Pakar Hukum: Demi Cinta kepada MK, Anwar Usman Harusnya Mundur

Oleh Fachrur Rozie pada 22 Mar 2022, 17:38 WIB
Diperbarui 22 Mar 2022, 17:38 WIB
Sidang Sengketa Pilpres
Perbesar
Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang itu memiliki agenda pembacaan materi gugatan dari pemohon, yaitu paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Lputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pakar hukum yang juga dosen hukum tata negara Universitas Andalas Feri Amsari meminta Anwar Usman mundur dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, menurut Feri, Anwar Usman yang akan menikahi Idayati, adik dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi ini akan menimbulkan konflik kepentingan jika tetap menjadi hakim konstitusi.

"Demi cinta kepada MK dan pujaan hati, harusnya mundur karena potensi konflik kepentingan akan membuat orang berprasangka dengan putusan MK," ujar Feri dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022).

Menurut Feri, jabatan Anwar Usman sebagai Ketua MK akan memimpin dan memutus persidangan pengujian suatu undang-undang. Di mana undang-undang diketahui merupakan produk pemerintah yang disahkan oleh DPR.

"Bagaimana pun Ketua MK akan menyidangkan perkara-perkara yang berkaitan dengan presiden dan kepentingan politik presiden. Misalnya pengujian UU IKN. Konflik kepentingan akan muncul dalam setiap pengujian UU karena presiden adalah salah satu pihak," kata Feri.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Hindari Konflik Kepentingan

Atas dasar itu Feri meminta Anwar Usman mundur dari MK untuk menghindari konflik kepentingan. Feri berharap dalam setiap putusan pengujian suatu undang-undang, MK bersikap independen.

"Konflik kepentingan ini harus dijauhi ketua MK agar lembaga peradilan tetap punya marwah. Penting bagi kita semua untuk memiliki peradilan konstitusi yang taat dengan nilai-nilai peradilan yang merdeka dari segala relasi kekuasaan. Mudah-mudahan MK terus membaik," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya