Arus Balik ke Jakarta Lancar Selasa 10 Mei 2022 Pagi, Kalikangkung ke Cikampek Cukup 5 Jam

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 10 Mei 2022, 10:21 WIB
Diperbarui 10 Mei 2022, 10:21 WIB
FOTO: Puncak Arus Balik Via Tol Tembus 137 Ribu Kendaraan
Perbesar
Arus kendaraan arah Jakarta saat melintas di Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/1/2022). Sebanyak 137 ribu kendaraan masuk dari GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat), dan GT Ciawi (arah Selatan). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Lalu lintas (lalin) di arus balik di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung-Tol Palimanan-Tol Cikampek lancar terkendali sampai dengan pukul 07.00 WIB, Selasa (10/5/2022). 

"Arus mudik pada pukul 07.00 WIB, Tol Jakarta Cikampek KM 28- KM 48 arus lalu lintas normal ke arah Jakarta dan Jawa ramai lancar. Pada pukul 07.00 WIB situasi ruas GT Cikampek KM 66- km 70 menggunakan lajur normal arah Jakarta dan Jawa juga terpantau lancar," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/5/2022).

Dedi menambahkan, polisi juga memantau situasi ruas GT Palimanan KM 188 yang menggunakan lajur normal ke arah Jakarta dan Jawa. Hasilnya, pada pukul 7.00 WIB arus dilaporkan masih ramai lancar.

"Kemudian untuk ruas GT Kalikangkung KM 414 menggunakan lajur normal baik arah Jawa dan Jakarta cenderung landai dan lancar. Sehingga perkiraan Waktu tempuh Dari tol Kalikangkung-Palimanan-Cikampek adalah 5 jam 15 menit," Dedi menutup.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapreasiasi manajemen arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 yang dilakukan jajaran kementerian dan TNI-Polri. Dia menilai arus mudik dan balik berhasil dikelola dengan baik sehingga tak ada kemacetan parah.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih seluruh jajaran kementerian Polri, TNI dalam rangka manajemen arus mudik maupun arus balik. Secara umum, Alhamdulillah bisa dikelola dengan baik sehingga tidak ada keluhan-keluhan yang amat sangat," kata Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (9/5/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bersyukur Tak Macet Parah

Jokowi menyadari bahwa masih ada keluhan-keluhan kecil yang disampaikan masyarakat terkait arus mudik dan arus balik Lebaran. Namun, Jokowi senang tak ada kemacetan parah yang memakan waktu hingga berhari-hari dalam arus mudik dan balik Lebaran 2022.

"Kalau keluhan kecil-kecil pasti ada, tapi peristiwa macet sampai satu setengah hari, dua hari seperti yang terjadi pada yang lalu-lalu, ini bisa diatasi," ujar dia.

Menurut dia, keberhasilan penanganan arus mudik ini dikarenakan manajemen pengelolaan yang dipersiapkan dengan baik di lapangan. Jokowi pun hal ini terus dipertahankan hingga arus balik mudik selesai.

"Saya melihat persiapan manajemennya dgn pengelolaan di lapangan dgn baik, saya melihat semuanya bisa diatasi. Dan ini masih sisa waktu sedikit arus baliknya agar terus diikuti," jelas Jokowi.


Menhub Minta Maaf

Kemenhub berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah Presiden Joko Widodo, agar pelaksanaan mudik ini berjalan dengan aman dan sehat, serta memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi masyarakat.

"Berbagai masukan telah kami terima dan Alhamdulillah pada umumnya menyampaikan bahwa mudik pada tahun ini berjalan dengan baik," ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (9/5/2022).

Menhub mengungkapkan, mudik tahun ini berbeda dengan mudik sebelumnya, dimana masyarakat sudah dua tahun tidak mudik karena pandemi. Hal itu ditunjukkan dengan hasil survey yang mengekspresikan animo masyarakat yang tinggi yaitu sebanyak 85,5 juta masyarakat yang ingin mudik.

"Hal itu merupakan kabar gembira sekaligus tantangan bagi semua stakeholder untuk dapat melayani dengan baik," ujarnya.

Sejumlah survei, simulasi, diskusi, telah dilakukan secara sistematis sehingga menghasilkan rekomendasi yang dieksekusi oleh para penanggung jawab di lapangan.

"Yang paling masif adalah rekan-rekan Kepolisian di jalur darat, dan kemudian di penyeberangan, udara, kereta api dan laut," ucapnya.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, mudik tahun ini menghasilkan satu pergerakan yang sangat banyak, yang berakibat pelayanan yang diberikan belum maksimal.

"Oleh karenanya kami sampaikan permohonan maaf belum bisa memenuhi harapan semua pihak. Kami akan lakukan evaluasi agar kegiatan mudik dan juga kegiatan di mana akan ada pergerakan yang masif di masa yang akan datang, dapat diantisipasi dengan lebih baik," tutur Menhub.


Kata Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyebut mudik Lebaran 2022 berjalan dengan sangat sukses. Namun, dia meminta semua pihak untuk tidak jumawa terlebih dahulu.

"Ya sangat sukses bisa kita bilang, tapi kita tidak bisa jumawa dengan ini," ujar Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Dia mengatakan, semua pihak masih harus tetap waspada dengan kenaikan kasus Covid-19, usai mudik Lebaran 2022. Luhut kemudian mencotohkan kasus Covid-19 di Ametika yang melonjak secara tiba-tiba hingga 100.000 per hari.

"Anything could happen, seperti Amerika kasusnya bisa tinggi tiba-tiba 100.000 kasus per hari. Kemarin saya baru dari Amerika ya ramai-ramai kita kena Omicron di sana," katanya.

Luhut menekankan bahwa kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali akan terus diberlakukan. Menurut dia, perpanjangan PPKM akan terus dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.

"Pemerintah juga menegaskan hingga hari ini masih dan akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan mengikuti hasil evaluasi secara regular yang dipimpin langsung oleh Presiden," jelas Luhut.

Infografis Jadwal Ganjil Genap dan One Way Arus Balik Lebaran 2022
Perbesar
Infografis Jadwal Ganjil Genap dan One Way Arus Balik Lebaran 2022. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya