Cuaca Hari Ini Rabu 18 Mei 2022, Pagi Cerah Berawan, Siang Jabodetabek Hujan Petir

Oleh Maria Flora pada 18 Mei 2022, 06:16 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 07:57 WIB
Ilustrasi Cuaca Jakarta Cerah Berawan
Perbesar
Ilustrasi Cuaca Jakarta Cerah Berawan

Liputan6.com, Jakarta Cuaca cerah berawan menaungi wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pagi hari ini, Rabu (18/5/2022). 

Sementara, potensi hujan angin diselingi petir dan angin kencang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bakal terjadi siang hingga menjelang malam hari.

Untuk wilayah Jakarta bagian selatan dan timur, potensi hujan petir dilaporkan terjadi pada sore hingga malam nanti. 

"Waspada potensi hujan disertai kilat/ petir dengan durasi singkat di sebagian wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hingga menjelang malam hari," jelas BMKG di peringatan dini cuaca hari ini, Rabu.

Sementara, untuk daerah penyangga Jakarta, potensi yang sama hingga disertai angin kencang terjadi siang hingga malam hari. 

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hingga menjelang malam hari di wilayah Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab dan Kota Bekasi," ungkap BMKG

Berikut informasi prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Berawan  Berawan
Bekasi Cerah Berawan Berawan Hujan Ringan
Depok  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Berawan
Bogor  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Berawan
Tangerang  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan

Kata BMKG soal Cuaca Terik di Indonesia

Waspada, Cuaca Jakarta Memanas
Perbesar
Warga beraktivitas menggunakan payung saat suhu udara mencapai 35 derajat Celcius di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah) Event

Masyarakat di beberapa wilayah Indonesia merasakan panas terik akhir-akhir ini. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap suhu maksimum selama periode 1-7 Mei 2022 berkisar antara 33 - 36.1 °C dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 °C terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyebut, kondisi suhu terik di wilayah Indonesia harus diwaspadai hingga pertengahan Mei.

"Kewaspadaan kondisi suhu panas terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei,” kata Guswanto dalam keterangannya, Senin 9 Mei 2022.

Fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari, kata Guswanto, dipicu oleh beberapa hal. Pertama, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, dimana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang.

“Sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi,” kata dia.

Kedua, dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.


Bukan Gelombang Panas

Ilustrasi gelombang panas
Perbesar
Ilustrasi gelombang panas (AFP)

Ketiga, panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena Gelombang Panas.

“Menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas atau Heatwave merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih,” kata dia.

Fenomena gelombang panas, lanjut Guswanto, biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

“Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian,” imbuhnya.

Oleh karena itu BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

“Juga kepada warga yang akan melaksanakan perjalanan mudik atau mudik balik supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya,” pungkasnya.

Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pencegahan dan Bahaya Mengintai Akibat Cuaca Panas. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya