Pedagang Mi Ayam Keliling Tewas Tersambar Petir di Tangerang

Oleh Pramita Tristiawati pada 17 Mei 2022, 06:52 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 06:53 WIB
Arti Mimpi Melihat Petir yang Bermakna Buruk
Perbesar
Ilustrasi Mimpi Melihat Petir Credit: pexels.com/Andre

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang mi ayam keliling, tewas di tempat setelah tersambar petir di depan gerbang Perumahan Taman Walet, Kampung Ketos, RT02/03, Kelurahan Sindangsari, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, saat hujan mengguyur wilayah tersebut, Senin 16 Mei 2022, sore.

Korban diketahui bernama Teguh, warga asal Cilacap, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi, sebelumnya korban tengah berjualan mi ayam di lokasi. Tiba-tiba petir menyambar hingga mengenai korban dan tak sadarkan diri. Namun tak lama kemudian, korban tewas dalam insiden itu.

Kejadian bermula ketika saksi yang bekerja sebagai stim motor mendengar sambaran petir dan tiba-tiba ada kumpalan asap dekat gerobak mie ayam. Lalu, saksi melihat anak kecil menangis di samping gerobak mie ayam tersebut.

Setelah dihampiri, saksi melihat ada salah seorang laki-laki yang sudah tergeletak dan tidak sadarkan diri di selokan got dekat gerobak mie ayam.

"Selanjutnya saksi meminta perotolongan warga, setelah itu saksi bersama dengan warga mengecek almarhum dan langsung membawa almarhum ke Klinik Dian Medika Perumahan Taman Walet. Setelah sampai di klinik, almarhum sudah dalam keadaan meninggal dunia," tutur Ujat Sudrajat, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya seorang wisatawan Camping Gayatri Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tewas tersambar petir, Sabtu (14/5/2022) sore. Korban tewas diketahui atas nama Ajeng Wahyuni (18) asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Mulanya, korban bersama pacarnya Aldi Wijaya (22) tiba sekitar pukul 13.00 WIB di Camp Gayatri untuk berkemah.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kala kondisi cuaca sedang mendung disertai petir, keduanya tetap melakukan aktivitas memasak di depan tenda.

Sesaat kemudian petir yang amat kuat menyambar Ajeng yang sedang asyik memasak. Ajeng pun langsung tergeletak di tanah. Sedangkan Aldi yang jaraknya tak jauh dari Ajeng tampak syok.

 

 


Korban Tidak Tertolong

Kapolsek Cisarua Kapolsek Kompol Supriyanto membenarkan kejadian tersebut. Beberapa saat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSPG Cisarua untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, saat dilakukan penanganan medis, nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan. Ajeng meninggal dunia sekitar pukul 15.45 WIB.

"Satu orang atas nama Ajeng meninggal dunia, sedangkan rekannya tidak terluka, hanya mengalami syok," kata Supriyanto.

Supriyanto mengatakan, jenazah korban sudah dibawa pihak keluarganya ke rumah duka di wilayah Kabupaten Bekasi. 

Kejadian mengerikan ini sempat disaksikan wisatawan lainnya yang sedang berkemah di kaki Gunung Gede Pangrango ini. Sesaat setelah peristiwa itu, semua panik dan berteriak ketakutan. Sebagian lainnya memilih pulang setelah mendengar kabar jatuhnya korban jiwa.

Daus Firdaus, salah satu pengunjung Camping Gayatri, Puncak, mengungkapkan, saat itu Ajeng Wahyuni terlihat sedang asyik memasak di depan tenda. Gadis itu tak sendirian. Dia ditemani kekasihnya, Aldi Wijaya (22).

Meski cuaca sore itu sedang gerimis disertai petir menggelegar, namun Aldi dan Ajeng tetap asyik memasak. Sementara pengunjung lainnya memilih masuk ke dalam tenda, termasuk Daus bersama istri dan ketiga anaknya.

 


Dengar Teriakan

"Waktu petir gede situasi masih biasa saja, cuma kebanyakan pada masuk ke tenda. Anak saya juga ketakutan," kata Daus, Minggu (15/5/2022).

Setelah itu, petir dengan kuat kembali menggelegar. Tak lama, Daus dan keluarga kecilnya mendengar beberapa orang berteriak. Bergegas Daus keluar tenda dan menyaksikan seorang perempuan sudah terkapar tak bergerak. Menurutnya, satu orang temannya tidak mengalami luka, namun tampak terlihat syok.

"Kejadiannya sekitar jam 3 sore. Jadi lagi masak kesamber petir, terus jatuh di rumput, terlihat enggak sadar," ungkap Daus.

Usai mengetahui kejadian ini, semua pengunjung panik. Pihak pengelola juga meminta semua keluar tenda dan untuk berlindung di warung, vila dan mushola. "Pengelola pakai pengeras suara minta pengunjung keluar tenda semua," kata dia.

Tak lama kemudian, petugas datang dan membawa korban ke rumah sakit RSPG Cisarua untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.

Setelah mendengar kabar korban tersambar petir dinyatakan meninggal dunia, sebagian pengunjung memilih pulang dan membatalkan berkemah di Gayatri. "Sebagian ada yang balik, termasuk saya. Karena anak-anak saya ketakutan pas dengar kabar korban meninggal," ungkapnya.

Infografis Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia
Perbesar
Infografis Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya