Jelang Ramadan, Ma'ruf Amin Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes saat Ibadah

Oleh Liputan6.com pada 23 Mar 2022, 07:02 WIB
Diperbarui 23 Mar 2022, 07:02 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
Perbesar
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mendampingi Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dalam peninjauan lokasi terdampak gempabumi M 6,6 di Kampung Cibeulah, Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (20/1/2022). (Dok BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 saat beribadah di masjid atau musala pada bulan Ramadan. Kendati pemerintah melonggarkan sejumlah aturan.

"Memang harus tetap mentaati protokol kesehatan, seperti menggunakan masker terutama. Kemudian mencuci tangan dan juga vaksinasi," kata Ma'ruf Amin, Selasa (22/3/2022).

Untuk diketahui sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melakukan penyesuaian aturan beribadah di tengah situasi pandemi Covid-19, yakni kembali merapatkan saf salat berjemaah. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh.

"Fatwa tentang kebolehan peregangan saf ketika shalat, itu merupakan rukhsah atau dispensasi karena ada uzur mencegah penularan wabah. Dengan melandainya kasus serta adanya pelonggaran aktivitas sosial, termasuk aturan jaga jarak di dalam aktivitas publik, maka uzur yang menjadi dasar adanya dispensasi sudah hilang," ujar Asrarun dalam keterangannya, Rabu (9/3/2022).

"Dengan demikian, salat jemaah kembali pada aturan semula, dirapatkan. Merapatkan shaf saat berjamaah dengan tetap menjaga kesehatan," sambungnya.

 


Tetap Jaga Kesehatan

FOTO: Kasus COVID-19 Mulai Landai, MUI Izinkan Saf Salat Kembali Rapat
Perbesar
Umat muslim melaksanakan salat zuhur di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis (10/3/2022). MUI mengizinkan saf salat kembali rapat seiring kasus COVID-19 mulai landai, selain itu aktivitas pengajian di masjid dan perkantoran dapat dilaksanakan dengan disiplin menjaga kesehatan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Tak hanya di masjid, saf untuk pengajian di sejumlah perkantoran kini juga boleh untuk dirapatkan. Meski demikian, ia mewanti-wanti agar jemaah tetap disiplin prokes.

Umat Islam diminta mengoptimalkan persiapan pelaksanaan ibadah Ramadan dengan khusyu dan semarak, tetapi tetap disiplin dalam menjaga kesehatan.

"Sebentar lagi kita akan memasuki Ramadhan, untuk itu umat Islam perlu mempersiapkan diri lahir batin sebaik-baiknya. Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan syiar keagamaan serta membangun solidaritas sosial. Kita optimalkan syiar tetapi tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan," kata dia.

 

Reporter: Intan Umbari P

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya