AHY Sebut Partai Demokrat Tak Tergesa-gesa soal Koalisi Indonesia Bersatu

Oleh Rita Ayuningtyas pada 16 Mei 2022, 20:52 WIB
Diperbarui 16 Mei 2022, 20:52 WIB
FOTO: AHY Berikan Tanggapan Terkait KLB Demokrat
Perbesar
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat konferensi pers terkait KLB Partai Demokrat di DPP Pusat Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3/2021). AHY memberikan respons atas KLB di Deliserdang yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Partai Golkar, PAN, dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu pada Kamis malam 12 Mei 2022 jelang Pemilu 2024. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan tidak mau tergesa-gesa dalam menyikapi pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu.

"Saya lebih baik tidak tergesa-gesa, karena daripada seolah-olah cepat, kemudian cepat terbentuk, (bisa) cepat juga bubarnya. Saya berharap lebih baik kami berproses dengan baik," kata AHY di Medan, seperti dilansir Antara, Senin (16/5/2022).

AHY mengatakan, koalisi partai-partai politik di Tanah Air akan solid jika terbangun karena ada titik temu visi dan misi. Dia berharap koalisi yang terbentuk jelang Pemilu 2024 seperti itu.

"Jika memang ada titik temunya, baik visi, misi, dan juga pendekatan kami untuk rakyat yang serupa, paling tidak ya, barulah bisa kami katakan akan terjalin sebuah koalisi yang solid. Lebih baik seperti itu," ucap AHY.

Dia mengatakan Partai Demokrat sangat menghargai pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu tersebut yang bekerja sama membangun budaya politik baru di Indonesia.

Menurut dia, Demokrat sendiri masih memiliki waktu untuk membangun kerja sama dengan partai politik lain. Hal ini, lanjut dia, juga berlaku untuk partai politik lainnya yang belum memutuskan untuk berkoalisi. 

"Jadi, sekali lagi, tentu semua memiliki hak masing-masing, kami hormati itu dengan baik. Tapi, kami merasa masih cukup waktu untuk berkomunikasi dan membangun chemistry antara satu dengan yang lainnya," jelas AHY.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hari pemungutan suara Pilpres dan Pileg pada 14 Februari 2024, serta Pilkada pada 27 November 2024.

"Artinya, di waktu yang ada sekarang di medio 2022, masih cukup waktu sebetulnya bagi partai-partai politik untuk membangun kebersamaan, chemistry building itu juga butuh proses," sambung dia.


Terbentuk di Rumah Heritage Jakarta

Koalisi Indonesia Bersatu terbentuk, Kamis malam 12 Mei 2022 usai Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bertemu di Rumah Heritage Jakarta.

Menurut Airlangga, usai pertemuan yang berlangsung satu setengah jam tersebut, ketiga partai politik yaitu Partai Golkar, PAN, dan PPP sepakat berkoalisi untuk Pemilu 2024.

"Insyaallah (2024 bareng), namanya juga bertiga bersatu. Jadi bertiga bersatu, bersatunya itu adalah beringin, matahari, dan kakbah," kata Airlangga usai pertemuan, Jakarta, Kamis malam 12 Mei 2022.

Airlangga menyebut, Koalisi Indonesia Bersatu nantinya bukan hanya berlaku di tingkat pilpres, tapi juga pilkada.

"Jadi kerja sama tiga partai ini mulai dari nasional, provinsi, kabupaten, kota dan kita mulai menyamakan program dan nanti," jelas dia.


Alasan Berkoalisi

Partai Golkar, PAN, dan PPP telah sepakat membentuk koalisi untuk Pemilu 2024. Ketiga partai ini mengumumkan koalisi lebih awal lantaran tidak ingin mengulang Pemilu sebelumnya yang menyebabkan perpecahan, karena hanya ada dua pasangan calon.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, kerja sama lebih awal dibangun untuk memperkuat kebersamaan tiga partai politik ini.

"Kita ingin menunjukkan atau mendemonstrasikan sebuah kerja sama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antar sesama parpol untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan hal-hal yang sama itu bagaimana," ujar Suharso usai pertemuan di Rumah Heritage, Jakarta, Kamis malam 12 Mei 2022.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, koalisi lebih dini ini dibangun agar tidak terjadi perpecahan seperti pengalaman Pemilu sebelumnya.

"Kita akhiri pengalaman sengketa yang kemarin mari kita saling menyayangi, saling mencintai menghargai. Menista membenci kita hilangkan," kata Zulkifli.

Suharso sepakat dengan Zulkifli untuk menghilangkan perpecahan yang terbawa dari Pemilu sebelumnya.

"Kemudian kita menjauhkan hal-hal yang tadi disampaikan oleh Pak Zul supaya tidak terulang lagi dalam Pemilu-Pemilu yang akan datang, karena sebagai bangsa yang besar kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita juga bisa dengan suka cita melaksanakan Pemilu dengan baik," tuturnya.

Meski koalisi dibangun lebih dini, dia memastikan, tidak menganggu pemerintahan yang tengah didukung oleh Golkar, PPP dan PAN. Ketiganya berkomitmen akan menuntaskan pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga selesai. Bahkan akan melanjutkan pembangunan yang telah dikerjakan.

"Kami ingin memastikan seluruh perjalanan pertanggung jawaban yang harus diemban pemerintah masa kita harus selesai dengan tuntas dan dengan baik melahirkan legacy-legacy bagi rakyat dan bangsa sampai dengan masa jabatan 2024 ini. Dan tentu banyak hal yang baik dan bagus yang patut untuk dilanjutkan di masa yang akan datang," tegas Suharso.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya