Update Covid-19 Rabu 4 Mei 2022: Positif 6.047.491, Sembuh 5.884.325, Meninggal 156.321

Oleh Maria Flora pada 04 Mei 2022, 19:28 WIB
Diperbarui 04 Mei 2022, 19:37 WIB
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19.  Prasesh Shiwakoti/Unsplash
Perbesar
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19. Prasesh Shiwakoti/Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah kasus harian positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, ada 176 orang terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari ini, Rabu (4/5/2022). 

Dengan begitu angka kasus terkonfirmasi virus Corona terhitung sejak Maret 2020 menjadi 6.047.491 jiwa.      

Sementara, jumlah pasien sembuh dan terbebas dari Covid-19 hari ini ada 266 orang. Sehingga angka kumulatif kasus sembuh di Indonesia menyentuh angka 5.884.325 jiwa. 

Satgas Covid-19 juga mengungkap masih ada kasus meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini. Bertambah 16 orang, sehingga jumlah keseluruhan warga yang berpulang akibat terpapar Covid-19 mencapai 156.321 orang. 

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Selasa, 3 Mei 2022, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Rabu (4/5/2022) pada jam yang sama.

Sementara itu, guna menekan penambahan kasus positif di Tanah Air, vaksinasi hingga kini gencar dilakukan pemerintah. Menurut laporan Kementerian Kesehatan, penduduk Indonesia yang telah menerima vaksinasi COVID-19 dosis ketiga (penguat) sudah mencapai 40.181.376 jiwa atau mengalami penambahan 486.730 orang pada Senin, 2 Mei hingga pukul 12.00 WIB.

Data resmi juga menyebutkan 165.376.991 jiwa mendapat vaksin dosis kedua. Terdapat penambahan sebanyak 146.931 jiwa yang mendapat vaksin dosis kedua pada Senin.

Sementara, vaksin dosis pertama telah mencapai 199.346.528. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi secara nasional mencapai 208.265.720 jiwa.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua


Pentingnya Booster Bagi Pelaku Mudik Lebaran Saat Terpapar Covid-19

FOTO: Melihat Sentra Vaksinasi COVID-19 di Jakarta
Perbesar
Sentra Vaksinasi COVID-19 di Jakarta. (Foto:Liputan6/Johan Tallo)

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi penguat antibodi merupakan perlindungan penting pelaku perjalanan mudik Lebaran 2022 untuk meminimalkan dampak kesakitan saat terpapar COVID-19.

"Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan COVID-19 yang lebih tinggi. Maka dari itu vaksinasi 'booster' (penguat) penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular COVID-19," katanya.

Nadia yang juga menjabat Sekretaris Kesehatan Masyarakat Kemenkes itu mengatakan mobilitas mudik dinilai lebih masif karena melibatkan puluhan juta orang.

Hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI tentang mudik Lebaran 2022, masyarakat yang akan melakukan mudik tahun ini sekitar 80 juta orang.

"Sehingga perlu vaksinasi 'booster' untuk mengurangi risiko jika tertular COVID-19," katanya.

Dokter spesialis pulmonologi dari RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Pompini Agustina S.,mengingatkan masyarakat yang melakukan silaturahmi saat mudik Lebaran untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan terutama ketika menghadapi orang lanjut usia. 


Ketua MUI: Ramadhan 1443 H Jadi Akhir Perjalanan Covid-19

Vaksinasi COVID-19 untuk Warga dan Komunitas Pemulung
Perbesar
Vaksinasi COVID-19 untuk Warga dan Komunitas Pemulung. (Foto:Liputan6/Helmi Fithriansyah)

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi mengatakan bahwa Ramadhan tahun ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia patut bersyukur dengan suka cita dalam kebersamaan.  

"Ramadhan tahun ini kita Alhamdulillah sudah diiringi akhir dari perjalanan pandemi Covid-19. Ini patut kita syukuri, maka kita harus mewujudkan kebersamaan kita dalam kehidupan ini," kata Zaidi saat jumpa pers daring, Minggu, 1 Mei 2022. 

Zaidi juga mengajak agar umat muslim di Indonesia bisa selalu membina dan mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniah dan ukhuwah basariah untuk menatap masa depan yang lebih baik lagi.

"Mari kita isi Lebaran Idul Fitri dengan, selain kegembiraan adalah bagaimana kita juga berbagi kasih sayang dalam kehidupan, menyantuni fakir miskin anak yatim dan sebagainya," ajak dia.

Zaidi meyakini, Ramadhan tidak hanya dimaknai dengan kesalehan dari ibadah, tetapi juga kesalehan sosial kita dalam berinteraksi kehidupan masyarakat.

"Jadi Insya Allah besok 2 Mei kita sama-sama akan merayakan hari raya Idul Fitri 1443 H bersama-sama, patut kita syukuri mudah-mudahan semangat persatuan kita semoga di kemudian hari kita akan tetap menjalin hubungan baik kebersamaan," ucap Abdullah Zaidi menutup.

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya