Djarot Pastikan PDIP Tak Terganggu dengan Koalisi Indonesia Bersatu

Oleh Fachrur Rozie pada 18 Mei 2022, 14:09 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 14:09 WIB
Bersama Ratusan Kader PDIP, Ahok dan Djarot Hadiri Upacara HUT ke-74 RI
Perbesar
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sekaligus sebagai Inspektur memimpin upacara HUT ke-74 RI di Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI tersebut diikuti ribuan kader dan simpatisan partai PDIP. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan kaderisasi Djarot Saiful Hidayat memastikan partainya tak terganggu dengan bergabungnya tiga partai dalam Koalisi Indonesia Bersatu. Tiga partai itu yakni Golkar, PAN, dan PPP.

"Enggak (terganggu). Biasa saja," ujar Djarot di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2022).

Dia mengatakan, proses menuju Pemilu 2024 masih lama. Menurut dia, PDIP masih fokus membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

"Jadi kita masih belum berpikir pada koalisi-koalisi seperti itu, kita lebih mementingkan skala prioritas bagaimana membantu rakyat pasca-pandemi Covid-19," kata dia.

Lagipula, lanjut Djarot, keputusan koalisi merupakan kewenangan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kita masih belum membahas itu ya, tapi amanat kongres lima Bali untuk masalah pilpres kan menjadi kewenangan ketua umum, hak prerogatif ketum," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar-Puan (LGP) Mochtar Mohamad menilai, koalisi tiga partai yakni Golkar, PPP, dan PAN yang dinamai dengan Koalisi Indonesia Bersatu perlu diuji kesolidannya. Pasalnya, banyak yang menduga koalisi tersebut memiliki tujuan lain di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

"Pertemuan ketum tiga partai sengaja diekspose agar ada kesan sebagai langkah awal Koalisi 2024. Padahal patut kita curigai, bukan itu tujuan terbentuknya Koalisi ini," ujar Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar-Puan (LGP) Mochtar Mohamad dalam keterangannya, Sabtu (14/5/2022).

 


Buru Jabatan?

Mochtar menduga, koalisi ini cenderung memburu jabatan pada saat nantinya Jokowi jadi melakukan reshuffle kabinet.

"Bisa jadi nanti formasi baru reshuffle kabinet ada penambahan nama dari koalisi tersebut," kata dia.

Kecurigaan Mochtar bukan tanpa dasar, sebab tiga partai tersebut tidak punya jagoan mumpuni untuk ditandingkan pada Pilpres 2024. Dari hasil survei terakhir yang dirilis Charta Politika misalnya, elektabilitas ketiga Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Bersatu rata-rata di bawah satu persen.

Dengan fakta tersebut, Mochtar berkeyakinan bahwa, koalisi tiga partai bukanlah koalisi yang dipersiapkan untuk Pilpres 2024. Bahkan, menurut Mochtar, koalisi tersebut hanya akan bertahan seumur jagung.

"Koalisi semacam ini berpeluang tidak tahan lama dan bisa bubar di tengah jalan," kata dia.

Menurut Mochtar, koalisi tiga partai ini bisa jadi lahir tanpa sepengetahuan Jokowi. Apalagi Koalisi ini lahir dari partai koalisi pemerintah. Jika itu yang terjadi, maka bisa saja hal ini dimainkan oleh satu anggota kabinet Jokowi.

Namun jika tidak diketahui, maka pantas bagi Jokowi mereshuffle para pembantunya, dalam hal ini menteri yang kinerjanya kurang memuaskan.

"Pantas mereka di reshuffle, karena persoalan ekonomi bangsa tahun ini merupakan terparah sepanjang kepemimpinan Jokowi," kata dia.

Mochtar mengatakan, munculnya Koalisi tiga partai yang lahir dari koalisi besar pemerintah, juga menunjukkan kesan tidak solid dalam tubuh pemerintahan Jokowi. Menurutnya, hal ini merugikan pemerintah.

"Kesan lain yang muncul kalau tiga partai yang telah membentuk Koalisi tersebut tidak percaya diri menghadapi Pileg dan Pilpres," pungkasnya.

 


Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu

Golkar, PAN dan PPP mengumumkan nama koalisi Pemilu 2024 yang telah dideklarasikan Kamis (12/5). Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengungkap nama koalisi ini adalah Koalisi Indonesia Bersatu.

"Ketiga partai politik telah memiliki pengalaman dalam pemerintah dan dalam dinamika politik bangsa. Dengan visi partai yang dimilikinya dan berbagai pengalaman politik, kesemuanya bersepakat untuk menyatukan diri membangun koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Bersatu," kata Ace dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

Koalisi ini terbentuk juga karena melihat Pemilu 2014 dan 2019 yang menyisakan polarisasi yang kuat meski pemilu telah usai. Maka itu, Golkar, PAN dan PPP membentuk koalisi lebih awal agar Pemilu 2024 tidak terjebak hal yang sama.

Ace mengatakan, koalisi ingin pemilu tarung gagasan, ide dan prestasi. Sebab tujuannya hanya satu, menjadikan Indonesia yang lebih Makmur dan lebih maju di masa depan.

"Kalaupun ada persaingan, maka bentuknya harus friendly competition. Persaingan yang akan segera usai setelah pemilu juga usai. Karena kita butuh bersatu agar bisa bersama-sama membangun Indonesia," ujar Ace.

Maka itu, semangat tersebut dibawa dalam nama Koalisi Indonesia Bersatu. Nama ini juga merupakan gabungan simbol tiga partai

"Kalau dilihat-lihat sepintas lalu, kata bersatu itu juga merupakan gabungan dari simbol-simbol kami bertiga. BERingin lambangnya Golkar, SuryA (Matahari) Lambangnya PAN, dan BaiTUllah (Kakbah) Lambangnya PPP," ucap Ace.

"Jadilah kalau digabung menjadi Indonesia Bersatu. Filosofinya, sebuah harapan, menjadi sebuah koalisi yang berdiri kokoh, tumbuh kuat dan besar berkat sinar matahari, dan mendapatkan ridlo Allah SWT," pungkasnya.

 


Alasan Berkoalisi Lebih Awal

Partai Golkar, PAN, dan PPP telah sepakat membentuk koalisi untuk Pemilu 2024. Ketiga partai ini mengumumkan koalisi lebih awal lantaran tidak ingin mengulang Pemilu sebelumnya yang menyebabkan perpecahan, karena hanya ada dua pasangan calon.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, kerja sama lebih awal dibangun untuk memperkuat kebersamaan tiga partai politik ini.

"Kita ingin menunjukkan atau mendemonstrasikan sebuah kerja sama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antar sesama parpol untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan hal-hal yang sama itu bagaimana," ujar Suharso usai pertemuan di Rumah Heritage, Jakarta, Kamis (12/5/2022) malam.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, koalisi lebih dini ini dibangun agar tidak terjadi perpecahan seperti pengalaman Pemilu sebelumnya.

"Kita akhiri pengalaman sengketa yang kemarin mari kita saling menyayangi, saling mencintai menghargai. Menista membenci kita hilangkan," kata Zulkifli.

Suharso sepakat dengan Zulkifli untuk menghilangkan perpecahan yang terbawa dari Pemilu sebelumnya.

"Kemudian kita menjauhkan hal-hal yang tadi disampaikan oleh Pak Zul supaya tidak terulang lagi dalam Pemilu-Pemilu yang akan datang, karena sebagai bangsa yang besar kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita juga bisa dengan suka cita melaksanakan Pemilu dengan baik," tuturnya.

Meski koalisi dibangun lebih dini, dia memastikan, tidak menganggu pemerintahan yang tengah didukung oleh Golkar, PPP dan PAN. Ketiganya berkomitmen akan menuntaskan pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga selesai. Bahkan akan melanjutkan pembangunan yang telah dikerjakan.

"Kami ingin memastikan seluruh perjalanan pertanggung jawaban yang harus diemban pemerintah masa kita harus selesai dengan tuntas dan dengan baik melahirkan legacy-legacy bagi rakyat dan bangsa sampai dengan masa jabatan 2024 ini. Dan tentu banyak hal yang baik dan bagus yang patut untuk dilanjutkan di masa yang akan datang," tegas Suharso.

Infografis Ragam Komentar Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Ragam Komentar Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya