Angin Puting Beliung Hancurkan 33 Rumah Warga Sawangan Depok

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 12 Mei 2022, 16:01 WIB
Diperbarui 12 Mei 2022, 16:01 WIB
Salah seorang warga Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, sedang melakukan perbaikan atap rumah yang rusak karena angin puting beliung (Istimewa)
Perbesar
Salah seorang warga Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, sedang melakukan perbaikan atap rumah yang rusak karena angin puting beliung (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Angin puting beliung yang terjadi pada Senin (9/5/2022) menyisakan prahara terhadap warga Kecamatan Sawangan, khususnya di Kelurahan Pengasinan dan Sawangan. Sebanyak 33 rumah warga mengalami kerusakan dan saat ini dalam tahap pengajuan perbaikan.

Camat Sawangan, Anwar Nasihin, mengatakan, angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi pada Senin (9/5/20220) sore, menyebabkan rumah warga yang rusak.

Kecamatan Sawangan hingga saat ini telah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak.

“Ada sekitar 33 rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung,” ujar Anwar saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (12/5/2022).

Pada saat kejadian, banyak warga yang melaporkan angin kencang menerbangkan genteng dan asbes rumah. Akibatnya atap rumah warga tidak kuat menahan hempasan angin sehingga mengalami kerusakan.

“Kerusakan sedang dan ringan kami taksir sementara kerugian sekitar Rp1,5 juta tapi data masih kami lakukan penghimpunan,” terang Anwar.

Anwar mengungkapkan, Kecamatan Sawangan telah melayangkan permohonan bantuan perbaikan rumah warga yang terkena angin puting beliung. Permohonan bantuan tersebut ditujukan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok.

“Sudah diusulkan ke Pemda atau Disrumkin ada yang terbang asbesnya sebanyak dua lembar, umumnya kerusakan tidak parah,” ungkap Anwar.


Perbaikan

Anwar menjelaskan, selain meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Depok, Kecamatan Sawangan telah menggerakan untuk melakukan perbaikan secara swadaya. Menurutnya, perbaikan tersebut dapat meringankan rumah korban yang mengalami kerusakan.

“Bagi warga yang mampu dapat membantu perbaikan atap rumah warga secara swadaya, kita kedepankan nilai gotong royong,” jelas Anwar.


Antisipasi

Anwar menuturkan, warga Kecamatan Sawangan dapat mengantisipasi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini. Wilayah Sawangan kerap dilanda cuaca panas namun dapat berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang.

“Jadi warga perlu mengantisipasi, apabila atap rumahnya diperkirakan kurang baik dapat melakukkan perbaikan,” pungkas Anwar.

 

Infografis Cuaca Ekstrem Ancam 17 Wilayah Indonesia
Perbesar
Infografis Cuaca Ekstrem Ancam 17 Wilayah Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya