Jokowi Dorong Pemanfaatan Teknologi Sistem Pertanian di Lahan-Lahan Sulit

Oleh Lizsa Egeham pada 24 Mar 2022, 21:40 WIB
Diperbarui 24 Mar 2022, 21:40 WIB
Presiden Jokowi melakukan penanaman jagung bersama masyarakat di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Perbesar
Presiden Jokowi melakukan penanaman jagung bersama masyarakat di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/3/2022). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendorong pemanfaatan teknologi dalam sistem pertanian, khususnya pada lahan-lahan sulit seperti di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Jokowi, keberanian menggunakan teknologi akan menghasilkan solusi terbaik dalam penanganan lahan-lahan pertanian yang sulit.

Hal tersebut disampaikan Jokowi usai melakukan penanaman jagung bersama masyarakat di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT, Kamis (24/3/2022). Dia didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Saya rasa kalau kita berani menggunakan teknologi, berani mencoba di lahan-lahan yang sulit seperti yang di NTT ini, nanti akan kelihatan semuanya, apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu dikoreksi, dan apa alsintan (alat dan mesin pertanian) yang pas untuk digunakan di daerah seperti NTT ini," jelas Jokowi dikutip dari siaran pers, Kamis (24/3/2022).

Dia meyakini pemanfaatan teknologi alsintan tersebut dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu secara khusus. Selain itu, juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional secara lebih luas.

"Saya meyakini ini akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat di NTT khususnya di Kabupaten Belu, tetapi juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional kita karena ada lahan-lahan baru yang dibuka seperti di Provinsi NTT, Kabupaten Belu seperti yang kita lihat sore hari ini," katanya.


Lumbung Pangan

Presiden Jokowi saat meninjau program sumur pompa hidram di NTT (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi saat meninjau program sumur pompa hidram di NTT (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bersama masyarakat melakukan penanaman jagung menggunakan mesin tanam jagung atau planter di lahan seluas 53 hektare.

Apabila produksi yang dihasilkan di lahan tersebut bagus, Presiden Jokowi menyebut pembukaan lahan serupa akan kembali dilakukan di daerah lain.

"Dari sinilah nanti kita akan perluas sampai seluas 500 hektare. Kalau itu nanti berhasil dan produksinya bagus, kita akan melompat ke daerah yang lain yang juga ada lahan datar seperti ini seluas 15 ribu hektare," ujar Jokowi.

Seperti diketahui, kawasan lumbung pangan atau food estate di Desa Fatuketi, Kabupaten Belu memiliki luas efektif 53 hektare yang terbagi menjadi empat blok.

Untuk jaringan irigasi sprinkler, kawasan ini memanfaatkan sumur air tanah dan aliran air dari Bendungan Rotiklot yang telah diresmikan oleh Jokowi pada tahun 2018.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya