PDIP: Rakyat Akan Apresiasi Prestasi Menteri, Bukan Pencitraannya

Oleh Liputan6.com pada 20 Mei 2022, 12:06 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 12:16 WIB
Bersama Ratusan Kader PDIP, Ahok dan Djarot Hadiri Upacara HUT ke-74 RI
Perbesar
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, meminta para menteri fokus bekerja untuk rakyat, bukan justru pencitraan untuk kepentingan maju di pilpres 2024.

"Bukan pencitraan yang dikedepankan, bukan gerak untuk capres yang dikedepankan, tapi gerak untuk mencetak prestasi bagi rakyat, maka otomatis rakyat akan mengapresiasi. Itu hukum dalam demokrasi yang itu seharusnya para menteri memahami hukum demokrasi," ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (20/5).

Hasto menegaskan, dalam konstitusi, menteri adalah pemerintahan sehari-hari. Karena itu seluruh menteri punya tanggungjawab moral sebagai pembantu presiden.

"Punya tanggung jawab kepemimpinan untuk bekerja untuk rakyat. Bahwa di dalam diri menteri ada yang punya suatu cita-cita bagi masa depan, tetapi cita-cita ini tidak boleh mengalahkan skala prioritas utama bagi kerja untuk rakyat, sehingga semua harus inherent," jelasnya.


Fokus Kerja

Maka dari itu, imbauan dari Presiden Jokowi agar menteri konsentrasi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari harus dijalankan. Rakyat juga akan mengapresasiasi jika pembantu Presiden mencetak prestasi.

"Karena itulah, kami juga, karena adanya imbauan dari presiden Jokowi agar seluruh menteri konsentrasi pada tugasnya pada pemerintah sehari-hari dengan mencetak prestasi karena PDIP percaya, kalau mencetak prestasi ini diakui rakyat, maka ini akan membangun legitimasi kepemimpinan menteri. Itu yang harus dilakukan," tutur Hasto.


Soal KIB

Hasto Kristiyanto juga angkat bicara soal terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang di dalamnya terdapat Golkar, PAN dan PPP. Menurut Hasto, PDIP punya tanggung jawab menyatukan seluruh parpol yang bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“PDI Perjuangan punya tanggung jawab untuk terus membangun kohesifitas dari kerjasama parpol ini, agar apa yang jadi harapan rakyat untuk dijawab oleh Bapak Presiden Jokowi dapat dijalankan. Terlebih masalah pandemi, dampaknya masih kita rasakan sampai saat ini,” kata Hasto.

Hasto mengingatkan agar tidak membawa atau membahas Pemilu 2024 terlalu dini. Sebab, saat ini pemilu masih jauh dan masih ada pandemi.

“Meski PDIP menyadari setiap partai juga bersiap kontestasi di 2024 mendatang, tapi kepentingan rakyat harus jauh lebih dikedepankan. Jangan membawa kontestasi terlalu awal,” tegas dia.

Sumber: Muhammad Genantan/Merdeka.com

Infografis Pemilu Serentak 2024 dan Arahan Tegas Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Pemilu Serentak 2024 dan Arahan Tegas Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya