Belasan ASN Depok Positif Covid-19 Usai Mudik Lebaran

Oleh Dicky Agung Prihanto pada 10 Mei 2022, 10:11 WIB
Diperbarui 10 Mei 2022, 10:11 WIB
Pemerintah Kota Depok telah meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan tes swab.
Perbesar
Pemerintah Kota Depok telah meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan tes swab. (Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Depok meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalani tes swab usai mudik lebaran. Dari ribuan ASN yang di tes swab, belasan orang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, pelaksanaan tes swab dilaksanakan selama dua hari baik ASN di Balai Kota maupun tenaga kependidikan.

“Kemarin hingga Rabu besok masih dilakukan tes swab kepada ASN di Balai Kota Depok,” ujar Mary kepada Liputan6.com, Selasa (10/5/2022).

Mary menjelaskan, pada hari pertama tes swab telah dilakukan kepada 2.359 orang. Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah ASN yang terpapar Covid-19 sehingga langsung dilakukan isolasi mandiri.

“Sebanyak 13 ASN yang dinyatakan positif yang telah melaksanakan swab di Balai Kota Depok,” jelas Mary.

Mary mengungkapkan, selain melaksanakan tes swab di Balai Kota Depok, Dinas Kesehatan melakukan tes swab di tingkat Kecamatan. Dari hasil tes swab di kecamatan, didapati enam ASN dinyatakan positif dan telah dilakukan penanganan.

“Mereka yang dinyatakan positif kami lakukan isolasi mandiri dan melakukan tracing keluarga,” ungkap Mary.

Dinas Kesehatan Kota Depok turut membuka tes swab untuk ASN di UPT Puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan. 

“Kami belum dapat memastikan ASN yang terpapar apakah karena mudik lebaran atau dari liburan,” ucap Mary.

Salah seorang ASN, Intan mengaku telah mengikuti tes swab di Balai Kota Depok sesuai instruksi. Dari hasil tes swab tersebut merasa bersyukur karena dinyatakan negatif Covid-19 dan dapat bekerja kembali.

“Kemarin sempat mudik lebaran ke Cilegon, Alhamdulillah dinyatakan negatif,” kata Intan.

Intan menuturkan, tidak dapat dipungkiri usai melakukan perjalanan mudik lebaran sempat khawatir akan penularan Covid-19. Apalagi selama di kampung halamannya sempat menyempatkan diri untuk berlibur ke Pantai Anyer.

“Pas di pantai ternyata banyak pengunjung dan khawatir akan tertular tapi setelah tes, hasilnya negatif,” pungkas Intan.


Tjahjo soal ASN WFH Usai Libur Lebaran: Cegah Penyebaran Kasus Covid-19

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi (Kemenpan-RB) menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) usai mudik Lebaran.

ASN diperbolehkan bekerja dari rumah paling lama satu minggu sejak puncak arus balik mudik yakni, 8 Mei 2022.

"Dari usulan Kapolri dan Kementerian Perhubungan, Kemenpan-RB telah menetapkan kebijakan bekerja di rumah bagi asn yang mudik atau belum kembali selama maksimum seminggu setelah puncak arus balik 8 mei 2022," kata Menpan-RB Tjahjo Kumolo sebagaimana disiarkan di Youtube Kemenpan-RB, Senin (9/5/2022).

Menurut dia, kebijakan WFH ini untuk mendukung kelancaran lalu lintas pasca mudik Lebaran. Selain itu, kata Tjahjo, ASN dapat memanfaatkan WFH untuk isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19.

"Selain mendukung kelancaran lalin, sistem bekerja dari rumah juga dapat dilakukan untuk isolasi mandiri setelah kita dan keluarga balik dari daerah, kampung halaman atau berlibur, mengingat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir," jelas Politikus PDIP Ini.

Menurut dia, harapannya, ini dapat mencegah peningkatan positif kasus Covid-19.

"Harapannya kebijakan bekerja dari rumah ini dapat jadi upaya menjadi pencegahan kasus positif," kata Tjahjo.

Dia pun meminta pejabat pembina kepegawaian kementerian/lembaga dan pemerintah daerag untuk mengatur pembagian jadwal kerja di rumah di instansi masing-masing.

Tjahjo menekankan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, meski ada kebijakan WFH.

"Kita tetap memastikan bahwa kebijakan bekerja dari rumah tidak akan menggangu pelayanan pemerintah," kata dia.


Tangerang Terapkan WFH

Pemerintah pusat sudah memberikan instruksi agar Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa melakukan work from home atau WFH pasca libur Lebaran.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan saat arus balik Lebaran, serta mencegah peningkatan kasus Covid-19, mengingat situasi masih dilanda pandemi.

Terkait hal tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, sudah menjalankan sesuai instruksi yang ada. Dia menyebut hanya ASN yang di sektor pelayanan yang harus work from office atau WFO.

"Soal WFH bagi pegawai yang masih mudik kita berikan sesuai instruksi yang ada. Tapi, ada beberapa yang tetap harus WFO, yakni sektor pelayanan," kata dia di Tangerang, Senin (9/5/2022).

Adapun sektor pelayanan yang dimaksud diantaranya yang berada di Kependudukan dan Catatan Sipil, kesehatan, hingga perizinan. Untuk formulasi pemberian WFH pun diberikan dengan perbandingan 50 persen.

"Kita bagi 50 persen WFO dan 50 persen WFH. Tapi bagi ASN dan pegawai yang sudah hadir hari ini, wajib masuk (kerja) dan melayani, serta menjalankan tugasnya," ungkap Ahmed Zaki.

Setali tiga uang, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga mengingatkan agar para ASN pasca libur Lebaran, harus kembali menjalankan tugas sebagai pelayanan masyarakat.

"Kembali melaksanakan fitrah kita sebagai ASN yang melayani masyarakat," ujar dia.


Bogor Terapkan WFH 25 Persen

Pemerintah Kota Bogor memberlakukan aparatur sipil negara (ASN) work from home (WFH) usai libur cuti Lebaran 2022.

Seperti diketahui, Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) resmi menyetujui usulan WFH bagi ASN setelah libur Lebaran 2022.

"Untuk ASN sudah diatur oleh sekretariat supaya masih WFH selama sepekan. Jadi pelayanan tidak ada masalah, semua bisa diatur," kata Bima Arya usai menggelar halal bihalal dengan unsur Muspida dan pejabat eselon 2 dan 3 di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (9/5/2022).

Selain WFH bagi ASN, Pemkot Bogor juga memperpanjang libur sekolah untuk semua jenjang selama tiga hari atau sampai tanggal 12 Mei.

"Kalau sekolah kita sambut dengan baik. Tinggal kita sosialisasikan itu ke sekolah untuk menahan diri dulu tidak PTM karena menghindari ekses dari itu," ujar Bima.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepegawaian pada BPKSDM Kota Bogor Elyis Sontikasyah sesuai surat edaran BKPSDM bahwa pegawai ASN di Kota Bogor yang melaksanakan tugas kedinasan di rumah atau WFH sebesar 25%.

"Untuk work from office (WFO) sebesar 75 persen dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Elyis.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya