PKS Ajak Semua Kalangan Bersatu Wujudkan Cita-Cita Bangsa Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 16 Jun 2022, 22:00 WIB
Diperbarui 17 Jun 2022, 17:43 WIB
PKS melakukan silaturahmi kebangsaan bersama tokoh se-Lampung yang terdiri tokoh adat dan budaya, tokoh lintas agama, akademisi, lintas profesi, lintas parpol dan ormas.
Perbesar
PKS melakukan silaturahmi kebangsaan bersama tokoh se-Lampung yang terdiri tokoh adat dan budaya, tokoh lintas agama, akademisi, lintas profesi, lintas parpol dan ormas. (Liputan6.com/Istimewa) 

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri dalam program 'PKS Menyapa Lampung' melakukan silaturahmi kebangsaan bersama tokoh se-Lampung yang terdiri tokoh adat dan budaya, tokoh lintas agama, akademisi, lintas profesi, lintas parpol dan ormas.

Turut hadir memberikan sambutan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Lampung Chusnunia Chalim. Hadir juga sejumlah kepala daerah kabupaten/kota.

Dalam orasi kebangsaan dengan topik Kolaborasi Melayani Indonesia, Salim Segaf Al Jufri menerangkan pandangannya tentang kebesaran Indonesia yang harus dijaga bersama.

"Indonesia ini negara besar. 17.508 pulau. Ratusan suku bangsa, adat, dan bahasa. Banyak agama dan keyakinan. Untuk menyatukan perlu kebersamaan, persatuan dan kesatuan," ungkap Salim melalui keterangan tertulis, Kamis (16/6/2022).

Menurut Salim, belajar dari para pendiri bangsa di masa-masa perjuangan, mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, beda agama, beda suku, beda budaya tetapi mereka bisa bersatu mewujudkan Indonesia merdeka.

"Hanya saja sampai dengan hari ini kita belum bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang dicanangkan oleh para pendiri bangsa. Apa masalahnya? Jawabnya, kurangnya kolaborasi dan kebersamaan diantara kita," ucap dia.

Oleh karena itu, lanjut Menteri Sosial 2009-2014 ini, PKS terus menggalang semangat kolaborasi melayani Indonesia dengan seluruh elemen bangsa apapun latar belakang suku, agama, profesi, dan golongannya.

"Kami ingin menjadikan PKS ini milik bangsa. Silakan para tokoh apapun latarnya gunakan PKS untuk berjuang mewujudkan cita-cita nasional. PKS sangat terbuka. Yang mau aktif di PKS silakan, yang mau jadi caleg PKS silakan," ajak Salim.

 


Tegaskan Kebersamaan Jadi Kunci Keberhasilan

Ketua Majelis Syura DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufr
Perbesar
Ketua Majelis Syura DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri membagikan sejumlah bantuan alat pertanian, peternakan dan perikanan kepada sejumlah petani, peternak dan nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Duta Besar RI Untuk Arab Saudi dan Kerajaan Oman 2005-2009 ini menegaskan kebersamaan adalah kunci keberhasilan kita untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

"Saya pernah jadi dubes 4 tahun prihatin negara kita imagenya mengirim pembantu rumah tangga ke luar negeri. Padahal kita punya sumber daya manusia yang melimpah dan berkualitas," terang Salim.

"Kita juga perlu introspeksi diri, UUD 1945 mengamanatkan kita untuk aktif dalam upaya menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Inilah pikiran besar para pendiri bangsa," sambung dia.

Tetapi menurut Salim, pada kenyataannya, kita tidak bisa berbuat banyak di pentas dunia, padahal pernah menjadi inisiator KTT Asia Afrika yang memerdekakan bangsa-bangsa di dunia.

"Amerika, Rusia, Cina mereka pasti punya masalah sendiri di negaranya, tapi mereka bisa tampil mempengaruhi dunia," ungkap dia.

Oleh karena itu, Salim mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan dan kejayaan Indonesia.

"Beda partai, beda ormas, beda latar belakang bukan alasan untuk terus mencari titik temu. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur," pungkas Salim.

Tokoh-tokoh yang hadir merespon positif inisiatif PKS membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa karena ini yang mereka tunggu-tunggu sebagai sikap kebangsaan yang teduh dan menyatukan. Masing-masing bisa berjuang lewat jalurnya tapi bisa bertemu untuk kepentingan nasional.

 


Sambangi Lampung, Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri Dapat Gelar Adat

Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri berkunjung ke Provinsi Lampung dan mendapat gelar adat.
Perbesar
Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri berkunjung ke Provinsi Lampung dan mendapat gelar adat. (Liputan6.com/Istimewa)

Sebelumnya, Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri berkunjung ke Provinsi Lampung dalam rangkaian kegiatan 'Dr. Salim menyapa Indonesia' mulai hari ini, Selasa 14 Juni 2022 sampai Kamis 16 Juni 2022.

Tiba di Bandara Raden Intan, Salim Segaf Al Jufri disambut dengan prosesi adat penyambutan secara singkat dan khidmat, kemudian rombongan langsung menuju Rumah Adat Kedatuan Keagungan Lampung di Jalan Suttan Haji, Sepang Jaya Labuhan Ratu.

Setibanya di lokasi, Salim disambut tokoh adat Kedatun Keagungan Lampung Mawardi Harirama Gelar Suttan Seghayo Dipuncak Nur dengan upacara penyambutan di depan pintu masuk.

Dalam sambutannya, Mawardi Harirama mengatakan, sosok Salim sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Salim pernah menjadi Menteri Sosial dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Hadirnya Dr Salim ke Lampung, bersilaturahmi dengan kami di Kedatuan Keagungan Lampung tentunya menjadi kehormatan bagi kami. Untuk makin menguatkan tali silaturahmi dan persaudaraan, maka saya melakukan muaghiy kepada Dr. Salim untuk menjadi bagian dari keluarga kami. Pemberian gelar adat sebagai bentuk penghormatan dan bentuk pengikat tali persaudaraan antara Salim Segaf Al Jufri dengan masyarakat adat Lampung," ujar Mawardi melalui keterangan tertulis, Selasa 14 Juni 2022.

Arti Gelar yang Diberikan

Mawardi melanjutkan, Kedatuan Keagungan Lampung merupakan salah satu warisan budaya Lampung dan tetap dilestarikan sampai saat ini.

Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Lampung sangat dalam. Kemudian, lanjut Mawardi, nilai-nilai budaya lampung juga seiring jalan dengan nilai-nilai pancasila.

Saat diminta memberi sambutan, Salim mengatakan bahwa menjadi kebanggaan tersendiri karena telah dianggap menjadi bagian dari masyarakat Lampung

"Suatu kebanggaan karena kami dianggap menjadi bagian dari masyarakat lampung. Saya merasa berada di rumah sendiri. Lampung ini luar biasa, dari segi budaya dan bangunannya penuh filosofi begitu juga dari tokoh adatnya. Muatan religius dalam budayanya luar biasa sekali. Ini patut dijaga dan dilestarikan," ucap Salim.

 


Bangga Indonesia Punya Budaya Beragam

Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al-Jufri bersama Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini.
Perbesar
Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al-Jufri bersama Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini. (Liputan6.com/Istimewa)

Lalu Salim juga sangat bersyukur atas kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Ia pun menginstruksikan kepada Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini untuk mejaga dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia untuk dijaga dan dilestarikan.

"Bersyukur pada Allah negeri kita memililiki adat budaya yang beragam. Saya menginstruksikan ketua fraksi untuk mempertahakannya, bukan hanya retorika, tapi dari sisi peraturan dan undang-undang juga," kata Salim.

Menilik gelar yang diberikan kepada Salim Yang Mulia Datuan Satria Negara, maknanya disampaikan oleh Suttan Seghayo Dipuncak Nur Mawardi Harirama sebagai mandat untuk menjaga NKRI dengan dasar negaranya Pancasila dan UUD 1945 sebagai konstitusi.

Menurut Mawardi Harirama Pancasila digali dari budaya bangsa, salah satunya dari budaya Lampung.

Masyarakat Lampung memiliki 5 filosofi yang maknanya identik dengan pengamalan sila-sila Pancasila mulai dari kebersihan hati, memuliakan tamu, ikut berjuang dalam menegakkan kebenaran, tolong menolong dalam persatuan, dan pemberian gelar gelar bagi orang yang berprestasi.

Salim menyambut mandat tersebut sebagai sebagai amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat, maju, adil dan sejahtera, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya