4 Fakta Ditangkapnya Bos Robot Trading Fahrenheit, Hendry Susanto

Oleh Liputan6.com pada 23 Mar 2022, 17:25 WIB
Diperbarui 23 Mar 2022, 17:25 WIB
Ilustrasi Penangkapan
Perbesar
Ilustrasi Penangkapan. (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta Polisi masih terus memburu aktor-aktor investasi bodong yang belakangan ini menjadi perhatian di masyarakat.

Kali ini penyidik Bareskrim Polri menangkap Hendry Susanto yang merupakan pimpinan PT FSP Akademi Pro yang merupakan induk perusahaan robot trading Fahrenheit. 

"Hendry Susanto telah ditangkap oleh Bareskrim," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Rabu (23/2/2022).

Whisnu menerangkan, Hendry Susanto saat ini telah dijebloskan ke Rutan Bareskrim Polri.

"Sudah kami tahan," ucap Whisnu.

Sebelumnya, kasus investasi bodong Fahrenheit terbongkar lewat 55 laporan yang diterima Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah menerangkan, tidak menutup kemungkinan laporan masih terus bertambah. 

"Untuk pengaduannya ada 55 LP. Mungkin (korban) sudah 100 orang lebih," ujar dia. 

Perihal penangkapan bos robot trading Fahrenheit, berikut beberapa fakta terkait kasus investasi bodong ini: 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


1. Tangkap 4 Orang

Ilustrasi investasi Bodong
Perbesar
Ilustrasi investasi Bodong (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Dalam kasus ini, jumlah orang yang telah ditangkap sebanyak empat orang. Sebelum Hendry Susanto, polisi sudah membekuk tiga orang terlebih dahulu.

Ketiganya memiliki peran masing-masing terhadap kasus investasi bodong ini. Kombes Pol Auliansyah Lubis membenarkan penangkapan ketiga pelaku, yakni D, IL dan DB. 

"Kami sudah mengamankan ada tiga orang pelaku. Perannya ada yang sebagai untuk mengajak, ada yang admin, dan satu lagi itu pengelola websitenya," kata dia dalam keterangannya, Minggu, 20 Maret 2022. 


2. Modus Raih Keuntungan Tanpa Resiko Rugi

Ilustrasi Investasi Bodong (Arfandi/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi Investasi Bodong (Arfandi/Liputan6.com)

Auliansyah menjelaskan, produk Robot Trading Fahrenheit dikenalkan oleh keempat tersangka kepada calon investor. Klaimnya, uang yang ditanamkan investor dikelola secara otomatis oleh robot dan bisa terhindar dari kerugian.

"Mereka menyampaikan ke masyarakat bahwa robot trading ini adalah satu alat yang bisa memantau apabila masyarakat meletakkan uangnya di Fahrenheit. Jadi nanti robot ini bisa mengamankan uang masyarakat ini, tidak akan lose, tidak akan kalah, tidak akan hilang, jadi akan untung terus," ujar dia.

Auliansyah menyebut, harga robot disesuaikan dengan nominal yang diinvestasikan investor. Semisal, investor menanamkan uang senilai 500 USD maka perhitungannya 50% keuntungan diberikan kepada member atau anggota. Sementara, 50% untuk operasional Robot Trading Fahrenheit.

"Jadi katanya semakin banyak deposito semakin besar keuntungannya," ujar dia.


3. Jumlah Kerugian Masih Didata

[Fimela] Investasi
Perbesar
Ilustrasi investasi | unsplash.com/@precondo

Auliansyah menerangkan, total kerugian masyarakat akibat investasi bodong robot trading Fahrenheit masih dalam tahap pendataan. Menurut dia, dana yang dikelola oleh mereka nilainya cukup besar.

"Cuma kami belum bisa (sampaikan) karena ini sebagai awal terlebih dahulu nanti akan kami datakan. Dalam waktu dekat kami akan rilis nanti untuk lanjutan kasus tersebut," ujar dia.

 


4. Beroperasi Sejak 2019

Robot Trading Fahrenheit sendiri sudah beroperasi sejak 2019. Auliansyah memastikan, investasi Robot Trading Fahrenheit hanya tipu-tipu belaka.

"Ini fiktif jadi sebenarnya misalnya di robot trading itu ada perusahaan-perusahaan mana yang kita mau ikut.  Tapi ini mereka bikin sendiri jadi naik turunnya itu. Itu semuanya fiktif, mereka yang bikin bukan permainan dengan saham," ucap dia.

 

Rifqy Sakti Pratama

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya