BNPT Imbau Masyarakat Hindari Narasi Agama yang Mengandung Kebencian Demi Persatuan

Oleh Rita Ayuningtyas pada 30 Apr 2022, 17:46 WIB
Diperbarui 30 Apr 2022, 17:46 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar
Perbesar
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. (Liputan6.com/Aslam Mahfuz)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menghindari narasi-narasi agama yang mengandung kebencian. Baik kepada negara, kelompok, golongan, atau ras tertentu, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Perbedaan yang ada di Indonesia merupakan realita dan kemajemukan bangsa ini telah diketahui bersama. Oleh karena itu, untuk menjaga kohesivitas (rasa keterikatan) sosial dalam masyarakat, kita harus menghindari narasi-narasi agama yang mengandung kebencian dan bisa menimbulkan disintegrasi sosial," kata Boy seperti dilansir Antara, Jakarta, Sabtu (30/4/2022).

Sebaliknya, dia mengimbau agar masyarakat mendengarkan narasi-narasi agama yang mampu mendorong munculnya perasaan cinta dan kasih antarsesama anak bangsa. Juga mendorong keinginan untuk saling menolong serta bergotong royong, baik yang disampaikan oleh pemuka agama secara langsung maupun di media sosial.

Menurut dia, narasi-narasi tersebut akan membawa dampak positif bagi Bangsa Indonesia, terutama dalam menggalang kekuatan untuk membantu masyarakat yang memang memerlukan bantuan, seperti kaum dhuafa.

"Melalui narasi agama yang seperti itu, masyarakat akan terdorong untuk saling menolong. Contohnya, bagaimana kita membantu kaum dhuafa. Tentunya, mereka yang merasa kuat dan mempunyai kelebihan akan menggalang kekuatan untuk membantu saudara-saudara yang memerlukan bantuan. Itulah solidaritas sosial, terutama di bulan suci Ramadhan," ujar Boy.

 


Sesuai Firman Allah

Dengan demikian, Boy pun berharap narasi-narasi agama yang mampu menimbulkan perasaan cinta dan kasih antarsesama anak bangsa, keinginan untuk saling menolong, serta semangat bergotong royong, senantiasa mewarnai dunia dakwah di Tanah Air. Terutama di bulan suci Ramadhan.

Hal senada disampaikan pula oleh narasumber lainnya. Salah satunya pendakwah KH Agus Dermawan.

Ia mengatakan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 125, dakwah yang benar adalah dakwah yang mendorong kemunculan berbagai hal baik dan dilakukan secara bijaksana sehingga tidak menyakiti hati sesama manusia.

“Allah mengatakan, ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan jalan hikmah dan bijaksana, serta berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Jadi kalau, hikmah dan bijaksana itu, saling bertoleransi. Lalu apabila ada perdebatan, diselesaikan dengan cara yang baik,” kata Agus.


Jangan Sampai Rusak Tatanan Kehidupan

Presiden Jokowi melantik Irjen Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Perbesar
Presiden Jokowi melantik Irjen Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengaku prihatin dengan adanya oknum penceramah yang memantik perpecahan masyarakat.

Boy berharap, tak ada lagi oknun penceramah yang lebih mendorong semangat intoleransi dan radikalisme.

"Kita harapkan jangan sampai penceramah merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia dalam keterangannya, Jumat (11/3/2022).

Boy mengungkap, keberadaan oknum penceramah intoleran bukan sekadar isu. Boy mengatakan pihaknya terus mengamati dan mencermati setiap isi ceramah yang disampaikan para dai.

"BNPT sudah mengamati dan mencermati narasi ceramah yang cenderung membangun semangat intoleran. Kita harapkan ini tidak berlanjut demi keutuhan sebagai bangsa, sehingga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk," kata dia.

Boy meminta para penceramah harus lebih menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme. Dengan demikian, Boy berharap keutuhan NKRI tetap terjaga di tengah ibadah masyarakat.

"Jadi di samping membangun akhlak dan ketaqwaan umat kita terhadap Allah, kita juga tidak boleh meninggalkan semangat nasionalisme dan patriotisme," ujar dia.


Menambah Ketaatan

Menurut Boy, semangat nasionalisme dan patriotisme bisa menambah ketaatan masyarakat dalam beribadah.

Boy menegaskan, NKRI akan tetap utuh dan aman sebagai tempat bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.

"Tujuan negara adalah melindungi segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta mewujudkan perdamaian dunia," kata dia.

Boy mencontohkan, semangat patriotisme dan nasionalisme telah diwariskan oleh salah satu ulama besar Indonesia seperti Hasyim Asyari. Dengan semangat itu, NKRI kokoh berdiri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

"KH Hasyim Asyari menggelorakan prinsip hubbul wathon minal iman, bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Ini yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan. Islam adalah rahmat bagi alam. Dengan keberadaan Islam akan memunculkan kedamaian bagi alam seisinya," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya