Top 3 News: Begini Modus Pelaku Penculikan Anak di Jabodetabek yang Bikin Geger

Oleh Maria Flora pada 15 Mei 2022, 09:54 WIB
Diperbarui 15 Mei 2022, 10:04 WIB
Penculikan Anak
Perbesar
Ilustrasi Foto Penculikan Anak (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sepekan terakhir, kasus penculikan anak menyita banyak perhatian publik. Salah satunya saat anak berusia 12 tahun berinisial F dilaporkan menjadi korban penculikan.

Aksi penculikan terhadap F terjadi di kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa 10 Mei 2022. Menurut keluarganya, F saat itu pergi dari rumah dengan mengendarai dua unit sepeda motor bersama dua temannya. 

Belakangan jajaran Polres Metro Jaksel berhasil mengungkap identitas pelaku penculikan anak dan telah dilakukan penangkapan. Polisi menangkap Abbi Rizal Afif alias ARA (28) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. 

Setelah dilakukan pengembangan, kepada petugas pelaku mengaku telah banyak anak yang menjadi korbannya. Ada yang berasal dari Bogor, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan. Target anak laki-laki dengan usia berkisar 10-14 tahun. ARA mengaku telah melakukan penculikan 12 anak.

Terkait modus pelaku, mengaku sebagai aparat polisi yang bertugas sebagai Satgas Covid-19 untuk menjerat para korban. 

Berita terpopuler kedua di top 3 news terkait kasus suap yang menjerat Wali Kota Ambon Richrad Louhenapessy. Richard kini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap terkait perizinan pembangunan cabang 20 Alfamidi di Kota Ambon.

Hingga 1 Juni mendatang, Richard kini di tahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK. Selain itu, KPK juga telah menetapkan status tersangka kepada dua orang lainnya, yaitu orang kepercayaan Richard dan satu pihak swasta bernama Amri.

Amri merupakan Kepala Perwakilan Regional Alfamidi, namun hingga kini belum ditahan. Menyikapi hal ini, KPK meminta Amri kooperatif untuk memenuhi panggilan. 

Beralih ke kawsan Puncak Bogor, Jawa Barat. Seorang wisatawan tewas tersambat petir saat tengah  berkemah di Pegunungan Gayatri, Sabtu sore, 14 Mei kemarin.

Korban Ajeng Wahyuni (18) saat itu tengah memasak di depan tenda. Saat itu, petir tiba-tiba menyambar tubuh korban. 

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Sabtu 14 Mei 2022:


1. Heboh Penculikan 12 Anak di Jabodetabek

Penculikan Anak
Perbesar
Ilustrasi Foto Penculikan Anak (iStockphoto)

Tim gabungan Polres Metro Jaksel dan Polres Bogor berhasil meringkus Abbi Rizal Afif alias ARA (28) terkait kasus penculikan anak. Sosok penculik ditangkap di kawasan Senayan, Jakarta.

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, menerangkan, pelaku penculikan beraksi tidak hanya di Jakarta, tapi juga di kawasan Kabupaten Bogor. Karena itu, Satreskrim Polres Jaksel bersama-sama Polres Bogor membentuk tim untuk memburu pelaku.

"Polres Bogor sudah satu minggu mencari pelaku, sehingga kami berkoordinasi dengan teman-teman dari Polres Bogor. Artinya pelaku juga melakukan tindak pidana di daerah Bogor," kata dia dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Budhi mengatakan, pihaknya berhasil mendeteksi keberadaan pelaku berada di kawasan Senayan.

"Kami duga pelaku ada di Jakarta, sehingga kami dari Bogor datang menelusuri Jakarta. Alhamdulillah di daerah Senayan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Metro Jaksel dan Polres Bogor," ujar dia.

Ciri-ciri pelaku sesuai dengan rekaman CCTV di jalan sekitar Pondok Aren dan Bintaro.

 

Selengkapnya...


2. Usai Tahan Wali Kota Ambon, KPK Ultimatum Pihak Alfamidi Kooperatif

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Ditahan KPK
Perbesar
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bersiap menuju mobil tahanan, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022). KPK menahan Richard Louhenapessy sebagai tersangka dugaan suap pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang usaha retail di Kota Ambon tahun 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. Richard ditahan usai dijemput paksa dan diperiksa intensif sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan cabang Alfamidi di Kota Ambon, Maluku.

Tak hanya Richard, KPK juga menahan tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu staf tata usaha pimpinan pada Pemkot Ambon yang juga orang kepercayaan Richard bernama Andrew Erin Hehanussa.

"Setelah penyidik memeriksa beberapa orang saksi dan mengumpulkan beberapa alat bukti lainnya maka tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan tersangka untuk masing-masing selama 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 13 Mei 2022 sampai dengan 1 Juni 2022," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Firli mengatakan, Richard ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK, sementara Andrew ditahan di Rutan KPK Kavling C1. Sementara satu tersangka lainnya, yakni Kepala Perwakilan Regional Alfamidi bernama Amri belum ditahan. Firli mengultimatum agar Amri kooperatif terhadap proses hukum.

"KPK mengimbau agar tersangka AR (Amri) kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik dan surat panggilan akan segera dikirimkan," kata Firli.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menerima suap untuk pembangunan 20 cabang Alfamidi di Kota Ambon.

Firli mengatakan, karyawan Alfamidi bernama Amri yang berpangkat Kepala Perwakilan Regional ini aktif berkomunikasi hingga bertemu dengan Richard, agar proses perizinan Alfamidi bisa segera disetujui dan diterbitkan.

 

Selengkapnya...


3. Wisatawan Camping Gayatri Puncak Bogor Tewas Tersambar Petir Saat Masak

Selfie membawa maut (9)
Perbesar
Ilustrasi sambaran petir. (Sumber Pixabay)

Seorang wisatawan Camping Gayatri Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tewas tersambar petir, Sabtu (14/5/2022) sore. Korban tewas diketahui atas nama Ajeng Wahyuni (18) asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Mulanya, korban bersama pacarnya Aldi Wijaya (22) tiba sekitar pukul 13.00 WIB di Camp Gayatri untuk berkemah.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kala kondisi cuaca sedang mendung disertai petir, keduanya tetap melakukan aktivitas memasak di depan tenda.

Sesaat kemudian petir yang amat kuat menyambar Ajeng yang sedang asyik memasak. Ajeng pun langsung tergeletak di tanah. Sedangkan Aldi yang jaraknya tak jauh dari Ajeng tampak syok.  

Kapolsek Cisarua Kapolsek Kompol Supriyanto membenarkan kejadian tersebut. Beberapa saat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSPG Cisarua untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, saat dilakukan penanganan medis, nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan. Ajeng meninggal dunia sekitar pukul 15.45 WIB.

"Satu orang atas nama Ajeng meninggal dunia, sedangkan rekannya tidak terluka, hanya mengalami syok," kata Supriyanto.

Infografis Jangan Panik, Kenali Gejala Hepatitis Akut pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jangan Panik, Kenali Gejala Hepatitis Akut pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya