AHY Temui Surya Paloh di Kantor Nasdem Hari Ini

Oleh Delvira Hutabarat pada 29 Mar 2022, 09:01 WIB
Diperbarui 29 Mar 2022, 09:01 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono
Perbesar
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menanggapi ditolaknya hasil KLB Demokrat di Deli Serdang, di DPP Demokrat, Jakarta, Rabu (31/3/2021). AHY juga meminta kader partainya untuk tak euforia berlebihan, meski kepengurusan kubu Moeldoko telah ditolak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP NasDem, hari ini, Selasa (29/3/2022).

“Ketum AHY Akan silhaturhami kebangsaan dengan Ketum NasDem,” kata Jubir DPP Demokrat, Harzaky Mahendra Putra saat dikonfirmasi.

Herzaky menyebut agenda pertemuan tersebut tidak hanya membahas Pilpres 2024 melainkan persoalan kebangsaan lainnya.

“Membahas situasi terkini, isu-isu kebangsaan dan kerakyatan,” kata Harzaky.

Sebelum AHY, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sudah lebih dulu mendatangi kantor NasDem untuk menemui Surya Paloh.

Paloh menyatakan pertemuannya dengan Airlangga membahas soal usulan penundaan Pemilu 2024.

"Terus terang saja kami mendiskusikan hal itu," kata Surya Paloh kepada wartawan, Kamis (10/3/2022).

Paloh menyebut, meski ada perbedaan perspektif diantara kedua parpol, namun mereka Sepakat untuk tidak mempermasalahkan perbedaan itu.

"Tidak perlu ada satu dikursus yang berkepanjangan. Silakan kalau memang para pihak bisa meyakini bahwasanya konsepsi gagasan tawaran pikiran itu bisa berjalan dan diteruskan. NasDem tetap menghargai, tapi NasDem tentunya sama saudara saya dari keluarga besar DPP Golkar, tidak ada perbedaan di antara kita," ujar Paloh.


Penundaan Pemilu

Sementara itu, Airlangga mengklaim bahwa sikap Golkar terhadap wacana penundaan pemilu berasal dari aspirasi masyarakat.

"Dari Partai Golkar kami sudah sampaikan bahwa pertama tentu di masyarakat ada suara-suara yang harus kami serap. Kemudian, kedua, sudah bahas bahwa politik itu adalah kesepakatan dengan para ketua umum partai dan banyak hal yang harus dibahas, terutama ketua-ketua umum partai yang mendukung Bapak Presiden," ujar Airlangga.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya