Wagub Uu Salurkan 56 Ton Beras Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Pangandaran

Oleh Muhammad Fachri Darmawan pada 20 Mei 2022, 11:07 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 11:07 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Perbesar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menyerahkan 56 ton beras bantuan Pemda Provinsi Jawa Barat kepada warga terdampak banjir di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. (Foto: Biro Adpim Jabar)

Liputan6.com, Pangandaran Petani Paledah mengalami kerugian akibat banjir yang merendam 517 hektare sawah produktif milik mereka. Wakil Gubernur, Uu Ruzhanul Ulum tanggap cepat untuk menanggulangi kerugian yang terjadi. Ia menyerahkan 56 ton beras bantuan Pemda Provinsi Jawa Barat kepada warga terdampak banjir di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

"Saya hadir menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir," ujar Uu Ruzhanul Ulum saat menyerahkan bantuan di kantor Desa Paledah, Kabupaten Pangandaran, Kamis (19/5/2022).

Pak Uu-- sapaan Uu Ruzhanul-- menyebut perlu kerja sama semua stakeholders menyelesaikan persoalan banjir menahun di kawasan ini. Dalam hal ini Pemda Provinsi Jabar, Pemda Kabupaten Pangandaran, Pemda Kabupaten Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy harus berkolaborasi. Sebab air yang menggenangi kawasan Paledah (Pangandaran) berasal dari luapan Sungai Citanduy yang mengalir dari Lakbok, Kabupaten Ciamis.

"Sebelumnya saya pernah ke sini juga perkara banjir, solusinya tidak bisa satu daerah, karena nyambung dengan Ciamis di antaranya daerah Lakbok," kata Uu.


Rencana Bangun Embung

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Perbesar
Uu juga mengungkap bahwa Pemda Provinsi Jabar sempat merencanakan membangun embung di kawasan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Pak Uu juga mengungkap bahwa Pemda Provinsi Jabar sempat merencanakan membangun embung di kawasan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Sehingga air yang meluap di aliran Sungai Citanduy dapat ditampung.

Embung juga dapat berfungsi sebagai sarana irigasi di kala musim kemarau. Selain itu, pengerukan dan penyodetan Sungai Citanduy juga dapat menjadi solusi. Maka, sekali lagi, diperlukan kolaborasi dengan para pihak terkait.

"Atau pengerukan aliran sungai dan lainnya, kemudian sodetan agar air mengalir lancar," kata Dia.

"Oleh karena itu perlu inovasi dan kolaborasi supaya di sini tidak ada banjir langganan. Kasihan masyarakat. Sekarang kita sedang mendorong swasembada pangan, tapi potensi sawah terganggu diabaikan," sambung Pak Uu

"Kami akan segera adakan rapat dengan mengundang BBWS dan perwakilan dari orang daerah sini, mudah- mudahan ini dapat berjalan lancar," tambahnya.

Kepala Desa Paledah Sano menghaturkan rasa terimakasih atas bantuan sebagai bentuk perhatian Pemda Provinsi Jabar untuk masyarakat Paledah yang terdampak banjir.

"Bantuan beras dapat menunjang ketersediaan pangan," kata Sano.

Sementara itu, sebanyak 517 hektare sawah yang terendam merupakan salah produktif yang bisa menghasilkan 5-6 ton sawah per hektarnya. Adapun dalam setahun sawah diperkirakan bisa dua kali panen. Ia juga menyelipkan harapan agar ada solusi bagi banjir yang menggenangi lahan persawahan di Desa Paledang.

 

(*)

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya