Wagub DKI Jakarta: JIS Layak untuk Final Liga Champions Bahkan Piala Dunia

Oleh Muhammad Ali pada 06 Mei 2022, 11:34 WIB
Diperbarui 06 Mei 2022, 11:34 WIB
FOTO: Selebrasi Kemenangan Barcelona U-18 di IYC 2021
Perbesar
Selebrasi Kemenangan Barcelona U-18 di IYC 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan Jakarta International Stadium (JIS) layak menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola dunia di antaranya untuk final Piala Dunia.

"Singkatnya Jakarta Internasional Stadium layak untuk final Liga Champions, bahkan final Piala Dunia," kata Riza Patria melalui akun Instagram @arizapatria di Jakarta, Jumat (6/5/2022).

Ia menyebut beberapa indikator yang mendukung JIS di antaranya kapasitas 82 ribu kursi hingga atap yang mampu buka tutup (retractable roof).

Bahkan, lanjut dia, kecanggihan teknologi di atap JIS itu tidak dimiliki lapangan sepak bola yang menjadi markas klub bola dunia seperti Anfield yang menjadi kandang klub Liverpool dan markas Manchester United yakni Old Trafford dan stadion lainnya.

Saat ini, politikus Partai Gerindra itu sedang berada di London, Inggris untuk menjenguk putrinya yang sedang menempuh pendidikan tingkat lanjut di Universitas Newcastle.

Di sela-sela liburan di Inggris, Riza menyempatkan berkunjung ke beberapa stadion klub bola Eropa di antaranya Stadion Anfield, markas Liverpool dengan kapasitas 54,074 tempat duduk.

Selain itu, ke stadion Old Trafford kandang Manchester United yang sanggup menampung 76.000 kursi.

"Kami patut bangga, Jakarta sudah punya JIS dengan kapasitas 82.000 tempat duduk," ucapnya yang dilansir dari Antara.

Di sisi lain, Riza mengatakan sepak bola telah menjadi industri di negeri Ratu Elizabeth itu.

 


Anak Indonesia Diharapkan Bisa Tembus Klub Dunia

Dia mengungkapkan kepercayaan pihak swasta untuk menjadi sponsor dan berinvestasi pada klub-klub sepakbola di Eropa merupakan hal yang perlu dipelajari, didalami dan diterapkan di Indonesia.

"Kami berharap, semoga saat ini Persija dan klub Indonesia lainnya sedang menjalani tahapan-tahapan menuju klub kelas dunia seperti Liverpool, MU, Real Madrid, Bayer Munchen, AC Milan, dan lainnya," ucapnya.

Ia berharap pemain bola asal Indonesia mampu menembus klub dunia dengan bayaran yang tentunya fantastis.

Potensi itu, kata dia, cukup besar mengingat anak-anak asal Indonesia sudah mampu menembus kampus terbaik dunia di antaranya Oxford, Stanford, Harvard, MIT dan Cambridge.

Riza menyebutkan gaji pemain seperti Mohamed Salah mencapai Rp3,7 miliar per pekan dan Cristiano Ronaldo Rp7,1 miliar per pekan.

Tentunya, kata dia, pendapatan klub-klub sepak bola di Inggris terbilang besar sehingga berani menggaji pemain dengan angka fantastis itu.

"Kalau anak-anak Indonesia mampu menembus kampus-kampus terbaik di dunia, mestinya anak-anak Indonesia juga mampu menembus dan bermain di klub-klub seperti Liverpool, Manchester United, Chelsea," katanya.


13 Tahun Setelah Penantian

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai Jakarta International Stadium (JIS) bukan sekadar lapangan sepak bola, tapi juga pematik untuk roda perekonomian di kawasan Jakarta Utara.

"Dengan dibangunnya JIS di kawasan Utara Jakarta kita berharap menjadi mesin penggerak, untuk menggerakkan perekonomian, untuk mendorong kemajuan, dan harapannya berdampak pada seluruh kawasan Utara Jakarta," kata dia seperti dikutip dalam saluran Youtube Anies Baswedan, Minggu (27/3/202).

Anies menjelaskan, sejak awal, pembangunan JIS diharapkan bisa menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan bagi lingkungan sekitar. Karena itu, ia turut menyiapkan 130 unit rumah susun untuk tempat tinggal masyarakat di rel kereta api yang berdekatan dengan kawasan JIS.

Selain itu, ada urban farming agar masyarakat tetap menjalankan profesi seperti sediakala. Anies menerangkan, sebagian dari mereka dulunya bercocok tanam, bertani. "Jadi ketika JIS dibangun menjadi manfaat bagi masyarakat bukan justru menimbulkan problem," ujar Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menerangkan, membangun stadion bertaraf internasional seperti JIS di Jakarta merupakan janjinya sewaktu kampanye. Anies mengungkapkan alasannya. Saat itu, ia ingin sekali Jakarta memiliki fasilitas olahraga yang bertaraf internasional.

Apalagi waktu itu, Jakarta belum memiliki stadion yang representatif, semenjak Stadion Lebak Bulus pada 2009 dibongkar untuk dijadian depo MRT Jakarta.


Terhambat Pandemi

Dia menuturkan, pembangunan JIS dimulai pada September 2019. Targetnya selesai pada Desember 2021. Tapi, akibat pandemi Covid-19 pengerjaan sedikit terhambat. Kendati demikian, Anies memastikan JIS rampung 100 persen pada Maret 2022 ini.

JIS, kata Anies, siap menampung warga Jakarta, warga Indonesia, dan warga dunia. Anies menjelaskan, bahwa JIS dirancang tidak hanya untuk kegiatan olahraga. Tapi, bangunan untuk multi event seperti tempat kegiatan budaya, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, kegiatan komersial, kesenian, dan lain-lain.

"Insyaallah di Maret 2022 stadion ini akan tuntas 100 persen. Akhirnya 13 tahun penantian menemui ujungnya. Jadi ini sebuah tempat berbagai event bisa diselenggarakan," tutur Anies.

Menurut Anies, membangun JIS sekaligus menata kawasan. Secara bersamaan, kata ada pembangunan lain seperti Waduk Cincin yang akan dibangun di sisi timur dari stadion JIS. Kemudian, pembangunan tower perkantoran, tower perumahan.

"Sehingga yang dibangun bukan hanya stadion tapi kawasan. Konsep yang kita siapkan dari awal," ujarnya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya