Longsor dan Banjir Melanda Bandung Barat, Satu Bocah Hilang

Oleh Huyogo Simbolon pada 16 Apr 2022, 22:25 WIB
Diperbarui 16 Apr 2022, 22:25 WIB
longsor-ilustrasi-131201b.jpg
Perbesar
ilustrasi longsor.

Liputan6.com, Bandung - Bencana longsor dan banjir bandang melanda Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis malam, 14 April 2022. Dalam bencana ini, tiga bocah terseret material tebing setinggi 30 meter yang longsor. Dari tiga korban, dua ditemukan selamat sementara satu masih belum ditemukan.

Adapun korban bernama Efan Mustofa (8). Kantor SAR Bandung telah mengirimkan dua tim rescue ke lokasi longsor untuk pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, korban bersama dua orang temannya pulang mengaji dan tertimbun longsor saat tengah melewati lokasi kejadian.

"Satu orang warga dan langsung melakukan penyelamatan terhadap ketiga anak tersebut, dua anak berhasil diselamatkan sedangkan satu orang lainnya tidak tertolong," kata Deden, Sabtu (16/4/2022).

Selain korban jiwa, terdapat sebanyak 22 rumah yang terdampak tanah longsor dan banjir bandang ini. Adapun peristiwa yang terjadi pada malam hari itu dipicu hujan deras yang terjadi sebelumnya.

"Berdasarkan asesmen di lapangan, total ada 22 rumah yang terdampak dari bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi," ucap Kepala BPBD KBB Duddy Prabowo.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


10 Rumah Rusak Berat

Adapun dari total rumah yang terdampak tersebut, 10 rumah di antaranya dalam kondisi rusak berat. Di mana terdapat rumah yang dindingnya tertimpa material tanah dan rawan roboh, serta banjir lumpur masuk ke dalam rumah.

Duddy menyebutkan, mengingat kondisi rumah warga yang rawan serta hujan yang masih turun setiap hari, maka demi keamanan para penghuninya diungsikan sementara ke tempat aman. Sementara petugas berupaya membersihkan material longsoran dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

"Warga diungsikan ke balai RW dan rumah kerabatnya terdekat yang kondisinya lebih aman. Untuk keperluan mendesak saat ini yang dibutuhkan, seperti dapur umum, logistik, dan obat-obatan," tuturnya.

Selain merusak rumah warga, longsor dan banjir bandang ini juga mengakibatkan lahan pertanian sawah dan perkebunan rusak. Total ada seluas tiga hektare lahan warga yang terdampak.

"Lahan pertanian warga banyak yang tertimbun material longsoran. Akses jalan desa juga tertutup longsor di beberapa titik dan hanya bisa dilalui pejalan kaki," kata Duddy.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya