KAI Sebut H-9 Lebaran Belum Ada Peningkatan Pemudik di Gambir dan Pasar Senen

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 23 Apr 2022, 23:00 WIB
Diperbarui 23 Apr 2022, 23:00 WIB
Suasana Stasiun Gambir Jelang Mudik Lebaran
Perbesar
Calon penumpang menunggu di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (22/4/2022). Adapun Volume penumpang berangkat sebanyak 6.300 atau 41 persen dari total Tempat Duduk yang tersedia sebanyak 15.506. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Humas DAOP 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Eva Chairunisa mengatakan, jumlah pemudik pada H-9 Lebaran atau Sabtu (23/4/2022) tidak ada kenaikan signifian di stasiun Gambir dan Pasar Senen, Jakarta.

"Secara keseluruhan peningkatan belum signifikan," kata dia kepada Liputan6.com, Sabtu (23/4/2022).

Berdasarkan data pada Sabtu, dia menuturkan, di Stasiun Gambir terdapat 33 KA beroperasi, dari jumlah tersebut, tujuh diantaranya merupakan KA tambahan.

"Adapun volume penumpang berangkat sebanyak 6.000 atau 39 persen dari total tempat duduk yang tersedia sebanyak 15.500," jelas Eva.

Sementara untuk Stasiun Pasar Senen terdapat 26 KA yang beroperasi dengan volume penumpang berangkat sebanyak 11.500.

"Atau 60 persen dari total tempat fuduk yang tersedia sebanyak 19.100," jelas Eva.

Selain itu, berdasarkan data pada Sabtu, keberangkatan dari area Daop 1 Jakarta seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikarang, Karawang dan Cikampek sebanyak 280.100 tiket KA Jarak Jauh telah terjual untuk keberangkatan pra Lebaran periode 22 April sampai dengan 1 Mei.

"Dengan keterisian tempat duduk 78 persen dari total tiket yang disediakan yakni 357.600 pada periode tersebut, 160.300 Stasiun Gambir dan 197.200 Pasar Senen," jelas Eva.

Selain itu, tanggal keberangkatan yang paling banyak dipilih masyarakat yaitu 27, 28, 29, 30 April dan 1 Mei.

"Dengan relasi mayoritas tujuan Yogyakarta, Solo Kutoarjo, Purwokerto, Kebumen, Semarang, Surabaya, Malang, Cirebon dan Bandung," kata Eva.

 


Minta Diantisipasi

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sudah ada mobilitas masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik pada Sabtu (23/4/2022) atau H-9 Lebaran.

Menurut dia, berdasarkan data tahun 2019 telah ada kenaikan sekitar 5-10 persen.

"Hari ini alhamdulillah sudah naik, dibandingkan 2019, itu naik sekitar 5-10 persen, jadi mudah-mudahan ini berita baik juga," kata Budi di Kantor Jasa Marga Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat.

Seperti dilansir dari Antara, dia menyebut bertanda baik artinya masyarakat mengikuti saran pemerintah untuk mudik lebih awal guna mencegah adanya kemacetan.

Menurut Budi, berdasarkan prediksi mudik Lebaran 2022 ini akan meningkat 40 persen dari tahun 2019. Padahal di tahun 2019, jelas mengalami beban arus mudik yang cukup berat.

Karena itu, dia berharap semua pihak untuk melakukan antisipasi guna mencegah hal yang tak diinginkan.

"Saya minta untuk melakukan antisipasi, memetakan kemungkinan yang terjadi, sehingga kalaupun terjadi suatu lonjakan yang cukup tinggi, kita tetap dalam kontrol," kata Budi.

 


Perilaku Pemudik Perlu Ditertibkan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berharap pemudik menaati peraturan yang sudah ditentukan di musim mudik Lebaran Idul Fitri 2022. Dia meminta agar perilaku pemudik bisa ditertibkan.

"Perilaku pemudik kita harus ditertibakan, ini perlu diedukasi, kecelakaan lalu lintas terutama disebabkan perilaku pemudik yang tidak disiplin, sembrono, ugal-ugalan di perjalanan, tidak mengelola faktor kelelahan dengan baik, ini menjadi pemicu terjadinya kecelakaan," ujar Muhadjir Effendy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Daerah dalam Penyelenggaraan Angkutan Lebaran, Sabtu (23/4/2022).

Menurut Muhadjir, para pemudik harus bisa mengelola fisiknya sendiri. Dia meminta pemudik tidak memaksakan diri demi sampai lebih awal ke tempat tujuan.

Pasalnya, pemerintah dibantu aparat gabungan telah menyiapkan lokasi-lokasi yang bisa dijadikan tempat istirahat selama perjalanan mudik Lebaran 2022.

"Disiapkan pusat-pusat peristirahatan untuk mereka belanja atau kuliner," kata dia.

 


Dijadikan Dasar Menuju Endemi

Selain itu, Muhadjir juga meminta agar pemudik bisa memanfaatkan jalur lainnya untuk menuju kampung halaman. Hal tersebut harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di satu tempat.

"Kita juga meminta pemudik memanfaatkan jalur alternatif lainnya, sehingga tidak terlalu membebani jalan-jalan arteri," kata Muhadjir.

Lebih lanjut, dia berharap mudik lebaran Idul Fitri 1443 H ini dapat berjalan sesuai harapan. Dia juga berharap tak ada penyebaran virus corona Covid-19.

Muhadjir menyebut, jika mudik 2022 ini tak membuat kasus Covid-19 naik, maka bisa menjadi titik awal Indonesia menuju endemi.

"Pasca-lebaran akan menjadi taruhan apakah kita nanti akan menuju endemi atau tidak. Jadi nanti kalau kita memperlonggar dengan leluasa ternyata Covid-19 landai atau malah bisa turun, jadi kita lebih percaya diri menyongsong era endemi," ujar dia.

Selain itu, menurut Muhadjir, jika dalam tradisi mudik ini tak ada penyebaran Covid-19 yang berarti, maka Indonesia juga semakin siap menjadi tuan rumah dalam ajang internasional seperti G20 pada November 2022 mendatang.

"Indonesia ini termasuk berhasil menangani Covid-19, ini akan menjadi ajang pertaruhan kita di internasional. Pada November akan dijadikan ajang pertemuan G20, Indonesia menjadi tuan rumah dan menjadi taruhan apakah Covid-19 bisa teratasi di musim lebaran ini, kalau bisa, kita aman, nyaman dan percaya diri menjadi tuan rumah panggung internasional," kata Muhadjir Effendy.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya