Gempa Getarkan 2 Wilayah Indonesia Hari Ini Minggu 24 April 2022

Oleh Maria Flora pada 24 Apr 2022, 23:03 WIB
Diperbarui 24 Apr 2022, 23:44 WIB
[Bintang] Gempa Malang Tidak Terkait dengan Gempa Lombok
Perbesar
Gempa berkekuatan 5,2 SR guncang Malang, Jawa Timur pada Rabu, 8 Agustus 2018. (Ilustrasi: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi kembali getarkan wilayah Indonesia hari ini, Minggu (24/4/2022). Hingga pukul 21.00 WIB, lindu tersebut dilaporkan terjadi di Kabupaten Tanggamus, Lampung dan Gianyar, Bali.

Gempa pertama yang terjadi di Tanggamus, Lampung dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpusat di darat dengan kekuatan magnitudo 2,5. Lindu terjadi pada pukul 01:23:53 WIB. 

Saat gempa terjadi, guncangannya dirasakan dalam skala II MMI (Modified Mercally Intensity) di Tanggamus. Ada pun lindu berada di kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut.

Sedangkan lokasi gempa terletak pada koordinat 5,35 Lintang Selatan (LS) dan 104,6 Bujur Timur (BT). Lebih tepatnya di 17 km barat laut Tanggamus

Gempa hari ini juga menggoyang Kabupaten Gianyar, Bali. Lindu terjadi pada pukul 18:03:56 WIB dengan mangnitudo 3,3.

Getaran gempa dirasakan dalam skala II MMI di Gianyar dengan pusat lindu berada di darat, kedalaman 19 kilometer. 

Sementara, koordinat titik gempa berada di 8,57 LS dan 115,29 BT. Atau lebih tepatnya di 5 km barat daya Gianyar. 

Lantas, hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi terjadi?

Sebelum gempa bumi terjadi, hal pertama pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

Kedua, kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

Ketiga, belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

 


Selanjutnya...

Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi. - Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi. - Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi - Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran. - Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan. - Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.   Saat Terjadi Gempa:  - Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan. - Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah. - Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran. - Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami. - Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa

Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi gempa bumi.

Sedangkan hal yang perlu dilakukan setelah terjadi gempa: 

- Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya. 


BMKG: Tasikmalaya Paling Terancam Kena Tsunami

Ilustrasi gempa bumi
Perbesar
Ilustrasi gempa bumi.

Sementara itu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Tasikmalaya menjadi wilayah paling tinggi terkena ancaman gelombang tsunami akibat megathrust atau zona subduksi di pantai selatan Jawa Barat.

BMKG telah memetakan sejumlah wilayah yang terancam terkena gelombang tsunami. Tasikmalaya jadi wilayah yang tertinggi dengan ancaman gelombang tsunami akibat gempa megathrust tersebut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Geofisika Bandung, Sandy Nur Eko, mengungkapkan, terdapat ancaman gelombang tsunami setinggi 23 meter apabila gempa megathrust terjadi, terutama di di Pantai Cipatujah.

"Pantai Cipatujah, Tasikmalaya, ketinggian maksimum tsunami yang akan melanda jika terjadi gempa di zona megathrust adalah 23 meter, dengan waktu tiba sekitar 15 menit," ujar Sandy dalam seminar daring yang digelar BMKG Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir Antara.

Sandy mengatakan, kekuatan gempa yang sudah dipetakan diprediksi dengan magnitudo 8,7, baik itu di zona subduksi Selat Sunda maupun selatan Jawa Barat.

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukannya, yaitu untuk lima kabupaten yang memiliki pesisir selatan yakni mulai dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran. 

INFOGRAFIS: Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Deretan gempa terbesar di Indonesia dalam 5 tahun terakhir.
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya