PDIP Harap Aksi Mahasiswa 11 April Murni Demonstrasi dan Tak Ditunggangi

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 10 Apr 2022, 14:54 WIB
Diperbarui 10 Apr 2022, 14:55 WIB
Aksi Demo BEM di Kawasan Harmoni
Perbesar
Massa aksi yang tergabung dalam beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa akan menggelar unjuk rasa di kawasan Harmoni, Jakarta, Jumat (1/4/2022). Dalam aksinya mereka meminta untuk batalkan wacana perpanjangan masa jabatan presiden serta dibatalkannya wacana penundaan pemilu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswa akan menggelar demonstrasi ke jalan, pada 11 April 2022. Aksi ini akan membawa sejumlah aspirasi, mulai dari mahalnya harga minyak goreng hingga kelangkaan solar.

Menanggapi hal itu, Politikus PDIP Masinton Pasaribu mewanti agar aksi benar-benar soal demontrasi dan tidak ditunggangi agenda lain, seperti isu politik yang di luar koridor. 

"Perlu dicatat bahwa mandat Presiden dipilih langsung sampai 2024, jadi teman-teman mahasiswa jangan sampai terjebak pada isu politik yang di luar koridor mahasiswa," kata Masinton saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (10/4/2022). 

Masinton menambahkan, pendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wapres Ma'ruf saat ini jumlahnya masih sangat banyak. Karenanya, jangan sampai mahasiswa ditunggangi dan terjadi gesekan massa aksi.

"Teman-teman mahasiswa jangan asik dengan isu politik di luar konteks yang ditumpangi kelompok-kelompok tertentu, itu akan riskan dan mendatangkan aksi penolakan," jelas dia.

Seperti diketahui, ramai beredar kabar bahwa aksi besok Senin 11 April 2022 akan turut menyuarakan penurunan paksa Jokowi. Kabar itu terjadi sebab adanya dukungan tentang 3 periode masa jabatan presiden.

"Itu kan di luar konteks, itu bisa memprematurkan gerakan teman-teman mahasiswa. Karena presiden sudah menyampaikan berkali-kali bahwa beliau tidak ingin melanggar konstitusi dan presiden sudah mengagendakan pemilu tanggal 14 Februari 2024," tandas Masinton.


Aspirasi Diharap Berjalan Tertib

FOTO: Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi Saat Demo di KPK
Perbesar
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) saling dorong dengan polisi saat menggelar aksi di sekitar Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/9/2021). Polisi menahan mahasiswa untuk merangsek maju. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lebih lanjut politikus PDIP ini mengungkapkan demonstrasi adalah hak setiap warga negara, tak terkecuali mahasiswa. Namun dia berpesan, aspirasi dapat disampaikan secara tertib hukum.  

"Penyampaian sikap berpendapat itu adalah hak berdemokrasi setiap warga negara termasuk mahasiswa, kemudian hak demokrasi ini harus dibarengi dengan kewajiban menjaga ketertiban," kata Masinton saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (10/4/2022).

Masinton menambahkan, ketertiban harus dijaga utamanya karena aksi dilangsungkan pada momen Ramadhan. Dia berharap, aksi tidak menganggu suasana kekhusukan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, Masinton juga berharap, aksi disuarakan mahasiswa tidak di luar konteks utama. Apalagi beredar kabar liat bahwa aksi itu guna menurunkan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md juga mengingatkan agar aparat keamanan tidak melakukan kekerasan saat mengamankan aksi demo pada Senin 11 April 2022.

Mahfud Md juga melarang aparat keamanan membawa peluru tajam saat mengamankan unjuk rasa. Dia meminta aparat tidak mudah terpancing provokasi. 

"Dalam menghadapi rencana unjuk rasa itu, pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan penengak hukum, agar melakukan pelayanan dan pengamanan sebaik-baiknya, dan tidak boleh ada kekerasan, tidak membawa peluru tajam, juga jangan sampai terpancing oleh provokasi," kata Mahfud usai ratas mengenai situasi politik keamanan dalam negeri, Sabtu 9 April 2022.


Demo Mahasiswa Disiapkan Rekayasa Lalin di DPR/MPR

Protes Pemerintah, Mahasiswa Gelar Aksi di Patung Kuda
Perbesar
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (28/3/2022). Protes tersebut seperti kelangkaan bahan pokok, pemindahan ibu kota negara, penundaan Pemilu 2024 serta perpanjangan masa jabatan Presiden. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Buntut rencana demo yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pada Senin, 11 April 2022, rekasaya pengalihan arus lalu lintas juga disiapkan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menerangkan, rekayasa lalin di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR bersifat situasional.

"Kami melihat perkembangan massa, apabila masa cukup banyak maka arus akan ditutup di bawah jembtan layang, dan akan dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda," kata Sambodo dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4/2022).

Berikut Rekayasa Lalu Lintas di sekitaran Gedung DPR/MPR: 

1. Arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto arah Gedung DPR/MPR di belokkan kiri ke Jalan Gerbang Pemuda

2. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Subroto, di putar balik di kolong layang Farmasi ke Jalan Gerbang Pemuda.

3. Arus lalu lintas dari tol dalam kota yang akan keluar di Offramp Pulo Dua diluruskan ke arah Tomang.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur arah Jalan Gelora diluruskan Jalan Tentara Pelajar

5. Arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika arah Jalan Gelora dibelokkan ke kanan Jalan Gerbang Pemuda.

6. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang pemuda arah Jalan Gelora dibelokkan kiri Jalan Asia Afrika.


Tutup Jalan di Sekitar Istana

FOTO: Mahasiswa Bagikan Takjil Saat Demo Terkait Penambangan Batu Bara di DPR
Perbesar
Aliansi Mahasiswa Lingkar Nusantara menyiapkan takjil untuk dibagikan saat melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (6/4/2022). Dalam aksinya, mereka mendesak DPR untuk segera membentuk pansus terkait penambangan batu bara. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Polisi menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas menyusul rencana demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menerangkan, skenario arus lalu lintas bersifat situasional. Namun, ada ruas jalan yang dipastikan ditutup sejak pukul 08.30 WIB.

Sambodo menyebut, itu untuk ruas Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Harmoni mengarah ke Istana.

"Jalan medan merdeka barat akan ditutup pukul 08.30 WIB karena akan dipasang security barrier/pagar kawat dan juga water barrier di kedua arah. Arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Merdeka Selatan dan Budi Kemuliaan. Demikian juga Harmoni arah ke Istana akan kita tutup," kata Sambodo dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4/2022).

Sementara itu, rekasaya lalu lintas di kawasan lain pemberlakuannya tergantung situasi di lapangan.

"Sifatnya situasional," ucap dia.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengeluarkan imbauan kepada sekolah dan orangtua untuk mencegah pelajar sekolah tidak mengikuti demo 11 April 2022.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikburistek Anang Ristanto mengatakan imbauan terkait demo 11 Aprilitu dirilis demi melindungi dan menjaga anak-anak dari tindak kekerasan.

Infografis Gelombang Demo Mahasiswa Tolak RUU Kontroversial
Perbesar
Infografis Gelombang Demo Mahasiswa Tolak RUU Kontroversial. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya