati Jakarta Timur, setelah dilakukan proses pembersihan.

"Setelah selesainya tugas pencarian korban maka operasi kemanusiaan ditutup, dan semua unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras mengakibatkan tebing setinggi 8 meter longsor di Kampung Pasirpogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Sabtu sore 21 Mei 2022.

Material longsor menimpa bangunan rumah yang dihuni tiga kepala keluarga (KK). Kejadian ini mengakibatkan empat orang tertimbun longsor dan lima lainnya selamat.

Tiga korban lainnya yakni Duduh (40), Uum (70), dan Siti Nafisa (4) berhasil ditemukan pada Sabtu malam kemarin.


Jasad Nenek Gendong Cucunya

Dalam pencarian, tim SAR menemukan jasad Uum yang tengah menggendong cucunya, Siti Nafisa. Jenazah keduanya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua jenazah korban ditemukan di depan rumah yang kini sudah rata tertimbun material bangunan dari tembok penahan tebing yang longsor dari sebuah vila.

Satu rumah yang dihuni 3 kepala keluarga (KK) itu juga hancur tertimpa material longsor.

Dudih (45) menuturkan Uum yang menjadi salah satu korban longsor adalah ibu kandungnya. Sementara Nafisa adalah anak dari pasangan Hilman dan Eneng, yang tak lain keponakannya.

Hilman, adik kandungnya selamat dari maut, sedangkan Eneng tertimbun dan sampai pukul 12.00 WIB, Minggu (22/5/2022) masih belum ditemukan.

Dudih mengungkapkan saat melakukan pencarian, tim SAR menemukan jenazah Uum di bawah reruntuhan dalam posisi sedang menggendong cucunya.

"Waktu kejadian ibu saya (Uum) memang lagi sedang menggendong cucunya (Nafisa). Waktu ditemukan di teras juga posisinya sedang pelukan, menggendong gitu," ungkap Dudih ditemui di lokasi pengungsian.

Ia mengatakan, peristiwa longsor terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Sabtu sore kemarin.

 

Infografis banjir dan longsor di Jawa Tengah
Perbesar
Banjir dan longsor terjadi di Jawa Tengah bagian selatan (liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya