NasDem Akan Serahkan 3 Nama ke Surya Paloh soal Capres 2024 di Rakernas

Oleh Liputan6.com pada 03 Mei 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Mei 2022, 15:00 WIB
Surya Paloh
Perbesar
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Partai nasDem akan menyerahkan tiga nama yang akan diusung menjadi calon presiden yang akan berlaga di Pemilu 2024 ke Ketua Umunnya Surya Paloh.

Adapun penyerahkan Capres 2024 itu akan diserahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem yang rencananya akan diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 15-17 Juni 2022.

"Rakernas nanti kita akan merekomendasikan tiga nama capres kepada Pak Surya," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya dalam sambungan telepon, Selasa (3/5/2022).

Menurut dia, nanti Surya Paloh akan memilih salah satu nama untuk menjadi Capres yang akan diusung oleh NasDem untuk berlaga di Pemilu 2024.

Meski demikian, Willy masih enggan membeberkan siapa ketiga kandidat capres yang akan diberikan ke Surya Paloh tersebut.

Bahkan, lanjut dia, selain teknis soal pemilihan Capres 2024, Surya Paloh juga yang akan menentukan siapa yang diajak untuk berkoalisi dan bergabung untuk bisa berlaga di Pemilu 2024.

"Nanti akan diserahkan ke Pak Surya. Pak Surya yang menentukan siapa yang akan beliau pilih, dan teknis waktu nanti kita serahkan ke Pak Surya, karena sekaligus juga membangun koalisi pengusung," kata Willy.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate mengatakan, partainya akan melihat tokoh yang sudah ramai dibicarakan di publik sebagai calon presiden.

Misalnya dari hasil lembaga survei, muncul nama-nama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.

"Kita memperhatikan tidak saja apa yang ada di ruang publik, yang terkait proses elektoral, yang ada di ruang publik itu kan hasil dari lembaga-lembaga survei, itu pasti menjadi perhatian. Karena calon presiden yang ditampilkan harus memenuhi syarat-syarat elektoral," kata dia.

 


Ikut Melanjutkan Pembangunan Jokowi

Selain masalah elektoral, NasDem juga mempertimbangkan tokoh yang bisa menjaga kelanjutan pembangunan oleh Presiden Joko Widodo ataua Jokowi. Ini juga menjadi syarat calon presiden yang akan diusung NasDem.

"Tetapi menurut saya itu tidak cukup, kalau dari Nasdem itu ada satu yang penting, yaitu calon presiden yang harus punya kemampuan, dia harus menjaga kontinuitas pembangunan yang saat ini sedang kita lakukan. Yang menurut NasDem pembangunan saat ini kebijakannya sudah ada di jalan yang benar, itu syaratnya," kata Johnny.

Dalam memilih calon presiden tersebut, NasDem akan menggaet para akademisi. NasDem ingin melakukan pendekatan berbasis sains untuk memilih calon presiden.

"Sehingga NasDem tentu akan melibatkan akademis dan memperhatikan pendekatan yang scientific untuk menghasilkan calon presiden yang tepat, untuk disampaikan ke masyarakat untuk menilai sebelum kami mengambil satu calon presiden final, setelah terbentuk koalisi yang memenuhi syarat presidential threshold," kata Johnny.

 


Tak Minat Koalisi dengan Partai yang Langsung Sodorkan Capres

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengaku pihaknya tidak tertarik berkoalisi dengan partai yang langsung menyodorkan tokoh calon presiden sebagai syarat berkoalisi.

"Jadi kalau kemudian ada partai mau berkoalisi dengan NasDem tapi sudah mengajukan syarat, manusia atau orang rasanya kami tidak pernah tertarik dengan itu," ujar Ali kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Ali mengatakan, ketika Nasdem ingin membangun koalisi untuk menggelar konvensi mencari calon presiden, semua partai yang didekati langsung sodorkan nama sebagai syarat.

"Semua parpol yg kita dekati, kita ajak berkoalisi semua mengajukan syarat untuk jadi calon presiden. Kalau semua mau jadi capres untuk apa kita laksanakan konvensi, gitu kan?" ujar dia.

 


Tidak Tertarik Koalisi Berdasarkan Survei

Soal nama-nama yang dimunculkan dalam survei, bagi Nasdem sah saja dan bisa menjadi referensi. Namun, Ali mengatakan, Nasdem belum tertarik untuk membangun koalisi berdasarkan hasil survei.

Membangun koalisi bagi NasDem mencari persamaan visi misi bersama-sama. Setelah itu mencari tokoh yang ideal.

"Jadi harus ada kebesaran jiwa untuk kemudian meletakan ego masing-masing," pungkas Ali.

 

 

Reporter: Intan Umbari/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya