Aturan Baru PTM, Kantin Sekolah Boleh Buka dengan Kapasitas 75 Persen

Oleh Liputan6.com pada 12 Mei 2022, 07:35 WIB
Diperbarui 12 Mei 2022, 07:50 WIB
Hari Pertama PTM 100 Persen di Depok
Perbesar
Suasana murid saat jam pulang sekolah usai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen di SMP Negeri 9 Depok, Cipayung, Senin (24/1/2022). Pemerintah Kota Depok hari ini mulai menggelar PTM 100 persen secara serentak untuk tingkat TK, SD, dan SMP. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali kembali mengizinkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Dalam aturan terbaru, kapasitas kantin sekolah boleh dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Kebijakan itu berlaku untuk wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, Level 2, dan Level 3. Sementara wilayah dengan PPKM Level 4 kapasitas kantinnya maksimal 50 persen.

"Karena tidak semua anak bisa membawa bekal dari rumah, maka kita berikan izin agar kantin sekolah dapat kembali beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Pemerintah juga mengatur pedagang makanan di luar sekolah wajib dikoordinasikan dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Pedagang diperbolehkan berdagang dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

"Untuk pedagang makanan di luar pagar wajib dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19 setempat dan diperbolehkan berdagang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan pengaturan PPKM. Pastikan anak-anak kita mengonsumsi makanan yang bergizi dan dimasak dengan baik," ujar Suharti.

Selain itu, perubahan aktivitas pembelajaran tetap muka, kembali diperbolehkan aktivitas kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga. Dengan ketentuan aktivitas harus dilakukan di luar ruangan atau ruang terbuka.

Sebelumnya, Pemerintah kembali menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen selama masa Pandemi Covid-19.

Melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada penyesuaian keenam tersebut, penyelenggaraan PTM dilaksanakan berdasarkan level PPKM yang ditetapkan pemerintah pusat dan capaian vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), serta warga lanjut usia.

"Penetapan level PPKM masih diatur melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri yang disesuaikan berkala," kata Sekjen Kemendikbudristek, Suharti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/5/2022).


DKI Jakarta Pertimbangkan PJJ

.Jakarta Gelar Pembelajaran Tatap Muka 100 persen
Perbesar
Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pemprov DKI Jakarta menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setiap hari dengan jumlah siswa setiap kelas mencapai 100 persen dari kapasitas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut misterius.

"Ini masih kami pelajari apakah akan kembali daring, kami akan lihat," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu (11/5/2022), seperti dilansir Antara.

Pemprov DKI saat ini masih menunggu kebijakan pemerintah pusat mengenai kelangsungan proses pembelajaran sekolah di tengah kasus penyakit hepatitis akut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menetapkan kasus hepatitis akut tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), karena ditemukan di beberapa negara termasuk Indonesia.

Sementara itu, Wagub DKI Riza Patria mengungkapkan, terdapat 21 kasus dugaan hepatitis akut, yang ditemukan di Ibu Kota, dengan korban meninggal tiga orang anak-anak.

"Data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut. Namun demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiologi," ujar Riza Patria.

 


Ancaman Hepatitis Akut di Tengah Pelaksanaan PTM

Banner Infografis Waspada Ancaman Hepatitis Akut Misterius pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Banner Infografis Waspada Ancaman Hepatitis Akut Misterius pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)

Kendati tidak merinci sebaran 21 kasus dugaan hepatitis akut di Jakarta, Riza menyatakan bahwa penyakit tersebut bukan hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Karena itu, dia meminta masyarakat untuk terus menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, demi mencegah terjangkit penyakit hepatitis akut.

"Tetap laksanakan protokol kesehatan sekalipun pandemi sudah menurun, gejalanya sudah berkurang, tetap laksanakan prokes. Kedua, kami minta khususnya anak-anak yang mudah terjangkit untuk ditunda dulu bermain di tempat umum," tuturnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, sebelumnya menyatakan, jumlah pasien yang meninggal diduga akibat hepatitis akut dilaporkan bertambah dari tiga orang menjadi lima orang. Lima pasien meninggal dunia ini dilaporkan di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.

Di sisi lain, ada lebih dari 10.429 sekolah atau satuan pendidikan di Jakarta yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai Kamis (12/5/2022) setelah libur Lebaran 1443 Hijriah.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Merdeka.com

Infografis Jangan Panik, Kenali Gejala Hepatitis Akut pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jangan Panik, Kenali Gejala Hepatitis Akut pada Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya