Kompolnas Berharap Jumlah Penggunaan Bodycam Anggota Polisi Ditingkatkan

Oleh Liputan6.com pada 10 Apr 2022, 09:02 WIB
Diperbarui 10 Apr 2022, 09:02 WIB
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti
Perbesar
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Polrestabes Surabaya memperoleh apresiasi dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), karena penggunaan bodycam atau kamera tubuh pada anggotanya.

Menurut anggota Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, itu sebagai bentuk kesungguhan Polri dalam meningkatkan profesional, transparansi dan akuntablitas anggota kepolisian di lapangan.

Tapi, Poengky berharap ada peningkatan dalam jumlah anggota polisi yang menggunakan bodycam ketika bertugas di lapangan. Penggunaan bodycam, ucap dia, tidak terbatas di Polrestabes Surabaya, tapi meluas seluruh Indonesia.

"Kami berharap pemakaian body camera akan makin ditingkatkan jumlahnya sehingga semua anggota yang bertugas di lapangan dan bersentuhan dengan masyarakat dapat menggunakan, termasuk anggota yang bertugas di Sabhara maupun di Brimob," ujar Poengky di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Seperti diketahui, Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, membekali anggota satuan lalu lintas (Satlantas) yang bertugas dengan body camera (bodycam). Sekarang baru ada 18 unit bodycam yang digunakan Tim Urai Satlantas Poltabes Surabaya dengan durasi penggunaan 6 sampai dengan 8 jam setiap unit.

Poengky berpendapat, walaupun penggunaan bodycam oleh Polrestabes Surabaya masih terbatas di satuan lalu lintas serta satuan reserse, namun upaya ini sebagai bentuk kesunggguhan dalam meningkatkan profesional Polri.

"Kami juga berharap tidak hanya Polrestabes Surabaya yang menggunakan body camera ini, melainkan seluruh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia," ucapnya.

 

 


Minimalisir Pelanggaran

Penjagaan Keamanan Daerah
Perbesar
Ilustrasi polisi. (Liputan6.com)

Dia menjelaskan, penggunaan bodycam bagi seluruh jajaran kepolisian di Indonesia penting guna meminimalisir pelanggaran yang potensial dilakukan anggota di lapangan. Sebagai contoh, anggota melakukan "damai" di lapangan dengan menerima sejumlah uang atau melakukan kekerasan berlebih.

Di sisi lain, lanjut dia, dengan penggunaan bodycam, anggota juga langsung dapat merekam terjadinya tindak pidana, atau bisa menjadi bukti jika anggota dituding melakukan pelanggaran yang tidak dilakukannya.

Poengky juga menyebutkan, penggunaan bodycam saat ini merupakan kebutuhan bagi Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengawasi anggota, sekaligus pendukung bagi upaya penegakan hukum.

Upaya tersebut sebelumnya sudah dilakukan di negara-negara maju dan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Filipina yang telah memakai bodycam.

"Dengan adanya body camera diharapkan kualitas anggota Polri menjadi semakin baik," tuturnya.


Pengawasan Internal

Pelatihan Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya
Perbesar
Anggota polisi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tidak cukup hanya penggunaan bodycam, Poengky berpendapat, pengawasan melekat dari atasan dan pengawasan internal sangat diperlukan untuk memaksimalkan penggunaan bodycam. Oleh karena itu diharapkan atasan dan pengawas internal Polri dapat (memeriksa) me-review bodycam masing-masing anggota setiap hari atau jika ada kasus yang melibatkan anggota maka harus diperiksa.

"Dengan bantuan body camera, diharapkan pengawasan internal Polri lebih tegas dan independen, sehingga dapat mencegah kenakalan anggota," ucap Poengky.

Sumber: Antara

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya