89.715 Jemaah Lunasi Biaya Perjalanan Haji

Oleh Liputan6.com pada 21 Mei 2022, 05:30 WIB
Diperbarui 21 Mei 2022, 05:30 WIB
Satu Juta Jemaah Dapat Beribadah Haji Tahun Ini
Perbesar
Umat Muslim berdoa selama bulan puasa Ramadhan di sekitar Ka'bah, tempat suci umat Islam, di kompleks Masjidil Haram di kota Saudi Mekah (9/4/2022). Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (9/4) mengizinkan satu juta jemaah untuk melaksanakan ibadah haji 1443 H. (AFP/Abdel Ghani Bashir)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Saiful Mujab mengatakan, tahap pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1443 H/2022 M dan konfirmasi keberangkatan bagi para jemaah haji reguler ditutup pada Jumat (20/5/2022).

Menurut dia, total ada 89.715 jemaah yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.

"Sampai ditutup sore ini, 89.715 jemaah telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26% dari kuota jemaah haji reguler yang berjumlah 92.246," kata Saiful di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

"Ini belum termasuk kuota Petugas Haji Daerah dan pembimbing yang berasal dari KBIHU," sambungnya.

Dia menuturkan, proses pelunasan dan konfirmasi keberangkatan bagi jemaah haji 1443 H/2022 M dibuka selama dua pekan, 9-20 Mei 2022.

Dalam waktu yang bersamaan, lanjut Saiful, pihaknya juga telah memberi kesempatan bagi jemaah untuk melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan dengan status cadangan.

Total ada 12.294 jemaah dengan status cadangan telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.

"Jadi, sisa kuota yang berjumlah 2.531 ini diisi oleh jemaah cadangan yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan yang jumlahnya mencapai 12.294," kata Saiful.

Konfirmasi keberangkatan harus dilakukan oleh jemaah yang sudah melunasi Bipih 1441 H/2020 M.

 


20 Calon Jamaah Haji Asal Kota Tangerang Gagal Berangkat

Setelah menunggu dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya kuota haji kembali dibuka pada 2022 ini. Namun sayangnya, terdapat 20 calon jemaah haji asal Kota Tangerang, Banten yang gagal berangkat pada tahun ini.

Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang, Tutun mengungkapkan, calon jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini dipicu beberapa alasan, seperti masih berusia di bawah 18 tahun.

Sementara regulasi pelaksanaan ibadah haji di tahun 2022 hanya memperbolehkan jemaah yang berusia di atas 18 tahun hingga 65 tahun.

“Ada yang mengundurkan diri karena ada yang meninggal, sedang hamil, kemudian ada yang mengundurkan diri karena istrinya masuk (porsi keberangkatan tahun 2022) suaminya enggak masuk, kemudian ada juga yang usianya lebih dari 65 tahun sesuai yang ditentukan Arab Saudi,” ujarnya, Jumat (20/05/2022).

Tutun mengatakan, untuk menggantikan posisi para jemaah yang gagal berangkat haji, Kantor Kemenag Kota Tangerang akan menunjuk orang dari kuota cadangan dan ditentukan secara acak. Setidaknya terdapat 175 jemaah cadangan di Kota Tangerang.

"Jemaah cadangan akan menggantikan jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini," kata Tutun.

 


860 Kuota untuk Tangerang

Diketahui, kuota keberangkatan Haji di Kota Tangerang tahun ini mencapai 860 calon jemaah. Mereka akan diberangkatkan pada 4 Juni mendatang.

"Ratusan jemaah itu diberangkatkan setelah menunggu selama 10 tahun sejak 2012 mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji," ujarnya.

Nantinya, dari jumlah 860 jemaah haji tersebut bakal terbagi dalam tiga kloter. Sebanyak 393 jemaah bakal diposisikan di dua kloter yang hanya berisikan jemaah asal Kota Tangerang. Kemudian, sisanya ditempatkan di kloter campuran dengan jemaah kota/kabupaten lain.

Sebelum dipindahkan ke Asrama Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur, nantinya para rombongan haji asal Kota Tangerang tersebut bakal dikumpulkan terlebih dahulu di Masjid Raya Al-Azhom untuk mengikuti acara pelepasan jemaah haji.

 

Reporter: Pudji Tri Wachyuni/SCTV

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya