Cuaca Hari Ini Kamis 27 April 2022, Pagi hingga Siang Jakarta Hujan

Oleh Devira Prastiwi pada 28 Apr 2022, 06:15 WIB
Diperbarui 28 Apr 2022, 06:15 WIB
Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022). BMKG mengungkapkan potensi curah hujan meningkat dan cuaca ekstrem sepanjang 17-23 Februari 2022. Sejumlah wilayah diminta waspada dampak yang terjadi dari cuaca buruk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca hari ini, Kamis (27/4/2022), Jakarta langit paginya sebagian diperkirakan turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hanya Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu berawan.

Informasi cuaca ini seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya www.bmkg.go.id.

Siang hari nanti, waspada hujan petir diprediksi guyur Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan sisanya seluruh wilayah Ibu Kota diperkirakan turun hujan berintensitas ringan. Malam hari nanti kembali diprediksi berawan.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Jakbar, Jakbar, Jaksel dan Jaktim pada siang hingga sore hari," tulis peringatan dini BMKG.

Senada, wilayah penyangganya yaitu Bekasi dan Depok, Jawa Barat pagi hari ini diprediksi turun hujan berintensitas ringan, kemudian siang nanti waspada hujan petir.

Berbeda, Kota Bogor, Jawa Barat, pagi hari ini diperkirakan berawan, lalu siang sampai malam nanti diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi," tegas peringatan dini BMKG.

Begitu pula di Kota Tangerang, Banten, pagi hari ini diprediksi berawan, lalu siang nanti turun hujan berintensitas ringan.

Berikut informasi prakiraan cuaca di Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG:

  Kota  Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Hujan Sedang  Hujan Ringan  Berawan 
 Jakarta Pusat   Hujan Ringan  Hujan Ringan  Berawan
 Jakarta Selatan   Hujan Ringan  Hujan Petir  Berawan
 Jakarta Timur   Berawan  Hujan Petir  Berawan
 Jakarta Utara   Hujan Sedang  Hujan Ringan  Berawan
 Kepulauan Seribu   Berawan  Berawan  Berawan
 Bekasi   Hujan Ringan  Hujan Petir  Berawan
 Depok   Hujan Ringan  Hujan Petir  Hujan Ringan 
 Kota Bogor  Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan  Hujan Ringan  Berawan

Antisipasi Perubahan Iklim, BMKG Minta Dilakukan Mitigasi Komprehensif

FOTO: Waspada Hujan Angin di Jakarta Dampak Siklon Molave
Perbesar
FOTO: Waspada Hujan Angin di Jakarta Dampak Siklon Molave

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah untuk segera melakukan langkah mitigasi secara komprehensif dan terukur guna menahan laju perubahan iklim.

Pasalnya, bila situasi saat ini terus dibiarkan maka kenaikan suhu di seluruh pulau utama di Indonesia mencapai 4 derajat celcius pada 2100. Kenaikan tersebut, kata dia, adalah empat kali dibandingkan zaman pra industri.

Akibat kenaikan suhu ini pula, tambahnya, puncak Jaya Wijaya di Papua yang pada tahun 2020 memiliki ketebalan es 31,49 meter, di tahun 2025 mendatang diperkirakan es tersebut akan hilang sepenuhnya.

"Mitigasi harus dilakukan segera, tidak bisa ditunda-tunda karena situasi kekinian sangat mengkhawatirkan," ujarnya, Selasa 12 April 2022.

Dwikorita mencontohkan Siklon Seroja yang terjadi di NTT tahun lalu, semestinya siklon tersebut tidak terjadi di wilayah tersebut, tapi akibat perubahan iklim siklon tersebut muncul.

Dwikorita mengatakan, peningkatan suhu tersebut akan memicu terjadinya cuaca ekstrem dan anomali iklim yang semakin sering. Intensitasnya pun semakin kuat dengan durasi panjang.

Kondisi tersebut, lanjut Dwikorita, tentu akan mengakibatkan kerugian bagi Indonesia. Tidak hanya bersifat materil seperti infrastruktur, namun juga korban jiwa.

"Jadi jangan heran jika saat musim kemarau juga terjadi hujan dan banjir, atau musim kemarau akan terasa lebih panas dan kering. Pun saat musim hujan, jauh lebih lebat sehingga memicu bencana hidrometeorologi," imbuhnya.

Dwikorita mengungkapkan, bencana hidrometeorologi di Indonesia meningkat, menjadi bencana terbesar dengan prosentase 95 persen. Selama tahun 2021, bencana mencapai 5.402 kasus yang notabene merupakan sebagai dampak perubahan iklim global.

Dwikorita menegaskan, pemerintah bersama semua elemen masyarakat harus bekerjasama dan gotong royong dalam melakukan aksi mitigasi.

Mulai dari penghematan listrik, air, pengelolaan sampah, pengurangan energi fosil dan menggantinya dengan kendaraan listrik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, restorasi mangrove, dan lain sebagainya.


Mudik Lebaran 2022, BMKG Siapkan Layanan Informasi Prakiraan Cuaca di Jalan Tol

Waspada Cuaca Ekstrem
Perbesar
Waspada Cuaca Ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan layanan informasi prakiraan cuaca, terutama di jalur tol untuk menghadapi masa mudik Lebaran 2022.

"Layanan yang kami sampaikan di sini adalah informasi cuaca pada jalur transportasi darat, terutama jalan tol, ini akan disiapkan dengan fitur khusus, melalui aplikasi mobile phone infoBMKG. Namun yang kami sampaikan ini adalah prakiraan cuaca," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI yang diikuti secara daring, mengutip Antara, Jumat 8 April 2022.

Dwikorita mengatakan, peringatan dini juga diberikan dari 3 jam hingga 30 menit sebelum kejadian dan disampaikan pula melalui fitur khusus peringatan dini infoBMKG.

"Namun kami juga memohon barangkali dimungkinkan peringatan dini ini bisa ditayangkan pada layar yang ada di jalan tol, untuk informasi jalan tol," kata dia.

Dwikorita berharap, dengan informasi yang disebarluaskan tidak hanya melalui aplikasi ponsel, sehingga BMKG berupaya untuk dapat berkoordinasi dengan pengelola jalan tol, agar peringatan dini juga masuk di dalam info jalan tol.

"BMKG juga akan menyampaikan prakiraan cuaca untuk tempat ibadah serta prakiraan cuaca menjelang hingga Idul Fitri," ucap dia.


Siapkan Alat

Volume Kendaraan Meningkat di Jalan Tol
Perbesar
Volume Kendaraan Meningkat di Jalan Tol.

Selain itu, Dwikorita menyebut, pihaknya mempersiapkan prakiraan cuaca khusus untuk tempat wisata disertai dengan adanya peringatan dini.

Sementara, menurut Dwikorita, BMKG telah mempersiapkan peralatan yang sudah terpasang di seluruh wilayah Indonesia dan terkalibrasi serta beroperasi dengan baik. Terdapat 40 radar cuaca dan ribuan peralatan yang terpasang guna mendukung kelancaran mudik Lebaran.

Kemudian AWOS (Automated Weather Observing System) juga terpasang di hampir semua bandara di Indonesia, yang memiliki stasiun meteorologi di 98 lokasi.

"Kami menyiapkan radar khusus untuk penyeberangan, yaitu radar maritim, terutama di Gilimanuk-Ketapang, juga di antara Pulau Lombok dan Flores dan juga di Selat Sunda," jelas dia.

Dwikorita mengharapkan layanan cuaca BMKG dapat mendukung kelancaran pemerintah mewujudkan mudik aman dan juga mudik sehat. 

Infografis Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia
Perbesar
Infografis Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya