Jokowi: Program Sumur Pompa Hidram Jadi Solusi Sulitnya Air di NTT

Oleh Lizsa Egeham pada 24 Mar 2022, 16:33 WIB
Diperbarui 24 Mar 2022, 16:33 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau program sumur pompa hidram di NTT (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Jokowi saat meninjau program sumur pompa hidram di NTT (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut program sumur pompa hidram menjadi salah satu solusi mengatasi sulitnya air di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, penyediaan air di NTT bukanlah perkara mudah, sebab daerahnya kering.

Hal ini disampaikan Jokowi saat mengunjungi Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT, Kamis (24/3/2022). Program sumur pompa hidram digunakan untuk penyediaan air bagi warga setempat.

"Di Nusa Tenggara Timur, urusan air bukan perkara mudah. Daerahnya kering. Namun, tentu ada jalan keluarnya, seperti program sumur pompa hidram," kata Jokowi dikutip dari akun Instagramnya @jokowi, Kamis.

Kepada Jokowi, Wakil Asisten Logistik Kasdam IX/Udayana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok menjelaskan bahwa proyek pompa hidram tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah Kodam IX/Udayana yang mencakup Bali dan Nusa Tenggara.

"Untuk keseluruhan di Bali Nusa ada 227 (pompa), kemudian di NTT sendiri 175 titik, kemudian di TTS sendiri ada 43 titik, Bapak Presiden," ujar Djefri dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Dia menyampaikan kegiatan pengadaan pompa hidram ini akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Nantinya, akan dibangun untuk kebutuhan penyediaan air minum maupun pertanian.

"Sekarang kita sudah mengerjakan untuk yang pertanian ada dua titik yang dikerjakan, pertama di Rote Ndao, kedua di Bali," jelas Djefri.


Cara Kerja

Cara kerja pompa hidram ini yaitu sumber air dibendung kemudian dikumpulkan di bak retensi. Setelah itu, air dialirkan menggunakan energi kinetik dengan memanfaatkan sudut elevasi ke bawah untuk kemudian diterima pompa hidram.

Selanjutnya, pompa hidram akan mendorong air ke atas untuk kemudian dimasukkan ke bak reservoir primer lalu ke reservoir sekunder untuk kemudian dialirkan ke rumah-rumah penduduk. Karena menggunakan energi kinetik, pompa hidram ini dapat dioperasikan tanpa listrik.

Secara keseluruhan, dari 227 titik yang akan dibangun pompa hidram, 201 titik telah selesai dan 26 sisanya masih dalam proses pembangunan. Program pompa hidram ini diharapkan dapat bermanfaat bagi 36.849 KK atau 148.995 jiwa se-Bali dan Nusa Tenggara. Di Desa Oinlasi sendiri pompa hidram telah selesai dibangun dan dapat digunakan oleh 54 KK atau 210 jiwa.

Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati TTS Egusem Pieter Tahun.


Infografis

Infografis Kabar Warung Kopi Reshuffle Kabinet Jokowi
Perbesar
Infografis Kabar Warung Kopi Reshuffle Kabinet Jokowi (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya