3 Hal yang Disampaikan Jokowi Saat Bertemu Wapres AS Kamala Harris

Oleh Devira Prastiwi pada 15 Mei 2022, 17:47 WIB
Diperbarui 15 Mei 2022, 17:47 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut komitmen negara maju terhadap implementasi pembiayaan iklim sangat rendah.
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut komitmen negara maju terhadap implementasi pembiayaan iklim sangat rendah. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pada Sabtu 14 Mei 2022, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerjanya di Amerika Serikat (AS). Setelah lima hari kunjungannya di AS, Jokowi dan Ibu Negara Iriana bertolak menuju Indonesia.

Sebelum kembali ke Indonesia, Jokowi melakukan working lunch dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC pada Jumat 13 Mei 2022.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan sejumlah hal. Salah satunya, Jokowi menekankan pentingnya penguatan kemitraan ASEAN-AS untuk mengantisipasi pandemi yang akan datang.

Terlebih, kata dia, isu kesehatan merupakan salah satu prioritas presidensi Indonesia di G-20. Jokowi mengatakan, ada empat hal yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Pertama, kerja sama pembangunan sistem deteksi dini yang lebih efektif," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu 14 Mei 2022.

Selanjutnya, sambung Jokowi, bersama AS, ASEAN dapat mengembangkan ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies. Sehingga, dapat menjadi inventory buffer kebutuhan kesehatan di kawasan.

"Ketiga, kemandirian industri kesehatan kawasan. AS dapat berperan penting di sini melalui dukungan investasi, kerja sama riset, transfer teknologi, dan akses ke bahan baku produksi," papar dia.

Untuk hal ini, dia menekankan pada tujuan jangka panjangnya, yaitu mendorong keterlibatan negara ASEAN dalam rantai pasok kesehatan global. Keempat, pembiayaan kesehatan kawasan.

"Melalui ASEAN Covid-19 Response Fund. ASEAN menggalang dukungan pembiayaan penanganan Covid-19 di kawasan lewat dukungan negara sahabat," tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyebut komitmen negara maju terhadap implementasi pembiayaan iklim sangat rendah. Dia mengatakan pada periode 2000-2019, ASEAN hanya memperoleh USD 56 miliar atau sekitar 10 persen dari total dukungan pembiayaan iklim negara maju.

Berikut 3 hal yang disampaikan Jokowi saat working lunch dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, dihimpun Liputan6.com:


1. Tekankan Pentingnya Penguatan Kemitraan ASEAN-AS untuk Antisipasi Pandemi di Masa Depan

Presiden Jokowi di KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS Washington DC, Jumat, 13 Mei 2022.
Perbesar
Presiden Jokowi di KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS Washington DC, Jumat, 13 Mei 2022.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pentingnya penguatan kemitraan ASEAN-AS untuk mengantisipasi pandemi yang akan datang. Terlebih, isu kesehatan merupakan salah satu prioritas presidensi Indonesia di G-20.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutannya pada working lunch dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat 13 Mei 2022.

Jokowi mengatakan, ada empat hal yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Pertama, kerja sama pembangunan sistem deteksi dini yang lebih efektif," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu 14 Mei 2022.

Bentuk kerja sama yang dapat dilakukan antara lain dalam bentuk pertukaran informasi dan penguatan kapasitas deteksi. Kedua, kerja sama untuk membentuk medical inventory buffe kawasan.

"Solusi kesehatan tingkat kawasan penting sekali untuk diperkuat guna menangani pandemi global seperti Covid-19," ujarnya.

Jokowi menyampaikan bahwa bersama AS, ASEAN dapat mengembangkan ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies. Sehingga, dapat menjadi inventory buffer kebutuhan kesehatan di kawasan.

"Ketiga, kemandirian industri kesehatan kawasan. AS dapat berperan penting di sini melalui dukungan investasi, kerja sama riset, transfer teknologi, dan akses ke bahan baku produksi," jelas Jokowi.

Untuk hal ini, dia menekankan pada tujuan jangka panjangnya, yaitu mendorong keterlibatan negara ASEAN dalam rantai pasok kesehatan global. Keempat, pembiayaan kesehatan kawasan.

"Melalui ASEAN Covid-19 Response Fund. ASEAN menggalang dukungan pembiayaan penanganan Covid-19 di kawasan lewat dukungan negara sahabat," tutur dia.

Jokowi kembali menegaskan bahwa untuk membangun ketahanan kesehatan global, diperlukan penguatan ketahanan nasional dan kawasan.

Menurut dia, Amerika Serikat dapat berperan banyak untuk penguatan ketahanan kesehatan baik di tingkat nasional maupun tingkat kawasan dan global.

 


2. Tegaskan Komitmen Negara Maju untuk Isu Pembiayaan Iklim Sangat Rendah

Presiden Jokowi Bersama Pemimpin ASEAN Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kelima kanan) bersama Presiden AS Joe Biden (tengah) dan Pemimpin Asia Tenggara dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) foto keluarga untuk KTT Khusus ASEAN-AS di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC pada 12 Mei 2022. (AP Photo/Susan Walsh)

Kemudian Jokowi menyebut komitmen negara maju terhadap implementasi pembiayaan iklim sangat rendah. Dia mengatakan pada periode 2000-2019, ASEAN hanya memperoleh USD 56 miliar atau sekitar 10 persen dari total dukungan pembiayaan iklim negara maju.

"Saya harus terus terang bahwa komitmen negara maju untuk implementasi isu pembiayaan iklim sangat rendah. Kondisi ini menjadi penghambat pencapaian NDC (Nationally Determined Contributions) secara global," jelas Jokowi.

Dia Jokowi mengatakan bahwa ASEAN berkomitmen meningkatkan proporsi energi baru terbarukan dari 14 persen pada 2018 menjadi 23 persen pada 2025.

"Upaya ini memerlukan investasi dan teknologi setidaknya 367 miliar dolar di sektor energi bersih. Di Indonesia, transisi energi 8 tahun ke depan membutuhkan 30 miliar dolar," katanya.

Jokowi juga menyampaikan tiga poin penting terkait penanganan perubahan iklim. Dia menekankan pentingnya penguatan kerja sama transisi energi.

"Pembiayaan iklim yang harus terpenuhi, kerja sama transisi energi diperkuat, dan investasi di ekonomi hijau harus ditingkatkan," ucap dia.

 


3. Sampaikan Potensi Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Sidang Kabinet Pengarahan Presiden dan APBN 2022 di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 17 November 2021. (Dok Sekretariat Kabinet RI)

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan potensi besar yang dimiliki Indonesia terkait transisi energi.

Dia menyebut potensi energi terbarukan sekitar 437 GW baik dari energi surya, bayu maupun panas bumi yang saat ini, pemanfaatannya baru mencapai 0,3% dari total potensi.

"Indonesia juga miliki potensi besar sebagai hub pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan yang akan kita butuhkan 5 tahun ke depan," ujar Jokowi.

Sementara itu terkait investasi ekonomi hijau, dia mengungkapkan potensi peluang ekonomi yang besar dalam pengembangan ekonomi hijau. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang mempertemukan tidak saja sektor pemerintah namun juga dunia usaha.

"Investasi di sektor infrastruktur hijau bisa menjadi unsur penting kolaborasi ASEAN-AS yang membutuhkan setidaknya 2 triliun dolar dalam 1 dekade mendatang," tutur Jokowi.

Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya