Sukses

Gempa Senin 11 April 2022 Getarkan Halmahera Barat dan Pesisir Barat Lampung

Gempa di Halmahera Barat terjadi pada pukul 03:56:50 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,0. BMKG menyatakan lindu tak berpotensi tsunami.

Liputan6.com, Jakarta Gempa bumi kembali getarkan wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan hingga pukul 23.00 WIB, ada dua lindu yang terjadi, Senin (11/4/2022). Keduanya terjadi di Halmahera Barat, Maluku Utara dan Pesisir Barat Lampung. 

Gempa di Halmahera Barat terjadi pada pukul 03:56:50 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,0. BMKG menyatakan lindu tak berpotensi tsunami. Meski demikian, warga diminta untuk waspada pada gempa susulan yang mungkin terjadi.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG.

Ada pun lokasi gempa terletak pada koordinat 1,89 Lintang Utara (LU) dan 127,38 Bujur Timur (BT). Atau tepatnya di 63 km barat laut, Halmahera Barat, Maluku Utara. 

Gempa berada di kedalaman 94 kilometer di bawah permukaan laut. 

Sementara, gempa kedua hari ini terjadi di Pesisir Barat Lampung. Saat gempa terjadi, getarannya dirasakan dalam skala II MMI (Modified Mercalli Intensity) di Pesisir Barat. 

Lokasi gempa terletak pada koordinat 5,26 Lintang Selatan (LS) dan 103,86 Bujur Timur (BT). Atau tepatnya di 11 km Barat daya Pesisir Barat.

Gempa dilaporkan BMKG berkekuatan magnitudo 3,9 dan terjadi pada pukul 10:06:57 WIB. Sementara, lindu berada di kedalaman 55 kilometer.

Lantas, langkah seperti apa yang harus dilakukan guna mengantisipasi datangnya gempa? 

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Saat dan Setelah Terjadi Gempa

Saat Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya. 

3 dari 3 halaman

Tasikmalaya Paling Terancam Kena Tsunami Akibat Gempa Megathrust

Di sisi lain, BMKG menyebut Kabupaten Tasikmalaya menjadi wilayah paling tinggi terkena ancaman gelombang tsunami akibat megathrust atau zona subduksi di pantai selatan Jawa Barat.

BMKG telah memetakan sejumlah wilayah yang terancam terkena gelombang tsunami. Tasikmalaya jadi wilayah yang tertinggi dengan ancaman gelombang tsunami akibat gempa megathrust tersebut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Stasiun Geofisika Bandung, Sandy Nur Eko, mengungkapkan, terdapat ancaman gelombang tsunami setinggi 23 meter apabila gempa megathrust terjadi, terutama di di Pantai Cipatujah.

"Pantai Cipatujah, Tasikmalaya, ketinggian maksimum tsunami yang akan melanda jika terjadi gempa di zona megathrust adalah 23 meter, dengan waktu tiba sekitar 15 menit," ujar Sandy dalam seminar daring yang digelar BMKG Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir Antara.

Sandy mengatakan, kekuatan gempa yang sudah dipetakan diprediksi dengan magnitudo 8,7, baik itu di zona subduksi Selat Sunda maupun selatan Jawa Barat.

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukannya, yaitu untuk lima kabupaten yang memiliki pesisir selatan yakni mulai dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Selain Tasikmalaya, menurut dia Kecamatan Pamengpeuk, Garut, turut terancam terkena tsunami setinggi 18 meter apabila gempa megathrust terjadi. Dia menuturkan, kurang lebih tsunami tersebut bakal sampai 15 menit ke bibir pantai sejak terjadinya gempa.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.