Gempa Hari Ini Sabtu 9 April 2022 Getarkan Wilayah Jembrana Bali

Oleh Devira Prastiwi pada 09 Apr 2022, 20:15 WIB
Diperbarui 09 Apr 2022, 20:15 WIB
Syukurlah, BMKG Cabut Status Potensi Tsunami dari Gempa Mentawai
Perbesar
Ilustrasi gempa | Via: liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Gempa hari ini, Sabtu (9/4/2022) kembali menggetarkan Indonesia. Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat hanya ada satu kali lindu yang terjadi di Bumi Pertiwi.

Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut menggetarkan sore tadi pukul 16:41:07 WIB.

Lindu itu terjadi di wilayah Jembrana, Provinsi Bali. Gempa tersebut menurut BMKG memiliki kekuatan magnitudo 4,6 dengan kedalaman 82 kilometer.

"Pusat gempa berada di laut 48 kilometer tenggara Jembrana," tulis BMKG.

Episenter lindu berada pada koordinat 8.76 Lintang Selatan (LS) - 114.73 Bujur Timur (BT).

BMKG menyatakan, gempa dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Denpasar, Tabanan, Gianyar, Mataram, dan Karangasem. Kemudian MMI III di Jembrana dan MMI III-IV di Badung.

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

 


Saat dan Setelah Terjadi Gempa

Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Saat Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa:

- Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

 


BMKG Pasang Alat Deteksi Tsunami di Bitung dan Manado

[Bintang] Gempa Malang Tidak Terkait dengan Gempa Lombok
Perbesar
Gempa berkekuatan 5,2 SR guncang Malang, Jawa Timur pada Rabu, 8 Agustus 2018. (Ilustrasi: iStockphoto)

Kota Manado dan Kota Bitung dipasangi alat pendeteksi dini tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Sulawesi Utara (Sulut).

"Alat alat deteksi dini tsunami itu sudah diuji coba," ujar Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya di Manado, seperti dilansir Antara.

Menurut Tony, uji coba sirine itu berlangsung setiap bulan, tepatnya di tanggal 26, pukul 10.00 WITA, demi memastikan alat yang dipasang tersebut berfungsi baik.

Dia juga menerangkan cara kerja alat pendeteksi tsunami tersebut. Jadi, ketika terjadi gempa yang berpotensi tsunami, maka BMKG menyampaikan informasi peringatan dini kepada kepala pemerintah daerah atau instansi terkait lainnya seperti BPBD.

"Jadi yang akan memencet tombol sirine peringatan dini tsunami tersebut yaitu pemerintah daerah, " tutur Tony.

Saat masyarakat mendengarkan bunyi sirine itu, mereka diharapkan langsung segera meninggalkan kawasan pesisir pantai, lalu mencari tempat yang aman.

Tony menjelaskan, sirine ini akan menjadi bentuk peringatan bagi masyarakat untuk bersiaga sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan ketika terjadi bencana tsunami.

Sirine tersebut, kata dia, akan berbunyi saat terjadi gempa berpotensi tsunami yang sumber gempanya berada di laut.

Selain itu, syarat selanjutnya yakni mekanisme terjadinya pergerakan gempa vertikal, magnitudo di atas 7,0 serta terjadi gempa dangkal di bawah 10 kilometer.

 

INFOGRAFIS: Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: Deretan Gempa Terbesar di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya