Menaker Ida Sebut Ada 4 Komponen Penting Pengembangan BLK Maritim di Medan

Oleh Liputan6.com pada 17 Mei 2022, 19:17 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 19:24 WIB
Menaker Ida Fauziyah dalam acara Inauguration of School Operation Kegiatan Pengembangan BLK Maritim (Istimewa)
Perbesar
Menaker Ida Fauziyah dalam acara Inauguration of School Operation Kegiatan Pengembangan BLK Maritim.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus lakukan optimalisasi dalam pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim di Medan. Program hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria ini dibiayai oleh Pemerintah Austria melalui skema soft loan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa pengembangan BLK Maritim terdiri dari 4 komponen utama yaitu konstruksi gedung; pengadaan peralatan pelatihan; pengembangan kurikulum, silabus, program dan modul pelatihan; serta pelatihan instruktur dan manajemen sesuai dengan standar Austria yang diakui di Eropa.

"Atas koordinasi dan kerjasama yang baik dari Kementerian Ketenagakerjaan, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kedutaan Austria dan Bit Media GmbH sebagai pelaksana kegiatan, syukur alhamdulillah, implementasi dari kegiatan ini di BBPVP Medan berjalan sesuai dengan jadwal, dan semoga dapat menjadi saksi dan komitmen kita bersama dalam berkolaborasi untuk peningkatan kompetensi dan daya saing SDM di Indonesia," ujar Menaker Ida Fauziyah dalam acara Inauguration of School Operation Kegiatan Pengembangan BLK Maritim (Development of Maritime Vocational Training Centers) di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Selasa, (17/5)/2022).

Menaker Ida menyampaikan, kegiatan Pengembangan BLK Maritim di BBPVP Medan ini dibiayai melalui skema soft loan dari Pemerintah Austria sebesar 12.400.000 (dua belas juta) euro atau setara dengan 200 (dua ratus) miliar rupiah untuk pengembangan 2 (dua) kejuruan yaitu pariwisata (tourism) dan perkayuan (joinery).

Lebih lanjut, Menaker Ida menjelaskan, melalui kerja sama ini, 18 (delapan belas) orang instruktur pariwisata telah mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) selama 8 (delapan) minggu mulai dari tanggal 21 Juni s.d 16 September 2021 di Sekolah Tinggi Pariwisata Bad Hofgastein, Austria dan pelatihan bagi 5 (lima) orang instruktur kejuruan perkayuan (joinery) selama 4 (empat) minggu mulai tanggal 22 Agustus s.d 23 September 2021 di Pusat Pelatihan Vokasi WIFI Linz, Austria.

Seluruh instruktur yang telah mengikuti ToT di Austria kemudian mendapatkan pelatihan lanjutan di bulan Februari s.d April 2022 dengan mendatangkan para instruktur dan expert dari Austria di Indonesia (BBPVP Medan) selama 5 (lima) minggu untuk kejuruan pariwisata dan 9 (sembilan) minggu untuk kejuruan perkayuan.

"Melalui kerja sama ini pula, telah menghasilkan kapasitas latih BBPVP Medan untuk kejuruan pariwisata dan perkayuan dengan standar Austria bertambah sebanyak 496 (empat ratus sembilan puluh enam) orang per tahun, tentunya ini peluang besar bagi para calon pencari kerja kita dalam meningkatkan kompetensi yang telah didukung standarisasi Eropa," kata Menaker Ida.

Sementara itu, Wakil Dubes Austria, Philip Roessl, menuturkan pelaksana proyek pengembangan program pelatihan Tourism Hospitality and Joinery di BBPVP Medan merupakan perusahaan asal Austria, yakni bit media e-solutions GmbH, yang merupakan salah satu perusahaan terkemuka Eropa di bidang pendidikan dan e-learning. Perusahaan ini telah berhasil melaksanakan proyek-proyek di bidang pendidikan serta kerjasama pembangunan di seluruh dunia. Dalam perjalanannya, proses Ground Breaking Vocational Training Center Maritim di Medan telah berlangsung pada tanggal 11 November Tahun 2020.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya