Harapan Partai Garuda BUMN Bisa Jadi Sponsor Ajang Balap Formula E Jakarta

Oleh Liputan6.com pada 20 Mei 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 17:04 WIB
Ajang Formula E Jakarta Siap Digelar
Perbesar
Foto udara memperlihatkan Jakarta International E-Prix Circuit di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Federation Internationale de Automobile (FIA) Formula E Jakarta E-Prix menyatakan ajang balap mobil listrik pada 4 Juni mendatang diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap kebangkitan ekonomi pascapandemi COVID-19 yang bakal dirasakan pelaku usaha dan masyarakat melalui Jakarta E-Prix. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Ajang balap Formula E sampai saat ini belum memiliki sponsor. Hingga Kamis 19 Mei 2022, belum ada konfirmasi BUMN menjadi bagian sponsor pada ajang pertandingan balap mobil listrik tersebut.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnadi, pagelaran Formula E bukan lagi soal siapa yang menyelenggarakannya.

"Pagelaran Formula E tinggal hitungan hari, masih terkendala dengan sponsor dan tiket, saya pikir ini bukan hanya soal siapa yang menyelenggarakan, tapi ini soal bangsa dan negara ini, karena Formula E adalah ajang Internasional," ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Jumat (20/5/2022).

Oleh karena itu, Teddy pun berharap agar BUMN mau ikut memberi sponsor ajang balap Formula E tersebut.

"Maka saya berharap BUMN segera mensponsori kegiatan ini, masyarakat ayo berbondong-bondong beli tiket untuk ramaikan acara ini. Jangan permalukan bangsa ini, ayo kita sama-sama nonton Formula E, lupakan soal politik, ini waktunya kita menjaga marwah bangsa," ucap Teddy.

Dia menyampaikan, terkait hitungan untung rugi dari acara balap mobil listrik tersebut, alangkah lebih baik ikut meramaikan mensponsorinya.

"Soal hitung-hitungan nanti saja belakangan, soal kalah menang nanti saja belakangan, soal politik nanti saja belakangan, karena ketika pagelaran ini tercoreng, maka yang tercoreng bukan hanya lawan politik tapi kita semua. Lupakan dulu soal itu, ayo bareng-bareng sukseskan formula E. Jangan sampai bangsa ini ditertawakan oleh bangsa-bangsa lain," jelas Teddy.

Sebelumnya, Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni berharap adanya sponsor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebab, hingga Kamis 19 Mei belum ada konfirmasi BUMN menjadi bagian sponsor pada ajang pertandingan balap mobil listrik tersebut.

"Saya dan tim penyelenggara berharap banget BUMN sponsor, belum ada (BUMN menjadi sponsor Formula E)," kata Sahroni dalam konferensi pers di Kawasan Ancol Jakarta Utara, Kamis 19 Mei 2022.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sudah Ajukan ke Menteri BUMN

Ajang Formula E Jakarta Siap Digelar
Perbesar
Para pekerja melakukan proses pembangunan Jakarta International E-Prix Circuit di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Federation Internationale de Automobile (FIA) Formula E Jakarta E-Prix menyatakan ajang balap mobil listrik pada 4 Juni mendatang diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap kebangkitan ekonomi pascapandemi COVID-19 yang bakal dirasakan pelaku usaha dan masyarakat melalui Jakarta E-Prix. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dalam konferensi pers tersebut, panitia sempat menjabarkan perusahaan yang menjadi sponsor Formula E Jakarta, meski belum dapat mempublikasi entitas perusahaan tersebut.

Ada delapan perusahaan tersebut yang digadang-gadang menjadi sponsor Formula E Jakarta yaitu; bank lokal, bank nasional, perusahaan telekomunikasi, perusahaan listrik, perusahaan makanan dan minuman, perusahaan bidang kesehatan, perusahaan telekomunikasi, dan perusahaan otomotif.

Terdapat bank dalam daftar sponsor tersebut. Hanya saja, Sahroni memastikan belum ada bank di bawah naungan BUMN menjadi sponsor agenda ini.

"Belum ada. BUMN kan bank plat merahnya gede-gede ada Mandiri, BNI, BRI, itu belum," kata Sahroni.

Sahroni menyampaikan, pihaknya telah menemui Menteri BUMN, Erick Thohir pada 9 Mei untuk mengajukan proposal. Namun hingga saat ini belum mendapatkan respons.

"Sudah, langsung ke menteri BUMN, Pak Erick Thohir, sudah ngadep juga tanggal 9 Mei, habis Presiden dateng hari Kamis, Senin gue ngadep Pak ET (Erick Thohir) sampaikan proposal, sampai hari ini belum ada feedback," jelas Sahroni.

 


Informasi Sponsor Akan Disampaikan Berkala

Ajang Formula E Jakarta Siap Digelar
Perbesar
Para pekerja melakukan proses pembangunan Jakarta International E-Prix Circuit di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Federation Internationale de Automobile (FIA) Formula E Jakarta E-Prix menyatakan ajang balap mobil listrik pada 4 Juni mendatang diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap kebangkitan ekonomi pascapandemi COVID-19 yang bakal dirasakan pelaku usaha dan masyarakat melalui Jakarta E-Prix. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, Vice Managing Director Formula E, Gunung Kartiko menyampaikan, informasi tentang sponsor akan disampaikan secara berkala. "Minggu depan kita akan sampaikan kembali," ujar Gunung.

Jika sponsor belum ada publikasi, panitia pelaksana mengumumkan bahwa kursi untuk kategori VVIP sudah laku terjual lebih dari 50 persen dari jumlah total 1.500 kursi.

Kemudian untuk kategori VIP, dari total 1.050 sudah habis terjual. Grandstand, dari 10.000 kursi yang disediakan sudah 70 persen terjual. Dan kategori Ancol festival, 40.000 sudah 15 persen terjual.

"Festival sampai saat ini 15 persen dari sini kita bisa melihat bahwa yang beli tiket tidak hanya dari masyarakat Indonesia, 50 persen lebih dari warga negara asing sehingga itu diharapkan bisa membawa devisa," jelas Gunung.

 


Pastikan Tak Akan Rugi

Ajang Formula E Jakarta Siap Digelar
Perbesar
Para pekerja melakukan proses pembangunan Jakarta International E-Prix Circuit di kawasan Ancol, Jakarta, Selasa (17/5/2022). Federation Internationale de Automobile (FIA) Formula E Jakarta E-Prix menyatakan ajang balap mobil listrik pada 4 Juni mendatang diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap kebangkitan ekonomi pascapandemi COVID-19 yang bakal dirasakan pelaku usaha dan masyarakat melalui Jakarta E-Prix. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Ahmad Sahroni juga menyatakan, pelaksanaan Formula E Jakarta tidak akan merugi. Namun, untuk mendapatkan keuntungan berlebih pun tidak mungkin.

"Skala bisnis, tidak mungkin bisnis merugi, enggak mungkin. Tapi kalau untuk mendapatkan keuntungan lebih, itu pun enggak mungkin karena ini tahapannya baru pertama," kata Sahroni.

Dia menekankan, penonton Formula E justru mendapatkan keuntungan menikmati wahana yang ada di Ancol. Terkecuali Faunaland dan Gondola.

"Pokoknya gini, Ancol dibayar masuk kan? Semuanya punya kepentingan, semuanya punya benefit, benefitnya gua enggak perlu jelasin, itu dapurnya bisnis," tandasnya.

Terlepas keuntungan dari pelaksanaan Formula E Jakarta yang dijadwalkan digelar pada 4 Juni 2022, Sahroni berharap, konstruksi kegiatan acara ini dapat berjalan sesuai harapan.

Momen Formula E di Jakarta menurut Sahroni juga sebagai ajang unjuk gigi Jakarta dalam taraf internasional.

Infografis Sirkuit Formula E Dilarang di Monas. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Sirkuit Formula E Dilarang di Monas. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya